
Sedari pagi acara terus berlanjut. Hingga pada malam hari. Pukul sepuluh malam acara pernikahan pengantin pengganti itu selesai.
Almira yang begitu lelah, masuk kekamar bersama MUA sang perias. Mereka bergerak cepat untuk melepas semua aksesoris yang melekat pada tubuh Almira.
Setelah menikah tadi, Almira sempat mengganti pakaian hingga tiga kali ganti. Dan itu membuat Mira begitu lelah.
Bahkan saat makan malam tadi saja, Alif menyuapinya makan. Karena sedari siang Mira belum makan sama sekali.
Selesai dengan aksesoris dan juga baju pengantin nya, Almira masuk ke kamar mandi dan memulai mandi malamnya. Sementara para MUA sudah keluar saat Almira masuk ke kamar mandi.
Setengah jam kemudian, Mira sudah selesai. Bertepatan dengan Alif masuk kekamar mereka.
Kamar yang disulap dalam waktu satu hari menjadi kamar pengantin Almira dan Alif. Mira tersenyum melihat riasan di kamar pengantin nya.
Ceklek.
Pintu terbuka. Terlihat sosok masuk dan tersenyum melihat Mira yang baru saja selesai mandi.
''Udah sholat isya?'' tanya Alif
Mira menggeleng, ''Belum.'' jawabnya.
__ADS_1
Ia menunduk malu. Semburat merah timbul di pipinya. Alif terkekeh kecil. ''Ya sudah, Abang mandi bentaran ya? Tungguin! Jamaah kita sholat nya.''
Almira mengangguk masih dengan menunduk. Alif berlalu meninggalkan dirinya disana.
Dengan segera Almira menggelar sajadah untuknya dan untuk suaminya. Cukup sepuluh menit saja Alif sudah selesai dengan mandinya.
''Minta sarung, Dek!''
''Astaghfirullah! Abang!'' Almira terkejut saat Alif sudah berdiri tepat di belakang nya.
Wajahnya lagi, lagi merah merona. Dengan segera ia berlalu dari hadapan Alif. Mira mengambil sarung dan juga baju kaos milik pemuda tampan itu. Yang tersimpan di dalam koper di sudut kamar Almira.
Alif terkekeh kecil melihat kelakuan Mira padanya. ''Ini Bang!'' Mira menyerahkan baju itu pada Alif.
Malu.
''Ayo kita sholat isya berjamaah.'' Almira mengangguk patuh.
Mereka berdua melakukan sholat jamaah pertama kali setelah menikah. Selesai sholat isya, mereka berdua melanjutkan lagi dengan sholat sunah dua rakaat setelah menikah.
Setelah selesai, Alif berbalik dan memberikan tangan nya pada Almira. Almira menyambutnya suka cita.
__ADS_1
Sangat terlihat jika wajah itu sangat bahagia. Alif terkekeh kecil. Dengan segera ia membisikkan doa di telinga Almira dan memulai ritual pertama mereka setelah menikah.
Almira yang baru pertama kali merasakan nya sedikit terkejut saat sesuatu menubruk palung surga miliknya.
Namun Alif bisa menenangkan nya. Hingga palung surga itu dinikmati oleh dua insan yang sudah halal.
Satu jam kemudian mereka berhenti dengan nafas saling memburu. Almira tersenyum malu-malu.
Sedangkan Alif terkekeh lagi. Ia sangat suka melihat wajah Almira seperti itu. ''Dek..'' panggil Alif.
''Hem,'' sahut Almira. Ia masih betah dalam pelukan hangat sang suami.
''Gimana sama Maura ya?'' tanya Alif dengan mengelus lengan Mira yang terbuka.
''Maura baik-baik saja, Bang. Tidak usah khawatir. Aku tau seperti apa adikku itu. Jika bukan karena ummi yang mendesak nya, pastilah Maura tidak akan seperti itu..'' lirih Almira dengan sendu.
Ia semakin menyurukkan wajahnya di leher Alif. Membuat pemuda yang sudah berubah menjadi suami Almira itu menghela nafasnya.
''Sebenarnya... Abang ingin menikah dengan mu. Tapi Papa salah paham sama Abang. Ia kira Abang menyukai Maura. Begitu juga dengan Mama. Karena melihat Maura yang begitu manis saat tersenyum. Tapi berbeda dengan mu. Kamu cantik! Ingin sekali Abang menolak perkataan Mama ketika melamar Maura dulu. Tapi Abang tidak bisa.. Dan Alhamdulillah nya. Doa Abang dikabulkan! Ya.. walau harus Maura yang dikorbankan disini..'' jelas Alif membuat Almira mendongak menatap nya.
Cup.
__ADS_1
Kecupan sayang ia labuhkan di dahi Almira. Almira memejamkan kedua matanya merasakan rasa sayang yang disalurkan oleh Alif untuk nya.