
Bahkan Heru Cokro sendiri tidak percaya, jika Jawa Dwipa ternyata menjadi teritori pertama di dunia yang berhasil melawan invasi binatang liar. parrafin wax benar-benar membuat perbedaan yang sangat besar.
Karena kali ini adalah misi dunia, hadiah misi akan diberikan ketika semua pemain maharaja telah selesai. Memanfaatkan waktu ini, Heru Cokro datang ke pintu sisi barat untuk melihat situasi di sana.
Di depan pintu sisi barat, susunan api masih menyala-nyala. Kerbau yang terperangkap oleh nyala api hanya bisa mati, menyisakan mayat yang berserakan di mana-mana. Bahkan raja kerbau langsung meninggal dibawah panah kalamunyeng Jendral Giri.
Heru Cokro memerintahkan departemen logistik untuk mengisi parit yang diisi parrafin wax dengan tanah, agar api dapat segera padam. Jika hanya menunggu api padam secara alami, saya tidak tahu berapa lama waktu yang dibutuhkan.
Setelah api padam, ia berjalan mendekat ke tubuh raja kerbau untuk melihat apakah ada item spesial yang dijatuhkan. Mengambil, ternyata itu adalah “panduan tehnik domestikasi kerbau“. Benar saja, dengan cara ini, peternakan binatang pada teritori akan memiliki masa depan yang cerah.
Heru Cokro dengan tegas memanggil Wirama, menginstruksikan agar memimpin 40 tentara yang berada dalam regu kavaleri, untuk mencari dan menangkap kerbau sebanyak mungkin agar dibawa kembali ke dalam teritori.
Wirama menerima instruksi dan pergi ke arah dimana kerbau liar itu muncul pertama kali bersama prajurit kavaleri. Dengan mobilitas yang dimiliki oleh regu kavaleri, tugas ini seharusnya bisa dilakukan dengan baik.
Selanjutnya, dia memanggil Ghozi, menginstruksikan agar memimpin regu tentara kedua dan 30 prajurit sementara yang berada dalam tim cadangan militer, untuk pergi jauh ke dalam hutan mencari sapi liar. Meskipun teritori telah memiliki 12 ekor anak sapi liar, jumlah yang dibutuhkan untuk pertanian dalam skala besar, merupakan angka yang sangat menyedihkan.
Selain itu kesempatan biasanya tidak datang dua kali. Jikapun akan datang lagi, entah kapan kesempatan seperti ini akan muncul. Mengapa tidak sekalian memanfaatkan kesempatan luar biasa ini untuk menangkap sapi liar sebanyak-banyaknya dalam satu gerakan.
Setelah kedua tim tentara tersebut keluar, Heru Cokro memanggil Buminegoro dari Divisi Konstruksi. “Direktur Buminegoro, sekarang ada dua misi yang harus segera ditindak lanjuti oleh Divisi Konstruksi.”
“Yang Mulia, silahkan berbicara!” Selama ini masih dalam ruang lingkup kerja Divisi Konstruksi, Direktur ini tidak akan cemas apalagi ketakutan.
“Pertama, atur tenaga kerja sesegera mungkin untuk bangun kandang sapi dan kerbau berukuran besar di sisi barat wilayah. Pastikan bahwa ketika regu kavaleri membawa kembali kerbau dan anak sapi liar ke dalam teritori, sudah tersedia tempat tinggal.”
“Kedua, kerjasamalah dengan Divisi Cadangan Material untuk membersihkan parit yang telah digali sebelumnya. Tubuh binatang liar akan ditangani oleh Divisi Cadangan Material. Sedangkan Divisi Konstruksi bertanggung jawab untuk menutup lubang perangkap dan memulihkannya seperti semula. Ingat, jangan sampai ada yang terlewat. Kalau tidak, ketika kita jatuh ke dalam jebakan yang kita buat sendiri, itu benar-benar akan menjadi cerita yang konyol. “Kata Heru Cokro serius.
__ADS_1
Buminegoro terlihat canggung, dengan tegas mengatakan: “Ya, saya jamin akan menyelesaikan tugas dengan baik!”
Pada saat ini, Jendral Giri datang, tersenyum dan menyerahkan item yang telah dijatuhkan oleh raja sapi liar kepada Heru Cokro.
Heru Cokro memeriksanya, ternyata itu adalah jimat, ini item yang bagus, pada saat kritis, mungkin bisa digunakan untuk menyelamatkan nyawa.
