Metaverse World

Metaverse World
Kecamatan Jawa Dwipa


__ADS_3

"Pemberitahuan sistem: memeriksa persyaratan pemutakhiran wilayah Jawa Dwipa…"


“Persyaratan 1: Populasi telah mencapai batas atas, persyaratan terpenuhi!”


“Persyaratan 2: Semua bangunan dasar telah dibangun, persyaratan terpenuhi!”


"Persyaratan 3: Penguasa wilayah setidaknya berkebangsawanan Camat I, persyaratan terpenuhi!"


"Pemberitahuan sistem: Selamat kepada pemain Jendra, penguasa Desa Jawa Dwipa karena telah memenuhi semua persyaratan promosi, apakah kamu ingin mempromosikan?"


"Promosikan!"


Dari prasasti batu emas, cahaya keemasan melesat ke langit, pecah, dan berubah menjadi kilau keemasan yang menyebar ke perbatasan baru wilayah, sebelum menghilang.


“Pemberitahuan sistem: Selamat kepada pemain Jendra karena telah menjadi penguasa pertama di wilayah Indonesia yang meningkatkan dari desa lanjutan ke kecamatan dasar, menghadiahkan 2.200 poin prestasi!”


“Pemberitahuan sistem: Selamat kepada pemain Jendra karena telah menjadi penguasa pertama di wilayah Indonesia…”


"Pemberitahuan sistem: Selamat kepada pemain Jendra…."


Desa Jawa Dwipa sekali lagi memimpin dan menjadi satu-satunya kecamatan dasar di wilayah Indonesia.


“Pemberitahuan sistem: Selamat kepada pemain Jendra karena telah meningkatkan ke kecamatan dasar. Secara acak memilih 3 bangunan dasar kecamatan dasar, pemain dapat memilih satu diantaranya.”


“Pemberitahuan sistem: Pemilihan acak selesai. Bangunan-bangunan tersebut adalah Teater, Pura Sri, dan Pura Laksmi. Tolong pilih!"


“Aku memilih teater!”


“Pemberitahuan sistem: Bangunan dibangun secara otomatis. Pemain, tolong lihat!”


Cahaya warna-warni bersinar, dan baja batu emas itu tenggelam kembali ke tanah. Heru Cokro meluangkan waktu untuk memeriksa statistik wilayah Jawa Dwipa.


[Wilayah]: Wilayah Jawa Dwipa (kecamatan dasar)


[Tuan]: Jendra (Camat II)


[Judul]: Mahadesa (meningkatkan ketenaran wilayah hingga 30%)

__ADS_1


[Sentimen Rakyat]: 94


[Keamanan]: 92


[Penyegaran populasi]: 200 x (1 + 60%) = 320 / hari


[Area wilayah]: 5000 kilometer persegi


[Properti wilayah]: Daya tarik pengungsi meningkat sebesar 60%\, daya tarik orang dengan talenta spesial dalam wilayah meningkat sebesar 25%\, hasil panen wilayah meningkat sebesar 50%\, kemahiran skil produksi wilayah meningkat sebesar 25%\, pengalaman yang diperoleh tentara wilayah meningkat sebesar 20%\, keberhasilan terobosan talenta dalam wilayah meningkat sebesar 10%.


[Indeks politik]: 60 / 100 (menentukan efisiensi administrasi dan hubungan moral)


[Indeks ekonomi]: 55 / 100 (menentukan kesejahteraan perdagangan dan perpajakan)


[Indeks budaya]: 55 / 100 (menentukan kualitas pendidikan penghuni wilayah)


[Indeks militer]: 60 / 100 (menentukan kekuatan militer wilayah)


[Wilayah afiliasi]: Pantura\, Kebonagung\, Batih Ageng


[Asosiasi wilayah]: Asosiasi Tekstil\, Asosiasi Nelayan


[Properti industri wilayah]: Gudang Garam\, Tempat Pelelangan Ikan\, Tambang Serigala Putih\, Padang Rumput Kulon\, Istal Lembah Seng


[Spesialisasi Wilayah]: Tuak Gresik\, Sutra berwarna\, Teh putih


[Bangunan khusus]: Akademi Kadewaguruan\, Dermaga Pantura\, Bhaksana Resto\, Kuil Wurare


[Bangunan tersembunyi]: Kuil Yai Semar\, Kuil Dhruwa (segel)\, Kuil Anila (segel)\, Kuil Anala (segel)\, Kuil Pratyusa (segel)\, Kuil Soma (segel)\, Candi Borobudur dan Aula rekrutmen.


Daftar bangunan dasar:


[Teater]: Bangunan yang digunakan untuk pertunjukan teater. Persyaratan konstruksi: Aktor\, denah gedung teater\, 8000 kayu\, 4000 bata\, 5000 batu. Waktu pembangunan: 10 hari. (Catatan: gedung ini telah dibangun secara otomatis oleh sistem)


[Rumah catur]: Tempat untuk bermain catur. Persyaratan konstruksi: Pemain catur\, cetak biru arsitektur rumah catur\, 8000 kayu\, 4000 bata\, 5000 batu. Waktu pembangunan: 10 hari.


