Metaverse World

Metaverse World
Operasi Serangan Musim Hujan


__ADS_3

Pada tanggal 18 Maret, operasi Serangan Musim Hujan Jawa Dwipa secara resmi dimulai.


Korban pertama mereka adalah dua kamp raider menengah. Tiga kompi kavaleri, bersama dengan tiga kompi infanteri dari kamp utama menghancurkan kamp raider satu per satu dengan kekuatan tak terbendung di bawah komando Raden Said. Operasi tersebut menyita 387 koin emas, peralatan dan perbekalan dalam jumlah besar, serta menangkap 67 bandit dan 241 personel non-tempur sebagai tawanan perang.


Pada hari yang sama, Kebonagung juga membawa kabar baik. Di bawah pimpinan Andika, garnisun telah memusnahkan dan menghapuskan kamp raider dasar. Adapun jarahan, Heru Cokro tidak menyentuh mereka dan sepenuhnya menyerahkannya ke Dusun Kebonagung.


******


Pada tanggal 20 Maret, setelah satu hari istirahat, pasukan Heru Cokro melancarkan serangan lagi.


Korban kali ini adalah satu-satunya kamp perampok terdepan di perbatasan. Agar lebih mudah, Raden Said bahkan memindahkan pasukan yang ditempatkan di Dusun Kebonagung untuk berpartisipasi dalam operasi tersebut. Raden Said pertama-tama memerintahkan kompi infanteri untuk memprovokasi musuh untuk memancing pasukan utama mereka keluar dari benteng. Dia kemudian memerintahkan kompi kavaleri untuk menembus barisan musuh dari belakang begitu mereka semua keluar dari benteng mereka, sehingga dapat menghancurkan mereka dalam satu kali gerakan.


Hasilnya sangat memuaskan. Mereka menyita 825 koin emas, persenjataan dalam jumlah besar, dan menangkap 232 bandit dan 375 personel non-kombatan sebagai tawanan perang. Selain itu, mereka juga memperoleh 1 gulungan teritorial, 5 token pekerjaan pejabat pemerintah, dan 1 batu bintang peringkat menengah.


[Gulir territorial]: Meningkatkan daya tarik orang berbakat khusus meningkat sebesar 5% setelah digunakan.


[Batu bintang] (peringkat menengah): Meningkatkan kapasitas penyimpanan hingga 100 meter kubik setelah digunakan.


Gulungan teritorial dan batu bintang langsung digunakan oleh Heru Cokro. Adapun 5 token pekerjaan pejabat pemerintah diberikan kepada Surya Prakasa, Puspita Wardani, Joyonegoro, Yani dan Yosi. Pada akhirnya, selain Divisi Intelijen Militer, Divisi Persenjataan, dan Divisi Keamanan, perwira inti divisi lain telah meningkatkan pekerjaannya menjadi pejabat pemerintah, meningkatkan efisiensi administrasi Jawa Dwipa ke tingkat yang lebih tinggi.


Ghozi, Direktur Divisi Intelijen Militer, juga berhasil naik menjadi perwira. Empu Supo Madrangi, Direktur Divisi Persenjataan, harus mempertahankan pekerjaan pandai besi tingkat lanjut, dan Direktur Divisi Keamanan, Hoegeng telah maju menjadi pegawai pemerintah.


Setelah beberapa pertempuran, kecuali Ghozi, Andika dan Agus Bhakti juga maju menjadi perwira. Agus Fadjari, Pendil Wesi, dan Mahesa Boma juga telah dipromosikan menjadi prajurit elit bintara tingkat tinggi, hanya selangkah lagi untuk naik menjadi perwira dasar.


Sersan yang bersinar dan tampil hebat dalam perang juga dipromosikan menjadi letnan, dipilih sebagai calon kapten alternatif. Seorang sersan bernama Kaditula Negoro telah bersinar paling cemerlang di antara semua prajurit dan langsung maju menjadi prajurit elit bintara tingkat tinggi, sehingga dipromosikan menjadi letnan peleton 2 dari kompi infanteri pertama.

__ADS_1


Namun, keheranan terbesar datang dari Wirama. Jenderal kecil ini telah berpartisipasi dalam setiap pertempuran dan setelah terobosan yang berhasil, maju menjadi mayor.


[Nama]: Wirama (golongan V)


[Status]: Mayor kompi kavaleri pertama Jawa Dwipa


[Profesi]: Mayor


[Loyalitas]: 90 poin


[Komando]: 40


[Kekuatan]: 50


[Inteligensi]: 25


[Meritokrasi]: Tombak Laras Slendro dan Pelog (Total 12 gaya)


[Peralatan]: Tombak Besi Halus\, Pedang Pemukul\, Kuda Perang Halus


[Evaluasi]: Mulai mempelajari seni perang dan berlatih tombak pada usia yang sangat kecil\, tetapi memiliki perilaku liar dan bohemian.


