Metaverse World

Metaverse World
Festival Tahun Baru Imlek


__ADS_3

Kalender Wisnu, 17 Februari tahun pertama.


Hari yan cerah untuk menguburkan orang mati.


Kemarin sore, kuburan telah dibangun. Hari ini adalah hari yang baik untuk membuka kuburan. Maka, abu kedua prajurit yang telah meninggal sebelumnya telah dibawa oleh Biro Administrasi.


Pagi-pagi sekali, semua pemimpin Jawa Dwipa, berkumpul di depan aula leluhur untuk upacara penguburan.


Aula leluhur telah diatur dengan baik. Toko kayu telah memilih kayu terbaik untuk membuat peti mati, dan memarkirnya di tengah aula. Abu orang mati juga telah dimasukkan ke dalam peti mati oleh tentara.


Karena prajurit yang tewas tidak memiliki kerabat yang masih hidup, tentaralah yang mengatur upacara penguburan mereka. Regu dua peleton kavaleri 1 dan regu 3 peleton kavaleri 2 bertanggung jawab untuk membawa peti mati.


Pemakaman dimulai di aula leluhur, melewati dusun, kemudian berbelok ke sisi barat teritori tempat kuburan itu berada. Pemakaman itu dibangun di tepi wilayah, bisa dianggap sebagai lokasi yang sempurna untuk tempat peristirahatan terakhir.


Setelah sampai di kuburan, mereka datang ke lokasi pesarean. Direktur Administrasi, Tuan Kawis Guwa, mengeluarkan kata-kata berkabung yang telah ditulis sebelumnya, dengan wajah yang sangat sedih saat mengucapkannya.


Setelah upacara penguburan selesai dilakukan. Hal itu cukup membuat para prajurit dan perwira yang berada disana merasa sangat disayangi. Karena dari sini, secara tidak langsung mengungkapkan tekad dan sikap wilayah dalam menghormati prajuritnya yang gugur.


Setelah kembali dari pemakaman, Heru Cokro secara alami tidak dalam keadaan emosi yang tinggi, dan pergi ke kantornya.


Pukul 2 siang, tiba-tiba ada Pemberitahuan sistem.

__ADS_1


“Pemberitahuan sistem: Tanggal 19 Februari tahun pertama Wisnu adalah perayaan tahun baru imlek. Untuk menambah kemeriahannya, akan diadakan kegiatan tahun baru imlek.”


“Pemberitahuan sistem: Pada malam tahun baru, akan ada sejumlah besar hewan yang datang dari hutan belantara untuk menyerang wilayah para pemain. Wilayah setiap pemain akan mengalami serangan brutal! Mereka yang berhasil mengusir invasi binatang liar ini akan menerima hadiah besar! Tuan-tuan, persiapkan dirimu!”


Pemberitahuan sistem acara festival tahun baru imlek, Heru Cokro hampir sepenuhnya lupa bahwa acara seperti itu pernah terjadi. Sebelum dia terlahir kembali, dia adalah seorang petualang yang tidak berpartisipasi dalam acara tahun baru, jadi dia tidak memiliki banyak kesan.


Pemain petualang di luar wilayah pada tahun baru juga memiliki kesempatan untuk bertemu dengan para binatang liar ini. Jika mereka bisa membunuhnya, mereka juga akan diberikan hadiah. Namun, anda membutuhkan keberuntungan untuk bertemu dengan mereka, tidak seperti para pemain maharaja.


Anda juga membutuhkan kekuatan, karena bos binatang liar setidaknya berada di level 30. Jadi jika anda sendirian, anda sedang berada dalam situasu yang sangat berbahaya. Oleh karena itu, untuk berpartisipasi dalam invasi binatang liar ini, anda membutuhkan kelompok tentara bayaran yang kuat.


Indonesia belum secara resmi menempati peringkat sepuluh besar kelompok tentara bayaran. Mereka terdaftar di peringkat tidak resmi di forum. Setiap ibu kota memiliki setidaknya satu kelompok tentara bayaran dan di antaranya, Ibukota Jakarta memiliki dua kelompok tentara bayaran.


Pada malam tahun baru, pria ini punya ide aneh. Ketika hewan-hewan itu menyerang wilayah, dia tidak membunuh mereka. Melainkan, mengangkat gulungan kontrak, dengan aneh memutuskan untuk mencoba dan menjadikan mereka sebagai hewan peliharaan.


Bos monster yang terluka tidak ingin menjadi hewan peliharaan manusia, tetapi secara tidak sengaja berubah menjadi danyang. Ini membuat Fathan sangat senang, dan memuji dirinya sendiri atas ide gilanya. Untuk periode invasi binatang liar itu, Fathan dan wilayahnya pasti akan menjadi pusat perhatian.


