Muara Cinta Maulana

Muara Cinta Maulana
Keputusan Lana


__ADS_3

''Sudah ku Katakan berulang kali, pada mereka. Jika mereka akan kecewa nanti nya jika memaksaku. Dan ya, aku terpaksa melakukan hal yang sebenarnya tidak aku inginkan sama sekali. Bahkan Abi Hasan saja mendukungku untuk kembali dan bertemu dengan Abang. Katanya, titip salam untuk calon jendral!''


Deg!


''Jendral? Siapa? Abang?'' tanya Lana dengan raut wajah terkejut.


''Ya, Abang calon jendral!'' sahut Maura. Ia terkekeh saat melihat mulut Lana menganga.


''Hah??''


Maura terkikik geli. Sementara Mak Alisa terkekeh-kekeh. Ali dan Nara hanya diam saja. Mereka berdua seperti punya dunianya. sendiri.


Tak tahan dengan keakraban Ali dan Nara, adik Maura yang bernama Faizah mendekati mereka berdua.


Melihat itu Nara ingin beranjak pergi. ''Boleh gabung kan ya? Disini cocok kayaknya gabung sama kalian?'' imbuhnya sambil menatap Nara yang berwajah datar dan juga Ali yang sedang tersenyum padanya.


''Tentu, silahkan.'' jawab Ali masih dengan tersenyum. Nara dengan segera pergi meninggalkan mereka dan menuju balkon kamarnya.


Tiba disana ia membuka mushaf Al-Qur'an dan mulai mengalunkan ayat suci Al-Qur'an dengan suara merdunya.


Seseorang dibalik balkon sebelah tertegun mendengar suara merdu itu. Ia duduk disana sambil mendengar suara merdu itu.

__ADS_1


Bibirnya terus saja melengkung kan senyum manis. Sedangkan seseorang di belakang pemuda itu berwajah masam.


Kembali lagi pada Lana dan Maura.


''Calon jendral? Siapa yang bilang begitu? Abang cuma tentara biasa loh.. anak buah!'' Mak Alisa tertawa begitu juga dengan Abi Madan.


Tapi tidak dengan Maura. Ia menatap Lana dengan serius. ''Adek beneran Abang! Ini perkataan Abi Hasan. Seseorang yang ucapannya itu memang menjadi kenyataan! Dulu aja, katanya pesantren itu akan maju setelah Adek ada di sana. Dan ya. Semua itu terbukti selama dua tahun ini tentang pesantren yang mengalami kemajuan dengan pesat. Dan juga katanya, Abang akan datang dua tahun lagi setelah Abang selesai tugas dengan membawa seorang anak perempuan yang begitu cantik yang berdarah bangsawan kerajaan Malaysia! Apakah itu benar?''


Deg!


''Bagaimana mungkin Abi Hasan tau jika Abang bawa pulang bayi dari keturunan kerajaan Malaysia?'' tanya Lana dengan wajah terkejut.


Maura menghendikkan bahunya. ''Entahlah. Adek pun tak tau. Yang jelas, itulah perkataan Abi Hasan sebelum adek pulang kemarin. Dan ya, adek mendapatkan seorang putri yang begitu cantik saat ini. Putri Maldalya, ya 'kan sayang?''


''Sudah lah Nak. Lebih baik kamu putuskan sekarang, apa yang menjadi keinginan mu kemarin saat menyusul Maura ke Bandung. Katakan sekarang saja. Buat apa kerumahnya lagi? Iya kan Kak?'' tanya Mak Alisa pada Abi Madan.


Abi Madan mengangguk mantap. ''Baiklah.. seperti yang Abang katakan dulu. Setelah Abang pulang dari tugas, maka kamu harus siap Abang persunting. Apakah kamu bersedia menjadi istri Abang? Menjadi seorang istri dari seorang abdi negara?'' tanya Lana dengan serius.


''Insyaallah, adek siap. Kemana pun dan dimana pun Abang akan bertugas, adek akan ikut. Selagi perjalanan kita itu tidak mengganggu anak kita nanti, itu tidak menjadi masalah. Dan ya, adek bersedia menjadi istri Abang, lahir batin dunia dan akhirat!'' sahut Maura mantap.


''Alhamdulillah...'' ucap mereka bersamaan.

__ADS_1


''Oke. Sudah di putuskan. Jika kita akan menikah di hotel yang sudah disiapkan oleh para tetua kita ini. Kita akan menikah di hotel milik Papi Gilang. Karena hotel itu adalah tempat dimana kiat akan melangsungkan acara pernikahan seluruh tentara yang sudah memiliki calon istri. Bukan hanya kita. Namun, semua teman Abang yang lain juga begitu. Kamu sudah siap? Acara nya seminggu dari sekarang!'' tegas Lana


Maura mengangguk dan tersenyum. ''Asiap komandan!'' sahut Maura.


Sementara Ali, ia mematung ditempat. Ia tidak tau harus menikah dengan siapa. Sementara dirinya saja belum memiliki calon.


''Abang!''


''Eh, iya Dek! Ada apa?'' tanya Ali dengan wajah terkejut.


Nara terkekeh. ''Abang kenapa sih? Kok melamun?''


Ali terpana melihat Nara tertawa seperti itu. ''Apakah jika Abang meminta mu untuk menjadi istri Abang, apakah kamu bersedia Nara?''


Deg!


''Apa?!''


''Papi!!!''


💕💕💕💕

__ADS_1


Ha ha ha.. hayo loh .. anak gadis bungsu Papi Gilang dilamar loh.. 🤣🤣


__ADS_2