Muara Cinta Maulana

Muara Cinta Maulana
Talak aku!


__ADS_3

''Ra-,''


''Cukup! Tidak ada yang perlu dijelaskan lagi! Cukup Sampai disini! Aku akan pulang kerumah Abi ku dengan atau tanpa persetujuan mu!''


Deg!


Lana semakin terkejut. ''Enggak! Kamu tidak boleh pergi! Abang melarang mu pergi walau satu langkah saja dari rumah ini!''


Maura menoleh, ia terkekeh sinis. ''Kenapa? Bukannya tadi Abang bilang menyesal menikahi wanita seperti ku?? Bukankah aku ini pembawa sial di dalam hidupmu? Makanya kau menyesal menikah dengan ku?! Aku tidak tuli dan juga tidak buta Maulana Akbar! Aku dengar semuanya! Jika memang dulu kau tidak ingin menikahi ku, kenapa kau datang ke Bandung untuk menyusul ku? Maaf, aku sudah mengambil keputusan. Aku akan pergi dari rumah ini sekarang Juga!'' tegas Maura.


Lana mengeraskan rahangnya. ''Sekali ku bilang tidak tetap tidak! Sampai kapanpun, aku tidak mengizinkan mu pergi dari rumah ini! Aku tau aku salah karena ucapanku begitu menyakiti mu! Tapi tidak dengan pergi dari rumah ini!'' balas Lana tak kalah tegasnya.


Maura menatap nyalang padanya. ''Apa sih, maumu? Tadi kau bilang menyesal menikah dengan ku! Lalu aku minta pergi, kau melarangnya! Apa yang terjadi sebenarnya dengan mu Bang Lana! Aku tidak salah dalam hal ini! Tapi kau tega menyakiti perasaan ku dengan mengatakan jika kau menyesal menikah denganku! Jika memang kau menyesal menikah denganku, kenapa dulu kau datang ke Bandung untuk membawa ku kembali?! Apa yang sebenarnya kau ingin kan Bang Lana?!'' seru Maura dengan suara naik satu oktaf.


Nara dan Ali yang baru saja tiba di depan pintu rumah Maura dan Lana terkejut. Mereka berjalan cepat menuju pasangan itu.


''Aku tidak menginginkan apapun. Yang aku mau, cuma kamu jangan melakukan hal itu diluar! Cukup aku dan keluarga kita yang tau! Tidakkah kamu tau, perbuatan mu itu mengundang musuh untuk datang kepada mu??'' seru Lana masih dengan suara rendahnya.


Maura terisak. ''Sebanyak apapun yang akan aku jelaskan padamu, kau tidak akan mendengarkan ku! Lebih baik kita berjalan di jalan masing-masing! Kamu dijalan mu! Dan aku dijalanku! Talak aku! Agar Abang terbebas dari wanita sial sepertiku! Benar kata perampok tadi. Aku Wanita Sialan! Lepaskan aku! Jatuhkan talak padaku! Agar kau terbebas dariku! Sekarang!'' seru Maura lagi


Sedangkan dua orang di depan pintu mereka berdiri mematung. Nara memegang tangan Ali begitu erat. Begitu juga dengan Ali. Mereka menatap terkejut pada Maura dan Lana.


Mereka berdua tidak menyangka jika karena kejadian itu Mereka berdua harus berpisah. Yang tidak habis pikir, kenapa Lana selalu saja seperti itu setiap kali ia tertekan di tempat kerjanya.


''Ma-maaf.. ka-kami me-mengganggu kalian berdua. Ka-kami hanya menyampaikan pesan dari istri komandan Kevin un-untuk kalian berdua ka-kalau kalian berdua di-di undang untuk menghadiri acara ramah tamah di rumahnya sekalian per-permintaan maaf dan juga u-ucapan Terimakasih untuk Kak Ma-Maura dari ibu-ibu yang tinggal di komplek ini. Itu saja! Ayo Bang kita pulang! Mungkin.. setelah ini adek akan sendiri tinggal di komplek ini. Hiks.. kita pu-pulang Bang! Assalamualaikum! ma-maaf mengganggu!!'' kata Nara sambil terisak, ucapannya seketika tergagap.


Ia memegang erat tangan Ali. Ali menatap datar pada dua orang yang terkejut karena perkataan Nara baru saja.

__ADS_1


''Dek..''


''Ayo Bang! Kita pulang!'' kata Nara lagi pada Ali.


Ali menatap datar pada Lana dan Maura. ''Maaf mengganggu waktu Kalian! Ingat Bang! Kak Maura sudah meminta mu menjatuhkan talak padanya. Kamu tau kan apa arti dari kata meminta talak??'' kata Ali pada Lana.