[Pura Sri]: Tempat untuk berdoa dan menghormati Dewi Sri. Persyaratan konstruksi: cetak biru arsitektur Pura Sri\, 2000 kayu\, 8000 bata\, 8000 batu. Waktu pembangunan: 10 hari.

__ADS_1


[Pura Laksmi]: Tempat berdoa dan menghormati Dewi Laksmi. Persyaratan konstruksi: Denah bangunan Pura Laksmi\, 2000 kayu\, 8000 bata\, 8000 batu. Waktu pembangunan: 10 hari


[Pura Saka]: Tempat untuk memuja roh dan dewa. Persyaratan konstruksi: Denah bangunan Pura Saka\, 2000 kayu\, 8000 bata\, 8000 batu. Waktu pembangunan: 10 hari


Kelima bangunan dasar untuk kecamatan dasar, adalah bangunan yang terkait erat dengan indeks budaya. Bahkan di desa lanjutan, bangunan budaya adalah bangunan dasar utama.


Pura Sri, Pura Laksmi, dan Pura Saka adalah tiga pura yang harus dimiliki sebuah kecamatan. Pura Sri akan terletak di pinggiran selatan di luar kecamatan, Pura Laksmi berada di pinggiran barat laut, dan Pura Saka berada di pinggiran utara.


Dari 5 bangunan dasar untuk kecamatan dasar, teater dibangun secara otomatis. Sedangkan ketiga altar hanya membutuhkan cetak biru. Yang paling menyebalkan adalah rumah catur karena membutuhkan pemain catur, ini membutuhkan unsur keberuntungan untuk mendapatkannya.


Untuk bangunan dasar dari kecamatan dasar, setiap cetak biru arsitektur akan dijual dengan harga 500 koin emas di pasar.


Cetak biru arsitektur ini, termasuk cetak biru desa lanjutan, sangat sulit diperoleh dari kamp penjarah. Ini karena bangunan budaya seperti itu tidak ada hubungannya dengan perampok. Oleh karena itu, operasi penyerangan sebelumnya tidak memberikan cetak biru apapun kepada Heru Cokro yang dapat dia manfaatkan. Oleh karena itu, untuk membeli semua cetak biru kecamatan dasar, dia membutuhkan 2.000 koin emas.


Batas atas populasi dari kecamatan dasar telah meningkat sedemikian rupa sehingga berdasarkan tingkat pemijahan pengungsi saat ini, dibutuhkan waktu tiga bulan sebelum dapat dicapai. Oleh karena itu, Heru Cokro perlu meningkatkan populasinya melalui cara lain.


Untuk naik peringkat dari Camat I ke Camat II, poin prestasi yang diperlukan tidak mungkin diperoleh hanya dari peta utama. Oleh karena itu, para pemain masih jauh dari Camat I. Bahkan jika mereka mampu mencapai batas atas populasi dan menjadi kecamatan dasar, itu hanya akan berhenti di situ.


Orang bisa membayangkan betapa ketatnya persaingan pada pencarian pertempuran berikutnya.


Pembatasan peringkat juga ditunjukkan selama kumpulan penguasa yang baru saja meningkatkan wilayahnya ke dusun. Sekelompok pemain ini dari awal hingga akhir, di setiap peningkatan wilayah mereka, mereka tidak diberi hadiah apa pun dan karena itu hanya dapat menyerang kamp perampok untuk mendapatkan poin prestasi yang terbatas. Sehingga sangat sulit bagi mereka untuk meningkatkan wilayahnya menjadi kecamatan dasar.


Dari sini, bentuk piramida perlahan terlihat dan pentingnya pangkat kebangsawanan juga perlahan mulai mendapat perhatian.


Luas wilayah kecamatan dasar telah mencapai 5.000 kilometer persegi, dan Gresik menempati 10.746 kilometer persegi. Ini berarti bahwa Jawa Dwipa telah mengambil hampir setengah luas wilayah dari Gresik. Jika, mengabaikan area yang diambil oleh para pengembara, kemungkinan wilayah Jawa Dwipa tumpang tindih dengan wilayah lain sangatlah besar. Selain itu, area wilayah Jawa Dwipa tidak semuanya berada di Gresik, seperempat wilayahnya mencakup wilayah Lamongan yang memiliki luas wilayah 16.317 kilometer persegi. Ini berarti Jawa Dwipa juga telah menempati wilayah Lamongan dengan perbandingan angka 1/13.


********


Pada hari kedua setelah wilayah Jawa Dwipa ditingkatkan, Direktur Intelijen Militer Ghozi datang ke kantor Heru Cokro.


“Baginda, aku memiliki informasi militer yang penting.”


Heru Cokro terkejut, dan dengan cepat berkata, "Bicaralah!"


Ghozi merangkai kata-kata sebelum berkata, “Bulan lalu, penyelidikan yang diminta Paduka untuk dilakukan oleh telah mengalami beberapa kemajuan. Setelah wilayah berada di tingkat kecamatan dasar, beberapa wilayah di sekitar kami sudah berada di muka perbatasan baru kami.”


“Harap lebih spesifik!” Heru Cokro tidak menunjukkan emosi apapun.

__ADS_1


__ADS_2