
Setelah makan siang, malam pun tiba dengan cepat. Berbagai jenderal dan pejabat dari berbagai wilayah berbondong-bondong menuju Jawa Dwipa untuk menghadiri pembukaan pesta. Di antara mereka adalah Sailendra Maimun, prefek Le Moesiek Revole Maya Estianti, prefek Manor Smelter Zudan Arif, dan Kepala Pantura Notonegoro. Yudistira, prefek Manor Jawa Dwipa, juga hadir dalam pesta tersebut. Selain itu, Kepala Wilmar, Samudro, dan dua jenderal besar, Tipukhris dan Wirama, juga diundang.
Heru Cokro mengerti bahwa para tamu ini bukan hanya hadir untuk merayakan pesta, tetapi juga untuk membahas masalah-masalah penting setelah Tahun Baru. Departemen Urusan Militer telah diinstruksikan untuk membentuk tiga divisi dari para tahanan, dan kehadiran para jenderal ini akan mempengaruhi pilihan tiga jenderal besar yang akan memimpin divisi tersebut.
Salah satu hal menarik adalah hadirnya Samudro dan Wirama, yang kemungkinan akan mendapatkan tugas penting setelah Tahun Baru. Hal ini menimbulkan perhatian dan rasa ingin tahu dari para tamu yang hadir.
Maya Estianti tiba di Jawa Dwipa dan memberikan hadiah kepada Heru Cokro, yaitu aksesoris peringkat platinum bernama "Segel Garuda." Heru Cokro terkejut mengetahui bahwa aksesoris ini tersegel dan memiliki kekuatan luar biasa. Segel Garuda ini memiliki kemampuan "Purify Evil," yang tidak bisa rusak dan terhindar dari kejahatan. Heru Cokro menyadari bahwa Wijiono Manto, seorang raja dari kehidupan terakhirnya, juga memiliki segel kekaisaran yang hilang, yang sangat berharga.
Ketika pesta dimulai, suasana di aula utama Kediaman Penguasa sangat meriah. Musik diputar dan para tamu menari, sementara hidangan lezat dihidangkan di meja. Heru Cokro merasa senang dan bahagia dengan pesta yang diadakan, tetapi satu-satunya penyesalannya adalah Maharani tidak bisa hadir. Maharani sedang berada di rumah petani gunung, menghabiskan malam Tahun Baru dengan pengalaman yang tak terlupakan.
Tidak hanya di Jawa Dwipa, seluruh wilayah Indonesia merayakan Tahun Baru Imlek dengan semangat tinggi. Pesta ini juga menjadi momen khusus karena pertama kalinya para pemain wilayah Indonesia berkumpul dalam The Metaverse World, sebuah dunia maya yang berarti banyak bagi mereka. Semua pemain, baik di saluran global maupun di forum lokal, terlibat dalam berbagai aktivitas yang meriah untuk merayakan Tahun Baru Imlek.
Di tengah hutan belantara yang dulu sepi, kini terlihat cahaya api yang menyala tinggi dan menerangi langit malam. Pemain mode petualangan dan pemain mode penguasa merayakan tahun baru dengan caranya masing-masing. Enam kota kekaisaran dipenuhi dengan kegembiraan dan para pemain berkumpul di tempat-tempat tersebut. Mengikuti kebiasaan penduduk asli, mereka menghabiskan Malam Tahun Baru bersama keluarga mereka, menciptakan pengalaman berbeda yang tak terlupakan bagi para pemain.
__ADS_1
Semangat dan perasaan tahun baru memicu kenangan indah bagi mereka. Beberapa lelaki tua bahkan menahan rasa haru dan mungkin menangis diam-diam. Sementara itu, anak-anak terlihat lebih bahagia dengan membentuk kelompok-kelompok kecil dan bermain dengan kembang api dan petasan. Tahun baru di wilayah tersebut memberikan pengalaman yang berbeda dengan perayaan tahun baru di kota modern.
Rama, seorang bocah cilik, menikmati beberapa suap makanan dan berlari-lari riang layaknya monyet. Untuk anak-anak, momen ini merupakan saat yang paling membahagiakan.
Namun, kali ini para pemain wilayah Indonesia merasa ada sesuatu yang tidak beres. Mereka tidak dapat menyaksikan program dan pertunjukan Malam Tahun Baru seperti biasanya, membuat mereka merasa ada yang kurang dan merasa kehilangan. Ditambah lagi, mereka juga tidak bisa mengakses telepon atau mengambil paket merah, sehingga para remaja semakin merasa sesuatu yang tidak beres.
