
Semenjak kedatangan kedua orang tuanya di kediaman nya sebulan yang lalu, Nara tidak pernah lagi bertemu dengan kedua orang tuanya itu.
Hari ini Nara sedang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler tambahan di sekolahnya. Ia akan pulang sore lagi sama seperti lima bulan yang lalu.
Nara menghela nafasnya saat merasakan kerinduan yang begitu dalam terhadap sang pujaan hati yang pergi bertugas tepat sebulan pernikahan mereka berdua.
Dan Ali pun akan pulang sama seperti Lana. Dua tahun lagi. Mendengar kata-kata itu, begitu membuat dada Nara sesak. Padahal tahun ini ia akan naik ke kelas tiga. Ia melamun seorang diri di dalam kelasnya.
Semenjak kepergian Ali dan Lana dalam bertugas, keceriaan Nara semakin berkurang. Semakin hari semakin irit bicara. Ia akan bicara jika ada yang bertanya. Ya, sekedar itu saja. Berbeda ketika ada Ali.
Ia sering kali duduk melamun seorang diri. Terkadang saking rindu nya sama Ali. Nara Sampai memimpikan Ali disana yang sedang kesusahan karena dirinya yang begitu tidak bisa bersikap dewasa.
Mengingat mimpi itu, Nara merasakan suatu dorongan sesak untuk di keluarkan. Hatinya sesak, matanya memanas. Ia menangis sesegukan di dalam kelasnya seorang diri.
Rasanya ia tidak ingin pulang kerumahnya. Karena dirumah itu selalu saja ia terbayang-bayang akan kehadiran Ali. Sang suami. Nara menangis sesegukan disana.
__ADS_1
Seseorang berdiri di depan pintu dengan tangan mengepal erat. Ia masuk ke ruangan itu dan langsung memeluk Nara dengan erat.
Grep!
''Hiks.. Abang... adek nggak mau pulang... adek disini saja ya? Hiks..'' Isak Nara dalam pelukan Algi.
Ya, Algi. Saat ini Algi lah yang menunggu Nara di parkiran. Lelah menunggu karena Nara tidak kunjung datang, akhirnya Algi menyusul Nara ke kelasnya. Dan benar saja seperti dugaannya.
Bahwa Nara tidak keluar karena sedang menangis seorang diri di kelasnya. ''Sudah.. suami kamu baik-baik saja disana. Jangan begini.. Abang pun sakit melihat mu seperti ini.. Kita pulang ya?'' bujuk Algi dengan lembut nya.
Mereka sekolah di tempat yang sama. Ingin Algi membawa mobil, dan di supiri oleh supir. Tapi Nara menolak. Ia hanya ingin pergi dengan motornya. Motor Ali. Bahkan bau harum tubuh Ali sangat ia rindukan saat ini. Di motor ini, Ali dan Nara saling melempar canda tawa bersama.
Mengingat kenangan itu, kembali membuat Nara menangis. ''Hiks.. Abang...'' lirihnya sambil mendekap tubuh Algi. Bahunya berguncang. Algi tau itu.
Ia hanya bisa mengelus lembut tangan adik nya untuk memberikan semangat padanya agar tetap kuat. Sepanjang jalan yang dilalui Nara begitu menyiksa dirinya.
__ADS_1
Kenangan nya bersama Ali begitu membuat nya merana karena begitu merindukan Ali. Sang suami pujaan hatinya.
''Sudah .. jangan menangis. Kita pulang kerumah Mami ya? Disana ada Tiara yang akan menemanimu saat Abang pergi bekerja. Kita pulang kesana aja ya?'' bujuk Algi lagi.
Nara tetap menggeleng. Algi menghela nafasnya lagi. Lagi dan lagi Nara menolaknya. Inilah yang terjadi pada diri nya jika ia membujuk Nara.
Mami Alisa dan Papi Gilang sudah membujuk Nara untuk ikut bersama mereka. Tapi Nara menolak nya. Ia tetap Keukeh ingin pulang kerumah mereka berdua. Apa yang bisa Algi perbuat jika Nara sendiri menolaknya?
''Abang masuk dulu. Biar adek buatkan makanan. Temani adek makan ya? Adek kesepian nggak ada Bang Ali..'' lirihnya begitu menyayat hati.
''Ya, Abang akan temani kamu. Lusa, Abang akan bawa Tiara kesini. Agar kamu punya teman untuk berbicara. Jangan putus asa dan selalu doa kan bang Ali. Doa seorang istri itu cepat di ijabah oleh Allah. Hem? Kamu harus kuat dan tegar! Hadapi semua ini dengan ikhlas. Tawakal kuncinya. Kita punya Allah tempat meminta. Adukan semua kegelisahan hati dan rasa rindu mu kepada Allah. Agar Allah menyampaikan nya kepada suami mu nan jauh disana. Ayo, bersih-bersih dulu. Setelah nya makan. Pergilah. Abang tetap menunggumu disini.'' kata Algi pada Nara.
Nara mengangguk setuju dan segera berlalu meninggalkan Algi yang duduk sembari menghela nafas panjang. Mengingat sang adik yang begitu merindukan sang suami membuat hatinya pun ikut bersedih.
Semoga Ali baik-baik saja disana. Semoga saja.
__ADS_1