Metaverse World

Metaverse World
Proyek Pembuatan Cikal dan Delman


__ADS_3

Nuansa bengkel kayu sekarang, terasa sangat berbeda, tidak lagi membosankan seperti sebelumnya.


Ghusun yang melihat Heru Cokro, melangkah maju, tertawa dan berkata: “Ghusun melihat Yang Mulia!”


“Tuan Ghusun, apakah ada acara yang membahagiakan?”


Ghusun yang belum sempat menjawab, magang yang berada disampingnya dengan senang berkata: “Tentu kami sangat bahagia, pagi ini, kami berhasil mengembangkan Dom Kemambang.”


“Ya, ya, seperti yang telah diperkirakan Yang Mulia sebelumnya. Tuan kami telah menerobos, menjadi seorang tukang kayu lanjutan seperti!” Magang lain berkata.


Ghusun yang terkejut atas tingkah laku kasar ke dua magangnya di depan Yang Mulia, merasa malu, meminta maaf dan menundukkan badan kepada Heru Cokro. Berkata: “Saya memohon maaf kepada Yang Mulia atas perilaku kasar kedua magang saya, mohon Yang Mulia berkenan memaafkan!”


Tentu saja Heru Cokro tidak peduli, mengayunkan tangannya sebagai tanda tidak menjadi masalah. Dengan rendah hati berkata: “Itu bukan masalah. Selamat kepada Tuan Ghusun telah berhasil menerobos dan menyelesaikan proyek pengembangan Dom Kemambang.”


“Saya berhasil menerobos berkat suaka teritori. Pagi ini, ketika cahaya keemasan teritori menyapu, tiba-tiba saya dipromosikan ke tingkat lanjutan. Sedangkan bagian paling penting dari Dom Kemambang juga secara alami memiliki terobosan.” Ghusun berkata dengan penuh semangat.


Oh? Ada hal seperti itu, cahaya emas yang merupakan efek dari promosi teritori telah membantu terobosan skill seseorang. Ini pasti merupakan pengaturan tersembunyi dari sistem.


Dalam kehidupan sebelumnya, Heru Cokro tidak memilih menjadi seorang penguasa, beberapa berita mungkin sengaja disembunyikan. Dia hanya dapat membuat dugaan akan ada efek yang sangat besar dari dekrit pembangunan pemukiman pangkat emas. Selain yang telah disebutkan oleh sistem pada propertinya.


Heru Cokro mengangguk: “Apakah Master Ghusun telah mendengar perihal privatisasi?”


“Saya telah mendengar beberapa, mungkin Yang Mulia dapat memberitahu saya detailnya”. Jawab Tuan Ghusun.


“Jadi, bagaimana anda akan menanggapi privatisasi ini, terutama yang terkait dengan bengkel kayu?” Heru Cokro kemudian bertanya.

__ADS_1


Ghusun ragu-ragu dan berkata: “Yang Mulia, aku akan mengatakan yang sebenarnya, aku belum ada rencana untuk membeli bengkel kayu.”


“Oh, Kenapa?” Heru Cokro bertanya dengan aneh.


“Sejak berdirinya bengkel kayu, tidak ada pekerjaan lain di luar pengembangan Dom Kemambang. Saya khawatir ketika saya telah membeli bengkel kayu, saya tidak dapat mempertahankan mata pencaharian ini.”


Heru Cokro tersenyum, mengeluarkan manuskrip tehnik manufaktur cikar dan delman dari tas penyimpanan dan menyerahkannya ke Ghusun. “Anda dapat melihat manuskrip ini, apakah anda dapat membuatnya?”


Ghusun mengambil alih manuskrip dan melihatnya dengan serius. Dia sangat terpesona, hingga melupakan bahwa Heru Cokro yang berada didepannya masih menunggu untuk mendapatkan jawaban.


Heru Cokro duduk dengan santai dan menunggu dengan sabar. Dia secara umum mengetahui dilema bisnis dari bengkel kayu yang telah dikatakan Ghusun sebelumnya.


“The Metaverse World” dikatakan sangat realistis, tetapi pada tahap awal permainan, sistem akan memastikan bahwa pemain maharaja dapat berhasil berdiri di alam liar, masih ada banyak tempat yang dikaburkan. Manifestasi paling langsung adalah perihal arsitektur.


Ambil contoh rumah kayu kecil penduduk, selain ada tingkatan konstruksi, ada juga pengaturan waktu pembuatan, persyaratan pembuatan, ada juga banyak aksesori tambahan. Sederhananya, setelah selesainya rumah kayu kecil, perabot yang dibutuhkan penduduk desa secara otomatis akan dihasilkan bersamaan dengan selesainya bangunan tersebut.


Oleh karena itu, bangunan seperti dermaga, kandang sapi, dan lain sebagainya, dapat dibangun langsung tanpa perlu cetak biru arsitektur. Karena bangunan tersebut tidak perlu fasilitas pendukung yang sesuai.


Tentu saja, seiring dengan berjalannya waktu, setelah pemain maharaja berangsur-angsur membaik, pemrosesan yang lebih rumit akan terjadi, sehingga aturan dalam permainan akan lebih konsisten dengan yeng terdapat dalam kehidupan nyata.


Justru karena desain ini, penduduk desa tidak perlu lagi mencari tukang kayu untuk membuat benda furnitur, tidak heran kalau Ghusun akan khawatir perihal prospek seorang tukang kayu setelah privatisasi diberlakukan.


Selama kurun waktu 20 menit, Ghusun telah selesai memebaca seluruh manuskrip. Melihat Heru Cokro yang duduk di samping, ia berkata dengan ragu: “Yang Mulia, maafkan dan berikan hukuman kepada saya yang telah menghiraukan Yang Mulia. Saya sangat terpesona dengan manuskrip ini!”