[Rajah haus darah]: Setelah diaktifkan\, masuki status haus darah\, kekuatan tempur dikalikan dua selama setengah jam. Setelah efek haus darah sirna\, pengguna akan memasuki status lemah selama dua hari.
Tak lama, pemberitahuan sistem terus berdering. Secara singkat, konten itu berisi pemain yang menyelesaikan misi, pemain yang masuk dalam peringkat, serta pemain yang gagal menjalankan misi dan wilayahnya dimusnahkan oleh sistem.
“Pengumuman dunia: Selamat kepada Democrat dari Amerika Serikat, di bawah kepemimpinan Penguasa Jack Rothschild, berhasil menolak invasi binatang liar, menempati peringkat kedua dalam peringkat dunia!”
“Pengumuman dunia: Selamat kepada Muskovia dari Rusia, di bawah kepemimpinan Penguasa Romanov, berhasil menolak invasi binatang liar, menempati peringkat ketiga dalam peringkat dunia!”
“Pengumuman dunia: Selamat kepada Hartono Brother dari Indonesia, di bawah kepemimpinan Penguasa Roberto, berhasil menolak invasi binatang liar, menempati peringkat keempat dalam peringkat dunia!”
“Pengumuman dunia: Selamat kepada Wittelsbach dari Jerman, di bawah kepemimpinan Penguasa Markgraf Brandenburg, berhasil menolak invasi binatang liar, menempati peringkat keenam dalam peringkat dunia!”
“Pengumuman dunia: Selamat kepada Shiro Kiyosu dari Jepang, di bawah kepemimpinan Penguasa Eiichiro Nobunaga, berhasil menolak invasi binatang liar, menempati peringkat ketujuh dalam peringkat dunia!”
“Pengumuman dunia: Selamat kepada Vrindavan dari India, di bawah kepemimpinan Penguasa Asoka Bharata, berhasil menolak invasi binatang liar, menempati peringkat kedelapan dalam peringkat dunia!”
“Pengumuman dunia: Selamat kepada Dubrovnik dari Inggris Raya, di bawah kepemimpinan Penguasa Aegon Charles, berhasil menolak invasi binatang liar, menempati peringkat kesembilan dalam peringkat dunia!”
“Pengumuman dunia: Selamat kepada Versailles Palace dari Perancis, di bawah kepemimpinan Penguasa Harry Louis, berhasil menolak invasi binatang liar, menempati peringkat kesepuluh dalam peringkat dunia!”
__ADS_1
Dalam kurun waktu kurang dari satu jam, sepuluh juara teratas dunia telah lahir. Heru Cokro memeriksa peringkat dunia. Satu-satunya pengecualian adalah Acadia yang dipimpin oleh Jacques Cartier dari Kanada, yang menjadi juara kesepuluh dalam kehidupan sebelumnya. Karena penampilannya, ia digeser dari posisi sepuluh besar.
[Juara 1]: Indonesia — Jawa Dwipa — Jendra
[Juara 2]: Amerika Serikat — Democrat — Jack Rothschild
[Juara 3]: Rusia Region — Muskovia — Romanov
[Juara 4]: Indonesia — Hartono Brother — Roberto
[Juara 5]: Cina — Jinlong — Huang Chengyang
[Juara 6]: Jerman — Wittelsbach — Markgraf Brandenburg
[Juara 7]: Jepang — Shiro Kiyosu — Eiichiro Nobunaga
[Juara 8]: India — Vrindavan — Asoka Bharata
[Juara 9]: Inggris Raya — Dubrovnik — Aegon Charles
[Juara 10]: Prancis — Versailles Palace — Harry Louis
Karena kemunculan Heru Cokro, ada dua penguasa dari negara yang sama dapat menempati sepuluh besar peringkat dunia, ini belum pernah terjadi sebelumnya. Untuk sementara waktu, Indonesia membuat dunia terkejut.
Saat ini, Hartono Brother yang ada di dekat Ibukota, seorang pemuda tampan menatap papan peringkat dunia dengan wajah muram. Dia adalah Roberto dari Sembilan Naga Hitam, disebelahnya, duduk seorang wanita dengan kecantikan, kecerdasan dan kemuliaan tak tertandingi. Statusnya selalu menjadi misteri, tidak ada yang tahu detailnya kecuali Roberto.
__ADS_1
Dalam kehidupan sebelumnya, ada julukan untuk sepuluh wanita tercantik yaitu, “Miss Indonesia”, kecantikan, kecerdasan dan kemuliaan tak tertandingi ini berada di peringkat kedua.