Muara Cinta Maulana

Muara Cinta Maulana
POV Maura


__ADS_3

''Aku pergi untuk kembali! Aku akan menuntut hakku pada kalian! Hak yang sudah kalian ambil secara paksa dariku! Tunggu dua tahun lagi! Aku akan kembali menemui kalian semua!''


**Maura Putri Kartika**.


🍁


🍁


🍁


Aku pergi untuk kembali! Bukan untuk pergi selamanya dari kalian berdua. Aku akan datang lagi dan menuntut hak ku pada kalian berempat. Aku pergi hanya untuk menenangkan hatiku yang sedang terluka karena kelakuan kalian berdua.. Sampai saat itu berbahagialah kalian semua. Semoga Allah selalu melupakan Rahmat nya kepada kalian semua.


Maafkan Maura, Abi.. luka ini begitu dalam dan terjadi berulang kali. Aku sudah tidak bisa mentolerir hal ini lagi.


Dulu, Abi dan ummi membela nya. Bahkan sekarang pun masih sama. Kalian berdua tetap mengabaikan ku!


Aku pergi karena ingin memantaskan diriku, agar tidak selalu kalian bandingkan dengan Almira.


Aku kecewa pada kalian berdua. Selama ini aku selalu diam dan mengalah. Bahkan saat melihat bang Lana pergi pun aku tetap mengalah.

__ADS_1


Demi apa? Demi kalian semua. Demi kalian semua aku relakan setiap hari hati dan tubuhku tersakiti karena sikap kalian yang selalu membandingkan ku dengan Almira.


Aku kecewa. Hiks ..


Bang Lana... adek mau Bang Lana.. tapi dimana sekarang Bang Lana?? Bahkan untuk menemui nya pun aku tidak berani..


Karena apa?


Karena aku malu. Aku sudah menghancurkan harga dirinya di depan kalian semua. Semua ini karena kalian berempat!


Tega kalian pada ku! hiks... Abang... adek mau Abang.. Maafkan adek, Bang.. bukan maksudku untuk melakukan hal ini. Tapi aku terpaksa.


Hiks.. hiks.. hiks..


Tapi dimana? Dan dengan siapa? Aku mau Bang Lana! Bukan yang lain! Hiks.. Abang...


Sedari dulu aku selalu menuruti kemauan Abi dan Ummi. Sedang Almira? Selalu kalian utamakan.


Apapun yang ia inginkan pasti kalian kabulkan. Termasuk ketika Alif ingin menikah dengan ku. Padahal dia tau yang sebenarnya. Bahwa pemuda itu hanya menginginkan dirinya. Bukan aku!

__ADS_1


Tega kalian padaku! Kalian siksa fisik dan batinku sekaligus. Kalian sangat hebat dalam bersandiwara.


Di depan ku kalian diam-diam! Tapi dibelakang ku, kalian berdua saling berbicara. Aku kecewa padamu Kak Almira.


Aku tak menyangka, jika kelakuan mu tidak pernah berubah. Selalu ingin menyakiti ku dengan semua kelakuan mu!


Dulu Bang Lana. Sekarang? Bang Alif. Apakah ini sudah menjadi kebiasaan mu Almira? Hiks.. aku kecewa padamu.


Bahkan aku jijik mendengar suara indah mu saat kau bersama dengan suami mu. Setelah melukai diriku, dengan enaknya kau menikmati malam pengantin mu.


Aku benar-benar kecewa sekarang. Rasanya tidak tau harus berbuat apa sekarang ini. Dan pagi ini?


Kalian melakukan hal yang sama. Kalian mengabaikan ku lagi. Hiks.. sakit sekali hatiku.


Begitu mudah ya kalian melupakan rasa sakit yang baru saja aku alami. Ya Allah.. berikanlah ketwnahn hatiku saat ini. Begitu juga dengan Bang Lana. Calon imanku dimasa depan.


Semoga Allah menyatukan kami nantinya. Untuk sekarang, biarlah aku harus pergi darinya. Aku pergi untuk memantaskan diriku yang buruk ini untuknya.


Aku pergi Bang! Kita akan berjumpa lagi setelah dua tahun kemudian. Disaat aku memang sudah benar-benar siap ingin me ikhlas dengan mu.

__ADS_1


Aku yakin, Abang tidak pernah ingkar janji. Aku akan menunggu Bang Maulana...


POV END.


__ADS_2