Metaverse World

Metaverse World
Biro Medis


__ADS_3

Dia Ayu Heryamin lebih memilih di kediaman resmi bersama kakek dan keluarganya. Pada kenyataannya, keadaan telah memaksa mereka untuk hidup terpisah sebelumnya. Sekarang dalam permainan, dia tidak punya alasan untuk tinggal jauh dari keluarganya. Sedangkan Rama, dia bisa mengunjunginya setiap waktu. Karena tidak mungkin juga, Rama yang dikenal sebagai pangeran untuk tinggal di luar kediaman penguasa.


Pada kenyatannnya, hal ini sudah didiskusikan sebelumnya bersama Kakek Heryamin, Dia Ayu Heryamin dan keluarganya. Sehingga Rama Heryamin tidak perlu pusing untuk bekerja dan bisa menikmati permainan ini. Adapun mengapa? Heru Cokro, kakak kandungnya dan kakeknya sendiri tidak tega membiarkannya menjalani kehidupan yang sulit.


“Oh!” Kenang Heru Cokro, “Aku merasa para jenius yang lulus dari Fakultas Arsitektur di ibukota tidak dapat dikurung di Universitas Dewata. Divisi Konstruksi sedang membangun kembali dan menyegarkan wilayah tersebut. Ada banyak tempat yang membutuhkan bantuanmu. Aku melakukan sedikit riset dan menemukan bahwa beberapa temanmu itu semuanya berbakat.


"Berdasarkan pemahamanku, konstruksi Kecamatan Jawa Dwipa hampir selesai, jadi apakah kita masih dibutuhkan?"


Heru Cokro menggelengkan kepalanya, “Mengapa tidak? Itu hanya terlihat bagus di permukaan, tapi sebenarnya masih sangat kurang. Tidak hanya Universitas Dewata, ada juga sistem air, jembatan, dan bendungan, karena kurangnya panduan, proyek ini belum dimulai. Sedangkan dalam aspek ini, kalian semua adalah ahlinya.”


“Aku mengerti,” Dia Ayu Heryamin mengerti, “Kamu ingin memodernisasi wilayah ini?”


"Cerdas!" Heru Cokro memuji, “Dalam periode waktu ini, kalian semua perlu memeriksa wilayah dan membangkitkan apa yang menurutmu perlu diubah. Selama itu logis, aku akan mendukungnya.”


“Tidak masalah,” jawab Dia Ayu Heryamin.


“Dan setelah kamu menetap, sebagai pemimpin serikat, kamu perlu memotivasi Serikat Wangun Bumi untuk melakukan lebih banyak misi dan mencoba membawa serikat ke peringkat perak. Serikat Wangun Bumi adalah satu-satunya serikat yang diakui di sini. Aku perkirakan 1000 anggota tidak akan cukup.”


Dia Ayu Heryamin tersenyum, “Jadi, itu artinya aku sebagai pemimpin serikat masih ada yang harus dilakukan?”


"Tentu saja. Kamu adalah pemimpin masa depan dari serikat pemain kami!”


“Oke, aku akan meminta mereka untuk melakukan misi. Selanjutnya, menaikkan peringkat serikat akan meningkatkan spesialisasi yang tentu saja bagus untuk semua orang. Aku rasa tidak ada yang akan menolaknya,” Dia Ayu Heryamin meyakinkan.


Heru Cokro mengangguk dan setuju.


Setelah Dia Ayu Heryamin pergi, Heru Cokro juga meninggalkan aula pertemuan dan keluar dari kediaman penguasa.

__ADS_1


Sejak sistem ditingkatkan, dua bangunan di sisi alun-alun di depan kediaman penguasa telah mengalami beberapa perubahan.


Di samping sisi timur formasi teleportasi, ada aula batu setinggi delapan meter dan kotak batu besar berbentuk persegi. Meskipun itu adalah bangunan baru, ada pakis dan tanaman menjalar yang tumbuh di dindingnya, membuatnya tampak misterius. Ini adalah Aula Reinkarnasi yang terkenal.


Semua pemain yang tinggal di Jawa Dwipa meninggal, mereka akan bereinkarnasi di sini.


Pasar lanjutan berada di bagian barat juga telah berubah. Pasar sebelumnya adalah gubuk kayu dan alun-alun kecil, tetapi sekarang menjadi bangunan besar. Kotak kecil itu tidak ada di dalamnya.


Di dalam gedung, tidak ada bedanya dengan gubuk kayu.


Heru Cokro membuka platform lelang super untuk mencari manuskrip rahasia asli. Seperti yang diharapkan, harga manuskrip rahasia level emas sudah naik menjadi 400 emas. Apalagi ini masih naik dan berpotensi masih akan naik tinggi.


