Muara Cinta Maulana

Muara Cinta Maulana
Bertugas kembali


__ADS_3

Setelah kejadian dimana Lana dan Ali saling tertawa terbahak karena mengingat naseb mereka yang begitu tragis.


Pengantin baru tapi tidak bisa seperti pengantin baru yang lainnya. Ingin bersenang-senang dengan sang istri tapi terkena palang merah.


Begitu juga dengan Ali. Ali bahkan lebih parah. Ia harus menahan diri agar tidak menyentuh sang istri sampai waktu yang di tentukan.


Ali sampai urung uringan sendiri jadinya. ''Ck! Abang masih enak! cuma sepuluh hari! lah aku? Dua tahun lagi euuyy.. bisa berkarat ini pusaka saking lamanya masuk sarang! Ck! Naseb.. naseb...'' keluh Ali pada Lana.


Sedang Lana tertawa terbahak. Semua itu terbuka saat Maura tak sengaja melihat tanda merah yang ada di leher Ali. Ali sangat malu. Ia tidak bisa menyembunyikan wajah merona nya pada mereka berdua.


Lana dan Maura mengejek Ali habis habisan. ''Hahaha... sudah buka gembok ternyata adek, Bang! Tapi jalannya kok nggak kayak pingguin ya?'' kata Maura dengan wajah polosnya.


Sedangkan Ali melototkan matanya. Ia menatap horor pada Maura. Maura terkekeh, ''Kenapa sih, liatin Kakak kayak gitu? Bener kan yang Kakak bilang?? Kamu belum berhasil jebol tanggul! Tapi sudah berhasil icip-icip si polos Nara?''


Ali melototkan lagi matanya. Wajahnya semakin merah karena malu.


Buhahahaha...


Lana tertawa terbahak mendengar ucapan Maura untuk Ali. Ia tak menyangka jika Ali begitu mesum otaknya saat bersama adiknya yang super polos itu.


Lana dan Maura tertawa bersama. Ali Hanya bisa menghela nafasnya melihat tingkah pasangan pengantin baru yang begitu absurd menurutnya.

__ADS_1


''Hadeeuuuhh.. habis dah Abang, dek! diledekin sama kedua Kakak kamu ini??Hem.. ck!''


''Hahaha... ternyata kamu sudah bisa meracuni adek Abang, ya Ali?? Hahaha... cepat sekali kamu mengajarinya! Gimana?? Sudah berhasilkah??'' goda Lana lagi pada Ali.


Ali terkekeh tapi merengut. ''Apanya yang udah Abang! Di ajarin sih udah! 'Kan seperti yang aku bilang tadi? Harus nunggu! dua tahun lagi!'' ketus Ali yang semakin membuat Lana dan Maura tertawa terbahak.


''Hahaha... kasian adik ipar ku ini nggak bisa jebol tanggul surga milik adik ku!!'' ledek Lana lagi masih dengan tertawa sambil menatap Ali.


Ali berdecak sebal namun terkekeh karena melihat Lana yang sudah tertawa dan tidak terdiam seperti tadi lagi.


''Hem.. kayaknya Abang juga tidak berhasil ya bertugas tadi malam??'' ledek Ali balik pada Lana.


Maura pun jadi salah tingkah. Ali tersenyum lebar. ''Hahaha.. Abang pun sama kan kayak aku??? Nggak berhasil juga jebol tanggul, eheeemm...!! hahahaha...'' Ali tertawa terbahak saat melihat Lana dan Maura salah tingkah bersama.


Mereka menunduk malu, sedangkan Ali semakin gencar menertawai nya. ''Hahaha.. belum jebol juga ternyata!! Hahaha... ternyata tugas malam yang Abang bilang itu tidak jadi??? Kenapa?? Si jago merah kah?? Atau... si palang merah???''


Lana melototkan matanya. Sementara Maura berlari ke dapur untuk bersembunyi karena malu dengan ucapan Ali yang benar adanya. Ia berlari ke dapur dengan tergesa-gesa.


Lana yang melihat itu melongo. Sedangkan Ali, ia tertawa terbahak saat menyadari jika tebakan nya itu benar adanya.


Buhahahaha...

__ADS_1


Pecahlah sudah tawa Ali. Lana semakin malu dihadapan Ali. Tugas yang katanya tadi malam ia ceritakan ternyata tidak berhasil juga. Padahal Lana sudah jumawa sama Ali.


Bahwa ia akan sukses besok pagi karena sudah mendapatkan sumber vitamin dari Maura. Ternyata...


''Hahaha... bertugas yang gagal!! hahaha...'' puas sekali Ali bisa menertawakan Lana.


Sekarang gantian, Ali yang berhasil menggoda Lana. ''Pantas saja itu muka abang kayak air butek! Keruh tak berbentuk! Ternyata eh, ternyata.. gagal bertiga karena palang merah toh.. hahaha... tadi malam bukan main senangnya muji diri sendiri bisa! Noh, takabur kan Abang! hahahaha...'' Ali semakin gencar menggoda balik, atasan sekaligus Abang ipar nya itu.


Sementara Maura tertawa cekikikan di dapur seorang diri karena mendengar ledekan Ali untuknya dan juga Lana.


Entah apa yang terjadi jika Nara juga ada disana. Maura tidak akan bisa membayangkan jika Nara akan memukul Ali habis habisan karena telah berhasil membuka rahasia mereka.


Bukan rahasia sih, tapi karena ketahuan oleh Maura. Ck! Dasar Maura! Sungguh mata yang begitu terang. Hingga sesuatu yang tersembunyi pun bisa terlihat di matanya.


Mereka asik tertawa dengan hal masing-masing. Sambil melempar ledekan dan canda bersama. Hingga terasa waktu Nara pulang sekolah pun sudah tiba.


Nara pulang sekolah langsung kerumah Lana. Karena ia tau, jika sang suami pasti sudah berada di sana menunggu nya bersama kedua kakak tersayang nya.


💕💕💕💕💕


Hehehe.. Abang dan adek sama-sama belum berhasil buka tanggul! Maapin othor ye?? 🤣🤣🤣

__ADS_1


__ADS_2