Heru Cokro melambaikan tangannya: “Bagaimana? Apakah anda bisa membuatnya?”

__ADS_1


Ghusun dengan yakin mengatakan: “Jika sebelum hari ini, saya tidak merasa yakin. Namun, setelah promosi dan pengalaman sebelumnya dalam pengembangan Dom Kemambang. Saya yakin dapat membuat cikal dan delman ini!”


“Bagus! Kalau begitu, saya punya permintaan kepada Master Ghusun untuk membuatnya cikal dan delman ini.”


“Yang Mulia dapat yakin!”


“Teritori sekarang memiliki permintaan yang besar untuk cikar dan delman ini. Oleh karena itu, permintaan saya adalah bahwa Master Ghusun tidak hanya dapat membeli bengkel kayu, melainkan juga dapat memperluas skalanya. Kemudian, atas nama Divisi Cadangan Material, teritori akan menandatangani perjanjian pemebuatan cikal dan delman ini.”


“Bahan akan disediakan oleh Divisi Cadangan Material. Bengkel kayu anda hanya bertanggung jawab untuk pembuatan cikar dan delman. Setiap kali cikal dan delman ini dibuat, Divisi Cadangan Material akan membayar 20 koin tembaga. Ini akan membantu teritori dan dapat menyelesaikan kesulitan Master Ghusun. Bagaimana? Apakah anda setuju? “Heru Cokro bertanya.


Ghusun sangat senang setelah mendengarnya. Sebagai seorang tukang kayu, tentu bengkel kayu adalah akar dari mata pencahariannya. Sekarang tidak hanya bisa menyelesaikan dilema bengkel kayu, tetapi juga mendapatkan kekayaan. Ghusun segera menjawab tanpa ragu-ragu: “Yang Mulia, saya sangat setuju.”


“Bagus sekali, manuskrip tehnik manufaktur cikar dan delman akan tetap bersama anda. Adapun untuk perjanjian komisi dan lainnya, orang-orang dari Divisi Cadangan Material akan berdiskusi dengan anda lagi. Ketika anda akan menandatangani perjanjian tersebut, saya juga akan hadir di situ.”


Ghusun mengangguk, masih sangat bersemangat.


Meninggalkan bengkel kayu, Heru Cokro sampai di Candi Borobudur dan mendapatkan “panduan tehnik budidaya pohon siwalan”. Setelah makan siang, Heru Cokro beristirahat sebentar di kamar. Setelah bangun, ia tidak kembali ke kantor, tetapi berjalan ke arah kantor administrasi yang berada di sebelah. Kantor administrasi saat ini sudah agak ramai, karena Biro Administrasi, Divisi Finansial, dan Divisi Cadangan Material bertempat di sini.


Heru Cokro pertama kali menyerahkan delapan cetak biru arsitektur yang dibeli pada pagi hari, bersamaan dengan cetak biru arsitektur bengkel senjata kepada Buminegoro dari Divisi Konstruksi. Dia menjelaskan secara rinci lokasi-lokasi konstruksi bangunan tersebut. Pada saat yang sama, dia menginstruksikan bangunan ini dapat diselesaikan sesegera mungkin, karema akan ada banyak pekerjaan besar lain yang menunggu Divisi Konstruksi.


Sejak ditunjuk secara resmi sebagai Direktur Divisi Konstruksi, Buminegoro menjadi lebih termotivasi. Selain itu, semua tugas yang diberikan oleh Heru Cokro diselesaikan tanpa kompromi. Dia menepuk dadanya dan berkata bahwa semua cetak biru arsitektur ini dia ubah menjadi bangunan secepat mungkin. Kemudian Heru Cokro memberikan sedikit motivasi, sehingga Buminegoro merasa lebih dekat dan lebih hangat.


Setelah selesai dengan Buminegoro, Heru Cokro teringat akan Tuan Kawis Guwa. Dia tahu bahwa beberapa langkah reformasi yang digunakan Kawis Guwa terlalu radikal, ada juga beberapa idenya yang terlalu gegabah. Karena itu, ia harus memastikan bahwa Biro Administrasi masih di bawah kendalinya, agar Kawis Guwa tidak membawa beberapa langkah reformasi radikal ke Jawa Dwipa.


Heru Cokro tidak pernah berpikir bahwa dia adalah seorang tokoh utama, apalagi menjadi pemain utama yang super jenius dan tak terkalahkan. Dia akan menyerahkan suatu pekerjaan kepada seorang ahli, kalau tidak ada maka setidaknya menyerahkan pekerjaan tersebut kepada orang yang cukup mampu. Bukan segala sesuatunya saya kerjakan. Itu bodoh dan gila. Selain itu, yang namanya pemimpin itu bekerja untuk memimpin, bukan malah menjadi pekerjanya.

__ADS_1


Selama urusan pemerintah diserahkan kepada karakter historis, dia dapat merasa yakin, aman dan nyaman. Selain bekerja sebagai penguasa teritori ini, dia ingin berkeliaran di sekitar gunung, bermain dengan air, berkelahi dan berpetualang di alam liar. Sehingga ketika dia pergi, teritori masih dapat beroperasi sepenuhnya sesuai dengan keinginannya, tanpa ada sedikit penyimpangan apapun.


Selanjutnya, Heru Cokro mencari Joyonegoro dari Divisi Cadangan Material. Ia ingin membicarakan perihal proyek kerjasama dengan bengkel kayu pada pagi hari dan memintanya untuk segera menindaklanjuti.


__ADS_2