Heru Cokro ingat bahwa dalam kehidupan terakhirnya, di puncaknya, manuskrip rahasia emas asli berharga 800 koin emas, tapi itu berada pada tahun kedua.


Heru Cokro secara alami tidak ingin menunggu sampai saat itu. Seperti yang dia lihat, jika naik menjadi 700 koin emas, dia akan bersedia menjualnya.


Dokter Dharmawan masuk ke kediaman penguasa, merasakan banyak emosi.


Dia bisa dianggap sebagai salah satu generasi tua Jawa Dwipa yang datang ke sini pada hari kedua. Dia juga merupakan talenta lanjutan pertama di Jawa Dwipa, bahkan Direktur Finansial Siti Fatimah berada di bawah asuhannya sebelumnya.


Setelah urusan dengan magang, Dokter Dharmawan menurunkan harga dirinya dan tinggal di PUSKESMAS untuk merawat pasien dan juga merawat magang. Dalam setengah tahun, dia menghasilkan 50 magang dari Wilayah Jawa Dwipa, 20 dokter dasar, dan 5 dokter menengah.


Ketika dia baru saja datang ke Jawa Dwipa, dia adalah orang yang berharga. Namun hari ini, seiring dengan peningkatan wilayah, kediaman penguasa menjadi semakin ketat dan tidak semua orang bisa masuk.


Terakhir kali ketika Heru Cokro berbisnis dengannya, dia akan pergi sendiri ke PUSKESMAS. Hari ini, bahkan jika Heru Cokro mengirim seseorang ke PUSKESMAS untuk mengundangnya, itu akan menjadi kehormatan besar.


Hanya dalam waktu setengah tahun, Dokter Dharmawan merasa bukan siapa-siapa.

__ADS_1


Melihat Dokter Dharmawan masuk, petugas Manguri Rajaswa berdiri dan tersenyum. "Dokter Dharmawan, Tuan sedang menunggumu di ruang tamu, tolong ikuti aku."


Bahkan sebelum dia masuk ke ruang tamu, dia mendengar suara berbicara dan tawa menyebar dari dalam.


Dia memasang wajah penuh keraguan dan bertanya, “Tuan Manguri, apakah penguasa punya tamu?"


Manguri Rajaswa tersenyum tipis. “Benar, yang ada di kamar tamu adalah dokter terkenal yang datang kemarin. Jangan khawatir Dokter Dharmawan, Yang Mulia memintamu datang ke sini hari ini untuk urusan yang baik.”


Dokter Dharmawan mengangguk dan tidak berkata apa-apa.


Berjalan ke ruang tamu, Heru Cokro duduk di kursi utama, dan di bawahnya ada seorang lelaki tua berambut putih, keduanya sedang mengobrol serius.


"Yang Mulia, Dokter Dharmawan ada di sini." Manguri Rajaswa mengingatkan.


Heru Cokro berbalik dan saat melihat Dokter Dharmawan, dia tertawa. "Dokter Dharmawan, silakan duduk."


Dokter Dharmawan duduk di sisi lain di lantai bawah.


Heru Cokro secara alami tidak seemosional Dokter Dharmawan dan berkata langsung, "Dokter Dharmawan, izinkan aku memperkenalkan kepadamu, ini adalah dokter yang aku undang ke sini, namanya Kakek Anfasa."


Kakek Anfasa adalah salah satu dari 30 profesional, dan dalam kehidupan nyata, dia adalah seorang ahli bedah kelas atas.


Sebelum Dokter Dharmawan tiba, Heru Cokro telah meminta Kakek Anfasa untuk mengajarinya perbedaan antara pengobatan Indonesia dan barat.


Berdasarkan pengantarnya, pengobatan Indonesia berfokus pada pencegahan penyakit. Sedangkan pengobatan barat menekankan penyembuhan penyakit dengan imunisasi, diagnosa, operasi, dll. Keduanya saling meningkatkan dan dapat hidup berdampingan tetapi sulit untuk mengintegrasikannya.


Kakek Anfasa jujur bahwa dia telah lama mengagumi pengobatan Indonesia dan setelah mendengar Wilayah Jawa Dwipa memiliki seorang dokter tingkat lanjut, dia sangat bersemangat. Oleh karena itu setelah mendengar bahwa Heru Cokro bersedia membangun Biro Medis, dia secara otomatis menyerah dan ingin menjadi wakil direktur.

__ADS_1


Sebenarnya, bagi Heru Cokro, Kakek Anfasa lebih bermanfaat. Ini karena dia bisa mengembangkan tenaga medis militer dan mengirimkannya ke setiap unit untuk mengurangi jumlah korban.


__ADS_2