*******


Pada tanggal 22 Maret, Jawa Dwipa melancarkan serangan total di kamp raider air skala besar terakhir di perbatasan. Pasukan 900 tentara dari 3 kompi kavaleri kamp utama dan 3 kompi infanteri, bersama dengan pasukan angkatan laut dan pasukan yang ditempatkan di Kota Kebonagung, berbaris menuju kamp raider melalui darat dan laut di bawah komando Raden Said.

__ADS_1


Angkatan laut melancarkan serangan tipuan di sungai sebagai umpan untuk memancing bandit air keluar dari kamp mereka. Begitu bandit air terpancing keluar, kompi infanteri dan kompi kavaleri menyerbu dengan kecepatan kilat ke kamp raider dan mengambil alih kamp.


Dengan kamp mereka diambil alih dan jalan mereka untuk melarikan diri dicegat oleh pasukan angkatan laut, para bandit air yang tak berdaya tidak melihat harapan untuk menang atau melarikan diri, mereka akhirnya dengan terpaksa menundukkan kepala dan menyerah.


Karena strategi yang terencana dengan baik dan taktik efektif yang digunakan dalam pertempuran ini, kamp raider air dirobohkan dengan sedikit usaha. Selain 52 bandit yang terbunuh, 1000 orang lainnya di kamp semuanya menjadi tawanan pasukan Jawa Dwipa. Sebanyak 954 koin emas, sejumlah besar material, tiga kapal perang menengah, dan empat item khusus disita dalam pertempuran tersebut.


Barang-barang khusus ini termasuk dua jimat, serangkaian buku Seni Perang dan panduan manufaktur kapal perang Jung Jawa. Namun, sayang sekali dekrit pembuatan pemukiman yang diinginkan Maharani tidak jatuh dalam jarahan.


[Jimat Vitalitas]: Dapat dengan cepat memulihkan kekuatan dan kekuatan tempur saat digunakan.


[Jimat Tentara Gasti]: Meningkatkan kecepatan berbaris pasukan sebesar 50% selama dua jam setelah digunakan.


Kedua jimat itu sangat langka dan berharga. Ini karena, pada saat-saat genting, seseorang dapat membalikkan tabel keberuntungan jika digunakan dengan tepat. Adapun jimat tentara gasti, itu bahkan lebih berharga. Jika digunakan untuk merampok, itu bisa mengakibatkan perhitungan musuh yang salah. Sehingga menyebabkan pasukan mencapai barisan musuh lebih awal dari yang diharapkan dan dengan sengaja menghancurkan mereka dengan unsur kejutan.


[Nama]: Yuda Majapahit


[Statistik]: Setelah melengkapi\, meningkatkan kepemimpinan sebesar 10 poin dan kekuatan tempur batalion sebesar 10%.


[Evaluasi]: Salah satu dari buku kuno tentang seni perang. Sebuah buku terkenal yang berisi taktik dan pemikiran militer prajurit Majapahit\, sering dikenal sebagai nenek moyang dari setiap buku tentang seni perang. Yuda Majapahit memiliki total enam srategi brilian.


[Manual Manufaktur Kapal Perang Jung Jawa]: Memperoleh teknologi untuk memproduksi Kapal Perang Jung Jawa saat digunakan.


Kapal Perang Jung Jawa digunakan oleh kerajaan-kerajaan yang ada di Jawa sebagai kapal dagang dan kapal perang angkatan laut. Kapal perang jenis ini memiliki mobilitas yang baik, daya tampung besar dan daya dorong yang baik untuk merobek dan menindas kapal musuh karena lambungnya yang panjang, sempit dan besar. Sehingga dengan manual tersebut, galangan kapal angkatan laut akhirnya mendapatkan pengetahuan untuk memproduksi kapal dagang dan kapal perang moderat yang layak untuk mempersenjatai angkatan laut, serta membawa banyak material untuk diperjual-belikan.


Heru Cokro berpartisipasi dalam seluruh operasi Serangan Musim Hujan Jawa Dwipa, dan sebagai hasilnya, levelnya melonjak ke level 40, melampaui pemain petualang yang berada pada level 38 tertinggi dalam sekejap mata.

__ADS_1


Tidak hanya itu, berkat pemusnahan terus menerus dari empat kamp raider dan satu kamp raider air, keberhasilan pembentukan Kebonagung, dan mempromosikannya menjadi desa dasar, nilai jasanya telah meroket hingga 13200 poin dan nilai prestisenya mencapai 10450 poin. Sehingga, dia sekarang dipromosikan menjadi Camat I, dan naik ke tingkat bergengsi dan memperoleh gelar Patriot.


__ADS_2