Untungnya, di berbagai wilayah besar dan kota kekaisaran, mereka menyediakan platform pertunjukan yang mengadakan acara untuk rakyat. Hal ini memungkinkan masyarakat untuk menghilangkan penyesalan mereka dan merayakan malam tahun baru dengan lebih semangat.
Setelah pesta, seluruh penduduk di Manor Penguasa pergi ke alun-alun untuk menonton pertunjukan yang meriah. Selain rombongan teater, ada juga rombongan dari Kamar Dagang yang turut berpartisipasi. Di tempat lain, ada pula platform kinerja berukuran lebih kecil yang menampilkan beragam pertunjukan.
Setelah makan bersama keluarga, para pemain tak tahu apa yang harus dilakukan. Akhirnya, mereka memutuskan untuk pergi ke forum untuk mencari hiburan. Di sana, banyak pemain yang merasa bosan dan mengharapkan Wisnu menyelenggarakan acara tahun baru.
Biasanya, di malam tahun baru, orang-orang akan menantikan acara Monster Nian Shou. Namun, di Jawa Dwipa, hal tersebut berbeda karena Monster Nian Shou telah menjadi pelindung wilayah mereka, sehingga tidak akan ada lagi serangan dari monster tersebut.
__ADS_1
Namun, para pemain biasa tidak sering bertemu dengan Monster Nian Shou, yang membuat mereka semakin bersemangat. Beberapa pemain bahkan pergi ke forum dan meminta acara khusus agar semua pemain dapat berpartisipasi dalam pertempuran seru. Wisnu kemudian menyiapkan kejutan besar bagi para pemain di Wilayah Indonesia.
Tepat pukul 9 malam, notifikasi sistem berbunyi tepat waktu, mengumumkan bahwa Monster Nian Shou akan muncul di hutan belantara dan para penguasa diminta untuk bersiap-siap menghadapinya.
Acara Monster Nian Shou telah dimulai, namun Heru Cokro kali ini hanya berperan sebagai pengamat. Seperti dia, banyak pemain lain yang tidak bisa ikut serta dalam acara tersebut, dan akibatnya, forum menjadi riuh dengan protes.
Namun, 10 menit kemudian, notifikasi sistem lain menggema. Kabar tersebut menyatakan bahwa hari ini adalah Malam Tahun Baru Imlek di wilayah Indonesia dan dalam waktu 10 menit, mereka akan membuka Lomba Merebut Paket Merah. Semua pemain menjadi bersemangat mendengar berita tersebut, karena merebut paket merah adalah sesuatu yang selalu berkesan dan menyenangkan.
Saat notifikasi berbunyi, semangat meriah mewarnai seluruh wilayah. Maya Estianti yang duduk di samping Heru Cokro juga ikut bersemangat meskipun pertunjukan yang sedang mereka saksikan kurang menarik bagi gadis kecil itu. Heru Cokro menyempatkan diri untuk membuka forum dan memeriksa aturan Lomba Merebut Paket Merah.
Aturan lomba tersebut cukup sederhana. Para pemain yang ingin berpartisipasi harus dengan sukarela mengirimkan paket merah kepada Wisnu. Mereka dapat menempatkan berbagai nilai emas di dalam paket tersebut, tapi setidaknya harus ada perak di dalamnya. Kemudian Wisnu akan menumpuk semua paket merah dan membagikan emas secara acak kepada para peserta.
Lomba ini menarik perhatian banyak pemain karena memiliki elemen keberuntungan dan sedikit sensasi perjudian seperti membeli lotere. Meskipun keberuntungan bisa berpihak pada siapa saja, Wisnu telah menyediakan beberapa tindakan pencegahan untuk mencegah pemain hanya memberikan sedikit emas dan mengambil peluang besar untuk mendapatkan banyak uang. Para pemain yang memberikan paket merah besar berkesempatan mendapatkan tiket lotre, yang semakin besar jumlah emasnya, semakin tinggi kesempatan mendapatkan tiket.
__ADS_1
Selain itu, setiap mencapai seratus emas, pemain dijamin akan mendapatkan satu kupon lotre, dan jika paket merahnya besar, ada kesempatan untuk mendapatkan beberapa kupon. Kupon-kupon tersebut juga memiliki peringkat yang menentukan tingkat hadiah yang bisa didapatkan.
Tentu saja, tiket lotre ini memberikan peluang para pemain untuk mendapatkan hadiah menarik dari undian. Wisnu memberikan penjelasan tentang fungsi dan kesempatan dari tiket lotre ini, sehingga semakin membangkitkan semangat pemain dalam Lomba Merebut Paket Merah.