
''Sepandai-pandai tupai melompat pasti akan jatuh juga. Sepandai-pandai menyimpan bangkai pasti akan tercinta juga bau busuknya! Tega kamu Aini! Menjerumuskan putrimu ke dalam lubang dosa. Beruntung nya aku, bisa menyadari jika pada saat itu kau sedang berbadan dua. Tapi aku masih berusaha meyakini jika Almira adalah putriku! Ternyata... astaghfirullah... aku pun berkubang dosa selama ini!!'' pekik Abi Madan begitu shock.
Lana tak bisa berbicara apapun saat ini. Fakta ini begitu mengejutkan nya. Yang ia tau, hanya tentang perselingkuhan ummi Aini dengan rekan bisnis Papi Gilang.
Tapi ini??
Lana menatap nanar pada Maura yang saat ini terus saja terisak. Sementara yang bersalah, menatap datar pada mereka berdua.
''Kenapa??''
Setelah sekian lama mereka berdebat, kini suara Faiz memecah keheningan mereka semua.
''Kenapa jadi begini keluarga kita? Apakah hanya karena cinta lalu kita berbuat sesuka setelah tali pernikahan itu di ikrar kan? Kenapa? Kenapa kalian sebagai orang tua tega menodai janji suci pernikahan? Kenapa harus ada kejadian seperti ini dulu baru di ungkapkan? Kemana kalian saat semua ini terjadi? Kenapa tidak jujur, walau jujur itu begitu menyakitkan?! Aku benar-benar kecewa dengan kalian para orang tua!''
''Tak ku sangka! Orang tua yang selama ini ku anggap suci ternyata topeng belaka! Memakai topeng untuk menutupi keburukan di masa lalu! kejahatan di masa lalu hingga muncul di masa depan! Dan saat inipun, kejahatan beberapa tahun silam terulang lagi pada penerus nya. Apakah kalian orang tua tidak berpikir, jika orang tua yang melakukan hal tak terpuji seperti itu pasti akan menurunkan pada keturunan berikut nya? Tidakkah kalian sadar, bahwa orang yang melakukan kesalahan seperti ini pastilah keturunannya itu semua perempuan??''
Deg.
Deg.
Deg.
__ADS_1
Ummi Aini memejamkan kedua matanya. Begitu juga dengan Abi Madan. Mereka berdua membenarkan apa yang Faiz katakan.
''Jika kita pernah menodai putri orang, maka putri kita juga akan di nodai oleh orang lain! Jika kita berzina dengan pemuda yang kita cintai, otomatis keturunan kita pun akan melakukan hal yang sama!''
Deg.
Lagi, rasanya ingin mati saja. Saking tak tahannya dengan ucapan menohok dari Faiz untuk nya.
Ummi Aini dan Almira menangis dalam diam. Mereka berdua menatap lurus dimana Maura dan Lana berada saat ini.
Sedang Abi Madan, ia memijit pelipisnya yang mulai terasa sakit. ''Apa yang kalian pikirkan saat kalian melakukan hal berdosa seperti itu? Tidakkah kalian berpikir untuk masa depan kalian? Tidakkah kalian tau, bahwa Allah itu Tuhan yang Adil kepada setiap hambanya??''
Sedang Alif sudah tidak bisa di lihat lagi. Wajah itu begitu pias saat ini. Apalagi mendengar ucapan Faiz yang terkenal dengan ilmu agamanya selama belajar di Kairo.
''Kalian itu tidak akan lepas dari siksa Nya! Di dunia saja kalian sudah merasakan siksa neraka Nya? Lalu, bagiamana kalau seandainya kalian tiba-tiba saja meninggal disaat kalian belum bertobat dan belum memohon ampunan sama sekali kepada sang pengusaha diri kalian dan juga Alam semesta ini?? Apakah kalian berpikir sampai kesitu?? Aku rasa tidak! Yang kalian pikirkan saat itu ialah.. yang penting hasrat tersalurkan atas nama Cinta! Demi orang yang kita cintai, kita rela memberikan segalanya untuknya! Bukan itu arti dari kata cinta yang sebenarnya! Apakah kalian tau arti cinta itu yang sebenarnya??''
Diam.
Tak ada yang menyahut ketika putra paling kecil berbicara. Abi Madan bangga dengan putra nya itu.
Namun, ia kecewa pada dirinya sendiri. Yang selama ini pun berkubang dengan dosa. Tanpa ia sadari sama sekali.
__ADS_1
''Apa arti cinta bang Lana? Adek yakin, Abang tau arti cinta dalam Islam yang sebenarnya!'' kata Faiz.
Ia menatap pada Lana dengan tatapan sendunya. Lana menghela nafasnya. ''Cinta dalam pandangan Islam ( terj ) menjelaskan bahwa cinta adalah perasaan, getaran hati, pancaran secara naluri, dan terpaut nya hati orang yang mencintai pada pihak yang dicintainya, dengan semangat yang menggelora dan wajah yang selalu menampilkan keceriaan.'' Jelas Lana sambil menatap satu persatu dari mereka yang terdiam
Lana melanjutkan lagi, ''Adapun merawat cinta itu sendiri adalah pertama, tujuan niat, agar cinta berbuah ibadah, niat sucikan dalam bercinta karena Allah SWT semata.''
''Segala amal itu tergantung niatnya dan setiap orang hanya akan mendapatkan sesuai dengan niatnya. Barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan rasul Nya maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul Nya. Barang siapa hijrahnya itu karena kesenangan dunia atau karena seseorang wanita yang akan dinikahinya, maka hijrahnya itu di tujukan kepada yang di tuju nya.'' ( Muttafaq alaihi )
''Termasuk cinta yang dituju dengan salah kaprah. Maka hasilnya pun akan salah. Disini semua jelas. Semuanya tergantung niat. Jika niat kita karena Allah, maka Allah akan mempermudah nya. Tapi jika niat kita karena hal lainnya, Allah juga mempermudahnya namun... ia memberikan hukuman kepada kita atas semua yang kita lakukan karena telah menentang ajaran Nya!''
Ummi Aini, Abi Madan, Almira dan Alif mereka tertegun dengan ucapan Lana. Benar, segala sesuatu nya diawali dengan niat yang baik, maka baiklah akhirnya.
Namun juga sebaliknya. Jika awal niat saja sudah buruk, tidak menutup kemungkinan keburukan itu akan kembali kepada kita bukan?
Wallahu'alam.
💕💕💕💕
Maapkheun.. jika othor menulis belum sesuai dengan dalil. Othor masih baru belajar tentang hal beginian.
Jadi .. jika kalian menemukan sesuatu yang janggal, boleh kok kasi tau othor! Othor tunggu di kolom komentar!
__ADS_1