
''Apakah Lana bisa pulang sebentar saja? Aku ingin mengatakan sesuatu padanya. Aku juga ingin minta maaf atas kejadian yang menimpanya kemarin ..'' lirih Abi Madan, ia menunduk.
Malu rasanya melihat wajah Mak Alisa yang tidak tersenyum pada nya sama sekali seperti biasanya.
Mak Alisa mengernyitkan dahinya, ''Minta maaf?''
''Ya..'' Sahut Abi Madan masih dengan menunduk.
''Buat apa? Untuk menyakiti nya kembali setelah kamu minta maaf? Sudah tidak ada gunanya lagi! Sekarang putraku telah pergi, karena putrimu Kak Madan!'' seru Mak Alisa dengan suara naik satu oktaf.
''Sayang...'' tegur Papi Gilang sembari mengelus tubuh bagian belakang Mak Alisa.
Mak Alisa berdehem dan beristighfar. Papi Gilang terkekeh. Sedangkan Abi Madan tubuhnya berguncang hebat.
''Tak ada gunanya lagi kau meminta maaf Kak Madan! Putraku telah pergi untuk bertugas selama dua tahun lamanya. Sementara hatinya belum lagi sembuh akibat perbuatan mu dan keluarga mu! Dan sekarang? Kau ingin aku menyuruh putraku pulang hanya sekedar untuk minta maaf? Gara-gara kau dan putrimu, putraku pergi dariku karena menghindari rasa sakit yang kalian torehkan padanya!''
''Putriku juga pergi dari rumah tadi pagi Alisa!'' seru Abi Madan dengan suara naik satu oktaf.
__ADS_1
Deg!
''Apa?!'' pekik Mak Alisa.
Papi Gilang mencondongkan duduknya dan menatap Abi Madan dengan instens. ''Kenapa?'' tanya nya.
''Karena ketidak tegasan ku kepada Almira membuat Maura yang menanggung semua ini. Maura tak pernah menerima perjodohan itu. Namun, ia tidak membantah ummi nya sama sekali. Dengan terpaksa ia menerima dengan lapang dada.. hah..'' lirih Abi Madan dengan mendongak kan wajahnya ke atas.
Buliran bening itu mengalir di pipi paruh baya nya. ''Maura tidak jadi menikah dengan Alif, Alisa..''
''Apa maksud mu? Bukannya kemarin itu setelah kami pulang, acara pernikahan itu tetap berlanjut? Lalu mengapa sekarang, kau katakan tidak jadi menikah? Kau ingin mempermainkan hidup putraku, kak Madan?'' seru Mak Alisa.
Abi Madan menggeleng, ''Maura tidak menikah dengan Alif, tapi Almira lah yang menikah dengan pemuda itu. Pada saat itu, Maura jatuh pingsan hingga tiga jam lamanya. Ia terus saja mengigau memanggil nama Lana..''
Lagi, Mak Alisa mengernyitkan dahinya. ''Lantas, kenapa jadi Almira yang menikah dengan Alif? Sementara Almira lah yang kalian jodohkan dengan anak pengusaha itu?''
''Demi menutup rasa malu keluarga kami, Almira yang menjadi pengantin pengganti untuk Maura. Ia menerima itu dengan lapang dada. Karena dia dan Alif saling menyukai!''
__ADS_1
''Apa?! Lalu, Maura?'' tanya Mak Alisa lagi.
''Maura tidak mau menerima perjodohan itu. Dan ternyata Maura tau segalanya. Namun ia tidak berani membantah keinginan Aini untuk menolak perjodohan itu. Dengan kata lain, jika Almira dan Alif sengaja dengan mengorbankan perasaan Maura agar keinginan mereka tercapai! Aku menyesal karena sudah menikahkan mereka berdua! Jika bukan Maura yang mengatakan pada ku tadi pagi, maka aku pun akan menganggapnya sama dengan yang lain. Akan menyalahkan Maura dalam hal ini karena menolak menikah dengan Alif!''
''Astaghfirullah al'adzim... Maura..'' lirih Mak Alisa.
''Maafkan perbuatan putriku Almira, Alisa. Karena salah asuhan ketika aku mendidiknya maka putriku Berbah menjadi keras kepala seperti itu..''
''Bukan sekarang saja ia pernah menyakiti Maura, tapi sudah sering kali terjadi. Bahkan Maulana pun tau. Dia lah yang selalu membujuk Maura untuk tetap bertahan disana sampai dirinya menjemput Maura untuk ia jadikan istri. Aku tau itu, Alisa. Tapi aku tidak bisa menolak keinginan Aini pada saat itu. Padahal aku sudah berusaha menentang nya. Namun, aku bisa apa? Jika Maura saja menerimanya?''
💕💕💕💕💕
Like dan komen! Harus!
Vote dan Rate? Apalagi!
Othor tunggu! Othor tau loh.. mana yang sering like dan sekedar Bampir aja? 😏
__ADS_1
Hihihi...