Lana diam. Sedang Maura masih terisak. ''Kamu telah berdosa bang Lana! Dan untukmu juga kak Maura! Tidak akan masuk surga bagi seorang istri yang meminta cerai , pisah atau talak kepada suaminya! Kamu tau itu Kak Maura! Tapi kenapa kamu mengatakan hal itu! Maaf, bukan maksudku menggurui kalian berdua! Aku hanya orang luar disini! Tapi aku hanya mengingatkan abang ku sekaligus rekan ku!''


''Jangan gegabah mengatakan kata cerai! Dan jangan juga menghujat ataupun menuduh seseorang sebelum adanya bukti dari Masalah itu! Abang keseringan berbuat seperti ini. Sudah ku katakan berulang kali. Jangan terpancing emosi saat komandan Kevin mengatakan hal buruk tentang istrimu! Cari tau dulu! Telaah dulu! Tapi Abang tidak mendengarkan ku! Kalian berdua salah! Tidak ada yang benar! Maaf! aku menjadi guru disini. Jika bukan aku yang meluruskan siapa lagi??''


''Tidakkah kalian melihat Nara yang begitu terluka karena pertengkaran kalian ini? Kecewa boleh. Itu hal yang wajar! Tapi bukan kata-kata yang sakit yang menyinggung satu sama lainnya! Sadar kalian berdua. Pernikahan kalian itu baru seumur jagung. Apakah semudah itu kalian berpisah? Setiap rumah tangga itu memilki Masalah masing-masing. Tapi bukan perceraian jalan keluarnya! Pikirkan itu baik-baik! Maaf menggurui! Tapi aku terpaksa meluruskan pada orang salah paham karena hal yang belum jelas dan tertekan karena orang lain! Kami pulang! Assalamualaikum!!''


Lana dan Maura membatu di tempat mendengar serentetan ucapan Ali yang menegur mereka berdua. Lana menatap nanar pada Nara.


Nara menangis. Ia memeluk tubuh Ali dan berlalu pulang. ''Tunggu Dek!'' cegat Lana pada Ali dan Nara.


Ali dan Nara tidak mendengarkan. Mereka masuk kerumah mereka dengan tergesa. Lana mematung di tempat karena melihat istri komandan Kevin berdiri tepat di depan pintu Nara.


Lana tidak menggubris. Dengan segera ia masuk ke rumah dan tidak mendapati Maura ada di sana. Ia berlalu menaiki tangga dan menuju kamar mereka.


Ceklek.


Pintu terbuka. Terlihat Jika Maura sedang menunaikan sholatnya yang tertunda. Lana menghela nafasnya. Ia pun bergegas masuk ke kamar mandi dan mandi untuk melaksanakan sholat Maghrib yang hampir habis.


Sementara Maura yang baru saja selesai sholat, ia bergegas turun dan menuju ke dapur untuk masak makan malam mereka. Mbak Sus dan Malda pun sudah ada di meja makan.


''Mamiiii!!'' panggil Malda.

__ADS_1


Maura tersenyum, ''Adek lapar??''


''Ya, lapal nagi!'' sahutnya dengan tersenyum lebar


Maura tertawa namun sendu. Hatinya masih sakit saat mengingat perkataan Lana tadi. Dan perkataan Ali tadi menyadarkan dirinya yang telah berucap salah pada Lana.


Ia bertekad ingin minta maaf pada Lana setelah makan nanti. Ia mulai sibuk dengan spatula dan wajan.


Sesekali terdengar suara gelak tawa Maura yang begitu keras. Seutas senyum terbit di bibir Lana. Namun, setelah nya senyum itu surut saat menyadari kesalahan karena perkataan nya yang begitu menyakiti hati Maura.


Ia berjalan turun menuju dapur, tapi langkahnya terhenti saat mendengar ucapan Maura.


''Jaga diri baik-baik ya? Malam ini Mami mau pulang kerumah kakek. Adek dirimah Sama Papi ya?''


''Puang? Numah tatek??''


Maura tersenyum. ''Ya. Mami untuk sementara akan tinggal disana. Adek disini saja. Jaga Malda Mbak Sus! Saya pamit. Assalamualaikum..''


Deg!


Deg!


''Sayang!!''


💕💕💕💕


Hemm.. hayoloh.. kak Maura merajuk loh..

__ADS_1


Disini othor nggak fokus sama pangkat ketentaraan ya.Othor fokusnya pada Lana dan Maura saja. Itu hanya sebagai selipan saja.


Mohon maaf jika tidak sesuai. 🙏🙏


__ADS_2