Muara Cinta Maulana

Muara Cinta Maulana
Gagal?


__ADS_3

Lana dan Maura masih bersenda gurau diruang tamu. Saat ini Kan sedang menghimpit tubuh Maura yang tertidur terlentang di Ambal berbulu yang baru saja di belikan oleh Mak Alisa untuk nya dan juga untuk Nara.


Cup.


Kecupan hangat itu Ia labuhkan di kening dan bibir sang istri. Maura memejamkan kedua matanya saat merasakan kehangatan yang disalurkan oleh Lana melalui kecupan di dahinya.


''Boleh??'' tanya Lana dengan mata yang sudah berkabut.


Maura mengangguk dan tersenyum malu. Ia memejamkan kedua matanya. Lana terkekeh.


Cup!


Kecupan hangat itu ia berikan pada bibir tipis nan manis milik Maura. Kecupan, hisapan, pagutan yang begitu lembut membuat Maura terbuai.


Ada sensasi aneh pada diri mereka berdua. Mahar dan Lana sama-sama terbakar gairah. Satu ******* yang begitu membangkitkan gairah mereka berdua.


Sudah hampir seminggu ini Kan tidak bisa menyentuh Maura untuk pertama kali karena luka di tangan Maura yang belum sembuh dan belum boleh terkena air.


Dengan sangat tersiksa Lana berusaha sabar. Dan malam ini adalah kesempatan bagus untuknya. Ia ingin memulai sesuatu yang seharusnya sudah di mulai saat malam pertama mereka sah menjadi suami istri.


Hangat dan lembut semakin membuat tubuh keduanya panas dingin. Lana semakin gencar membuai tubuh halus seputih susu itu.

__ADS_1


Mulai dari memijat lembut, menghisap dan mengulum hingga menimbulkan sensasi aneh pada diri Maura.


Semakin lama semakin nikmat hingga rasanya tubuh itu ingin terbang ke awan. Tubuh putih seputih susu itu bergerak tak beraturan saat merasakan sesuatu yang begitu memabukkan terus saja menggoda dirinya.


Hingga saat Lana ingin menyentuh palung surga miliknya, Lana berhenti. Ia menatap Maura yang sedang terpejam menikmati setiap sentuhan halal dari sang suami.


Lana terdiam, ia menatap Maura dengan wajah datar. Merasakan tidak ada pergerakan sama sekali, Maura membuka matanya.


''Kenapa??'' tanya pada Lana.


Lana menghela nafas nya. ''Kamu kebanjiran sayang! Tuh! Lihat sendiri! Masa iya' Abang harus nerobos disaat banjir begitu?!'' kesal Lana pada Maura.


Lana terkekeh juga akhirnya. Maura selalu bisa membuat Suasana hatinya menjadi dingin kembali. Tidak seperti tadi, yang hampir saja meledak.


Cup!


Ia labuhkan lagi kecupan hangat di bibir ranum Maura. ''Bukan selokan di belakang rumah kita sayang.. tapi palung surga milikmu yang kebanjiran! Ishh.. gagal lagi, gagal lagi! hadeeeuuhh.. naseb... naseb!'' gerutu Lana tapi terkesan seperti sedang mendrama.


Maura tertawa. Ia sudah tau ada apa dengan dirinya. Sejak dirumah Nara tadi, ia sudah merasakan hal itu. Tapi tidak yakin sebelum melihat dengan mata kepalanya sendiri.


Muara memeluk tubuh Lana. Ia mengecup seluruh wajah Lana karena gemas. ''Hahaha... maaf Abang.. gagal lagi ya??'' goda Maura pada Lana.

__ADS_1


Lana pura-pura merengut sebal. ''Ck! Dasar kamu! Udah on begini malah di cuekin! Ishh.. ini gimana nurunin nya?! Udah berdiri tegak kayak pohon kelapa!'' kata Lana pada Maura semakin membuat sang istri tertawa terbahak.


''Ya.. maaf atuh Bang! Bukan adek sengaja. Tapi udah waktu nya! Abang kan tau sendiri jika siklus adek itu sering berubah-ubah?? Jadi ya.. begini deh jadinya.'' Imbuhnya masih dengan kekehan di bibir ranumnya yang semakin bengkak saja.


Lana semakin urung uringan. ''Ck! Tau gini tadi, Abang nggak mau nyentuh kamu! Hemm.. selalu saja gagal! Dua kali udah kayak gini! kemarin sama si pembunuh sialan itu! dan sekarang?! Si palang merah pula! Haisshh.. kasihan sekali hidup mu nak! Baru sekali seumur hidup ingin buka puasa malah tertunda! selalu gagal dan gagal! Ahhh... kesel ah!" rengek Lana begitu manja dalam pelukan Maura.


Maura tertawa terbahak mendengar ucapan Lana yang terkesan begitu lebay menurutnya. "Nggak akan lama kok. Cuma sepuluh hari aja."


"What?!'' pekik Lana dengan mengurai pelukannya dari tubuh polos Maura. Saat ini mereka berdua masih saja berada diruang tamu rumah mereka.


''Hahaha... sabar ya? Kan cuma sepuluh hari? Gimana pula dulu hampir kia tahun Abang tidak menyentuh ku?'' goda Maura lagi.


Lana semakin menjadi. Ia meremas bantal sofa dengan dramatis. Ia menggigit bantal itu dengan kedipan nakal pada Maura. Maura tertawa.


Ia semakin gencar menggoda Lana yang sudah on fire tapi tiba-tiba down lagi menjadi lembek kayak nutrijel!


💕💕💕💕


🤣🤣🤣🤣 Maaf maapin othor ye Bang? Othor belum bisa menghindari keinginan kamu!


Kasihan tuh adek Nara sama Bang Ali! 🤣🤣🤣

__ADS_1


__ADS_2