Tahun berikutnya, ada banyak penguasa yang cemburu dan ingin mengikuti apa yang telah dilakukan Fathan. Namun hasilnya berkata lain, mereka hanya menerima pemberitahuan sistem bahwa mendapatkan danyang untuk menjaga suatu wilayah adalah peristiwa unik dan tidak dapat diduplikasi lagi. Jadi mereka hanya bisa iri dan mengertakkan gigi.


Heru Cokro tentu saja tidak mau melewatkan keuntungan ini. Dia segera bangkit dan menuju ke pasar. Bangunan tersebut telah ditingkatkan menjadi pasar menengah, dan akirnya platform lelang telah dibuka. Sayangnya, platform lelang tersebut belum beroperasi secara resmi, jadi dia masih harus menunggu hingga bulan ketiga untuk dapat beroperasi. Itu masih setengah bulan lagi.


Gulungan kontrak dasar dihargai 100 koin emas, dan memiliki kemungkinan lebih besar untuk mengontrak hewan level 30 atau lebih rendah. Gulungan kontrak menengah dibandrol dengan harga 500 emas dan dapat mengontrak hingga level 60. Terakhir, Gulungan kontrak lanjutan dijual dengan harga 3.000 emas dan dapat mengontrak hingga level 80. Adapun mereka yang berada diatas level 80, mereka tidak bisa dikontrak.

__ADS_1


Dengan harga yang begitu mahal, Heru Cokro mungkin satu-satunya penguasa yang mampu membelinya. Bahkan dia hanya bisa membeli gulungan menengah. Kemudian, dia juga berdoa agar binatang yang datang tidak melebihi level 60 dan cocok dengak karakteristik Jawa Dwipa.


Mumpung berada di pasar, Heru Cokro mempertimbangkan kekurangan Jawa Dwipa, dan menghabiskan 10 koin lagi, membeli banyak lentera, kembang api, petasan, bait, buah persik, dan barang liburan lainnya. Dia bisa memberikannya ke Biro Cadangan Material secara gratis, untuk membantu memeriahkan perayaan tahun baru.


Sayangnya, setelah mencari lama. Heru Coro masih belum menemukan idol lain dari delapan dewa wasu. Kalu tidak, itu benar-benar kebahagiaan besar di hari raya.


Setelah membeli semua barang tersebut, uang pada tas penyimpanan Heru Cokro berkurang menjadi 246 koin emas. Dia awalnya ingin menyimpan beberapa koin emas untuk pelelangan. Siapa tahu koin emas akan mengalir begitu mudah, seperti air terjun.


Keluar dari pasar, ruang terbuka di depan pasar telah dipenuhi dengan barang-barang festival yang baru saja dibelinya. Heru Cokro hanya mengambil satu lentera darinya dan meninggalkan yang lainnya di lantai.


Gadis Laxmi melihatnya di dalam halaman kediaman penguasa, membawa lentera yang belum pernah dia lihat sebelumnya. “Ah, lentera yang sangat indah! Kak, kamu membelinya dimana? Di wilayah tidak ada yang menjualnya, bisakah kamu memberikannya kepadaku?”


Suaranya yang manis lembut, dengan sepasang mata yang besar menatap Heru Cokro dengan menyedihkan, seakan mengatakan, “Aku akan menangis jika kamu tidak memberikan apa yang aku minta”.


Heru Cokro benar-benar mengabaikan tindakannya dan malah memukul kepalanya. “Kamu ingin lentera, sekarang? Kemarin, apakah kamu lupa telah berjanji untuk membawakan peralatan saya?


“Aduh, sakit! Kakak benar-benar tidak tahu bagaimana merawat seorang wanita! Oww~oow!” Gadis Laxmi berakting sangat tersiksa saat dia menggosok kepalanya, berbalik dan berkata, “Tentu saja aku membawakan barang-barangmu. Hanya saja mereka sangat berat, jadi saya harus mengajak murid saya untuk membantu!”


Heru Cokro menatapnya. “Kamu tahu bahwa kamu seorang wanita? Kamu bertingkah seperti anak kecil setiap hari, bukan sesuatu yang dilakukan oleh seorang wanita. Sepertinya aku perlu berbicara dengan Fatimah. Dia perlu mengajarimu untuk bertingkah seperti seorang wanita dan melatihmu tumbuh dewasa.”


Pada saat yang sama, Fatimah baru saja keluar dari Biro Finansial. Mendengar kata-kata Heru Cokro, dia tersenyum dan berkata, “Kakak tidak perlu marah. Lagipula Laxmi masih muda, dan lebih baik menjadi muda, naif, polos dan tidak tumbuh terlalu cepat.”

__ADS_1


__ADS_2