Muara Cinta Maulana

Muara Cinta Maulana
Di usir dan diceraikan dalam waktu bersamaan


__ADS_3

Sementara di kediaman Abi Madan, saat ini mereka masih meratapi kepergian Maura. Ingin mengikuti, tapi Almira melarang.


Lagi dan lagi kedua orang tuanya menuruti. Inilah yang sangat di sesalkan oleh Maura. Setiap hari jika Maura yang berbicara, ummi pasti tidak mendengar nya.


Begitu juga dengan Abi Madan. Berbeda dengan Almira. Gadis cantik berparas ayu itu, selalu di utamakan oleh kedua orang tuanya.


''Hiks.. maaafkan kakak Abi.. bukan maksud kakak melarang Abi untuk menyusul Maura. Tapi biarkan Maura tenang dulu. Baru setelahnya kita susul.'' ucap Maura dengan duduk di depan kedua orang tuanya yang terdiam mematung memandangi kepergian Maura.


''Benar apa yang dikatakan Almira, Abi.. sebaiknya Abi istirahat dulu ya? Ummi pun begitu. Ayo, kita ke kamar.'' imbuh Alif dengan segera mengangkat dua orang paruh baya itu ke kamar.


Namun belum lagi tangan Alif menyentuh tubuh Abi Madan, Abi Madan menoleh padanya dengan tatapan dinginnya.


''Kau tau Alif? Baru satu hari kau disini. Tapi kelakuan mu sudah sama seperti istrimu! Yang lebih mementingkan diri sendiri dibandingkan dengan putriku yang lain! Kalian berdua cocok! Sangat cocok!''


Deg.


Deg.


''A-apa maksud Abi?'' tanya Almira.


''Kau tau apa maksudku Almira! Karena kau! Putriku pergi dari rumah ini! Karena ku turuti semua kemauan mu, putriku setiap harinya menderita! Semua ini karena kau Almira Putri Kartika! Sikap kalian berdua itu sama! EGOIS!''

__ADS_1


Ddddduuuaaarrrr..


Tersentak Almira mendengar nya. ''Abi.. aku tidak seperti itu.. yang aku katakan itu benar adanya. biarkan Maura tenang dulu baru setelahnya-,''


''Baru setelahnya ia mati karena selalu menerima ketidak adilan dari mu dan suami mu?!?''


Ddddduuuaaarrrr..


Lagi petir itu terus menyambar pengantin baru yang baru sehari itu. ''Kalian tau apa selama ini? heh?! Kalian tak tau apapun! Aku yang lebih tau seperti apa putri kedua ku itu! Karena kau!'' tunjuk Abi Madan pada Ummi Aini. ''Dan kau!'' tunjuknya pada Almira. ''Dan kau pendatang baru di rumah ini! Karena kalian bertiga putri ku harus berkabung setiap harinya!''


Alif terkejut. Ia tergugu denga ucapan Abi madan. Ia tidak tau harus bicara apa lagi saat ini. Begitu juga kedua orang itu. ''Demi menuruti keinginan mu, kau rela melukai saudara mu yang lain Almira. Apakah aku pernah mengajarkan mu seperti itu selama ini? Ataukah aku yang salah asuhan selama ini?!''


''Abi!!'' Seru ummi Aini. Ia menggeleng dengan air mata terus bercucuran.


Ddddduuuaaarrrr...


''Abi...'' panggil mereka bertiga secara bersamaan.


Lagi suara petir itu terus menerus menimpa kehidupan Almira saat ini. ''Abi... hiks..'' panggil Almira.


''Keluar!''

__ADS_1


''Kakak nggak mau Abi!'' bantah Almira.


Abi Madan terkekeh sumbang. ''Bahkan Maura tidak sekalipun membantahku seperti yang kau lakukan sekarang!''


Deg!


Deg!


Almira membeku di tempat. Begitu juga dengan Alif. Ia yang ingin mengatakan sesuatu tidak jadi mengatakan nya.


''Pergi! Dan jangan pernah kembali ke rumah ini! Sampai Maura kembali lagi kerumah ini, Sampai saat itu juga aku tidak akan pernah merestui pernikahan kalian berdua! Gara-gara kau! Putri ku yang lainnya pergi meninggalkan ku! Pergi dan jangan pernah tunjukkan batang hidung mu padaku!''


''Dan untukmu Syarifah Mariani Kartika, aku melepaskan mu dari belenggu pernikahan ini. Aku menjatuhkan talak dua padamu! Pergi dan jangan pernah kembali lagi kehadapan ku! Sudah cukup selama ini aku bersabar dengan kelakuan mu! Pergi! Tinggalkan aku sendiri!'' titah Abi Madan begitu tegas.


Tidak ada keraguan di setiap ucapannya. Amira, Alif dan Ummi Aini membeku di tempat.


Seluruh rongga paru-paru dan otot kakinya lemas bagai tak bertulang. Ummi Aini menatap nanar pada sang suami.


Begitu juga dengan Almira dan Alif. Mereka tergugu. Membisu di tempat mereka berpijak saat ini.


Mereka di usir dan diceraikan dalam waktu yang bersamaan. Apakah mereka sanggup menghadapi semua ini?

__ADS_1


💕💕💕💕💕


__ADS_2