
Selesai dengan mandi, para lelaki dirumah itu menuju ke mesjid terdekat di komplek perumahan Abi Madan.
Lana berjalan beriringan dengan Abi Madan dan Faiz. Sedang Alif sudah berjalan di depan sendiri an.
Ia tidak ingin bergabung dengan ketiga orang itu. Ia sangat merasa malu saat ini. Sebenarnya.. Alif pun sudah tau, kalau Almira itu adalah putri kandung pamannya.
Yang berarti sepupunya. Kenyataan itu baru ia dapatkan saat Paman Edi berniat ingin menikah dengan ummi Aini.
Semua itu terbuka karena Alif memaksa nya untuk bercerita kisah cinta masa lalu mereka. Dan kenyataan yang paling mengejutkan ialah jika Almira putri Kartika Putri kandung dari Edi Santoso yang berarti sepupunya sendiri.
Sempat shock mendengar kabar itu. Belum lagi sekarang mereka sudah menikah secara sah. Tapi tidak sah secara agama. Karena bukan Paman Edi yang menikahkan mereka berdua melainkan Abi Madan yang tidak ada hubungannya dengan Almira sama sekali.
Ingin berbicara hal ini kepada Almira dan ummi Aini. Tapi mereka berdua sudah mengajaknya duluan untuk bertemu dengan Maura.
Untuk minta maaf katanya. Tepat seperti perkiraan Alif, jika Maura pun sudah tau jikalau ummi dan Paman Edi hampir menikah saat itu.
Paman Edi melihat Maura hadir disana bersama dengan Papi Gilang. Oleh karenanya, ketika Maura berkata seperti tadi, Alif menjadi ketakutan.
Ketakutan yang menjadi kenyataan. Dirinya paham agama. Namun semua ini telah terjadi sekarang. Apalagi yang bisa ia perbuat selain hanya diam di sudut sofa.
__ADS_1
Kalaupun berbicara, pastilah Maura akan terus memojokkan nya dengan kesalahan nya itu. Ia hanya bisa pasrah sekarang.
Tiga puluh menit kemudian, Abi Madan, Lana dan Faiz sudah pulang kerumah. Sedangkan Alif masih betah di mesjid. Entah pada yang di perbuat oleh pemuda itu.
Yang jelas ia belum ingin pulang.
Saat ini mereka semua sedang berkumpul kembali di sofa ruang tamu rumah Abi Madan.
''Pulanglah ummi. Kembalilah pada cinta ummi yang sesungguhnya. Abi dan ummi.. Memang tidaklah berjodoh. Pernikahan kalian memang cukup sampai disini. Aku sudah memaafkan segala kesalahan kalian. Jangan pernah mengungkit lagi masa lalu yang telah ku kubur.''
''Dan kau kak Mira. Pulanglah. Bawa pulang suamimu. Mandi taubat, setelah itu sholat taubat. Kemudian baru menikah lagi dengan suami mu. Aku sudah memaafkan mu! Pergilah! Ia tidak berani masuk, karena malu pada ku! Pulanglah, Alif sudah menunggu kalian bertiga diluar.'' Kata Maura pada ummi Aini dan Almira.
Maura mengusap tubuh ummi Hani dengan lembut. ''Allah saja memaafkan setiap kesalahan hambanya. Siapalah aku ini yang hanya manusia biasa. Sama seperti ummi. Tidak pantas aku tidak memaafkan Kalian semua..'' Lirih Maura dalam pelukan ummi Aini.
Ummi Aini saik tersedu. Namun ia mengurai pelukannya karena melihat Alif yang menatap mereka dengan sendu.
Sekarang Almira yang memeluk Maura. Wanita hamil dua bulan itu semakin tersedu saat Maura berbisik lirih di telinganya.
''Jangan menangis.. jaga kandungan mu. Pulanglah. Suami mu sudah menunggu mu sekarang. Aku sudah memaafkan segala kesalahan mu. Semuanya!''
__ADS_1
Almira semakin tersedu. ''Terimakasih dek.. terimakasih telah memaafkan saudara yang tidak tau diri seperti ku ini. Terimakasih karena sudah berbesar hati memaafkan semua kesalahanku.. hiks.. jangan lupa kabarkan kami, kapan kalian akan menikah ya? Hiks..'' ucap Almira dengan tersenyum, tapi terisak.
''Ya, acaranya Minggu depan. Di hotel Bhaskara group. Datanglah! Bawa serta Abi kandungmu.'' Ucap Maura dengan terus mengelus lembut punggung Almira.
Membuat Almira semakin tersedu. Dengan segera ia berlari menuju Alif dan ummi Aini yang sedang menunggu nya.
Ia tidak berpikiran pada Abi Madan. Karena beliau tidak ingin bersentuhan lagi dengan mereka berdua. Cukup meloaht dari kejauhan saja.
Maura melambaikan tangannya pada Almira. Setelah itu, ia berbalik dan mendapati Lana sedang berdiri dengan menatapnya dengan tersenyum lembut.
''Terimakasih sayang.. karena kamu telah memaafkan kesalahan mereka. Inilah Yang Abang inginkan. Jangan jadi pendendam karena itu akan mengotori hati kita. Tapi berbaik hatilah untuk memaafkan. Karena dengan memaafkan, maka hati kita menjadi tenang kembali. Gimana? Sudah tenang bukan setelah memaafkan segala kesalahan mereka??''
Maaura tersenyum dan mengangguk. ''Ya, adek tenang setelah bisa maafkan mereka berdua. Adek harus ucapkan terimakasih sama Mak. Karena Mak lah yang mengajarkan Abang tentang hal ini bukan??'' ucap Maura pada Lana hingga membuat Lana tertawa.
Abi Madan, Faiz dan Faizah terkekeh melihat tingkah calon pengantin baru itu.
💕💕💕💕
Tungguin! Faizah ntar mau ngamuk karena di tinggal nikah sama bang Ali! 😱😱
__ADS_1