Muara Cinta Maulana

Muara Cinta Maulana
Melamar Nara


__ADS_3

''Abang!'' panggil Nara


''Eh, iya Dek! Ada apa?'' tanya Ali dengan wajah terkejut.


Nara terkekeh. ''Abang kenapa sih? Kok melamun?''


Ali terpana melihat Nara tertawa seperti itu. ''Apakah jika Abang meminta mu untuk menjadi istri Abang, apakah kamu bersedia Nara?''


Deg!


''Apa?!'' Pekik Papi Gilang, Lana dan Faizah.


Mereka bertiga yang sedang menaiki tangga dengan tujuan masing-masing terkejut mendengar ucapan Ali.


Karena mendengar suara ketiga orang memekik bersamaan, Nara menoleh.


''Papi!!!'' Nara terkejut melihat Papi Gilang berdiri dengan melongo memandang dirinya dan juga Ali.


''Papi...'' Panggil Ali.


Papi Gilang menghela nafasnya. ''Kita bicarakan dibawah. Mumpung masih rame. Ayo!'' ajak Papi Gilang pada Ketiga orang yang mematung melihatnya.

__ADS_1


''Pi...'' panggil Nara, matanya mengembun takut Papi Gilang marah padanya.


Ali bisa melihat wajah ketakutan Nara. ''Ayo, kita turun. Abang serius dengan omongan Abang sama kamu. Ayo..'' ajaknya pada Nara dengan lembut.


Nara mengangguk patuh. Dengan segera Ali menggenggam tangan halus itu dan menuju ke bawah karena Papi Gilang sudah menuju kebawah terlebih dahulu bersama Lana.


Tian di bawah, semau mata tertuju pada Nara dan Ali. ''Duduk, nak. Kita harus bicarakan ini segera. Jangan di tunda-tunda. Ini menyangkut anak Papi dan adik Lana.'' Kata Papi Gilang pada Ali.


Ali mengangguk, ia melepaskan genggaman tangan nya dari Nara, membuat Nara merasa kehilangan.


''Nak...'' panggil Mak Alisa.


''Begini Mak.. maafkan Ali sebelumnya yang telah mbuat Papi dan bang Lana terkejut. Tapi Ali benar-benar ingin melamar Nara menjadi istri Ali, Pi, Mak. Ali tidak sedang bercanda,'' ucap Ali dengan wajah serius.


''Tapi Nara masih sekolah loh ..'' ucap Lana menggoda Ali.


Ali menatap semua orang itu dengan serius. ''Ali tidak main-main Bang! Ali tau Jika Nara masih sekolah. Maka dari itu Ali ingin melamarnya sekarang juga. Dan Minggu ini kita akan menikah. Sama seperti Abang dan Kak Maura.''


''Kamu yakin? apa yang kamu lihat dari putri bungsu Papi? Hingga kamu memilihnya? Padahal disini juga ada Faizah yang sebaya dengan mu.'' selidik Papi Gilang.


Sebagai seorang Papi, ia harus tau dulu tentang calon menantunya ini. ''Pertama kali bertemu dengan nya dan melihatnya, Ali sudah suka padanya. Tingkahnya yang menggemaskan, baik dan juga penurut. Ali menyukai itu, Papi. Dan ya, Ali sudah jatuh cinta pada pandangan pertama pada Nara. Belum lagi saat bersama nya, Ali merasa tenang dan nyaman. Nggak tau aja Pi, rasa itu menulusup sendiri ke dalam hati. Baru pertama bertemu saja sudah menggetarkan hati? Apakah Ali harus melepaskan nya begitu saja? Betul, jika ini terlalu awal untuk menyatakan cinta. Ali lelaki dewasa Papi. Tau mana yang bisa membuat kita nyaman dan mana yang tidak. Aura Nara sangat menarik untuk Ali bisa mendekat padanya. Tidak mau jauh walau sedikitpun!'' tegas Ali sambil menatap dalam pada Nara yang juga sedang menatapnya dengan mata berkaca-kaca.

__ADS_1


Ali tersenyum lembut melihat Nara. Papi Gilang tersenyum, ada sesuatu yang istimewa dari calon menantunya ini.


Setiap ucapan nya itu tulus keluar dari dalam hati. Bukan ucapan semata supaya membuat mereka menjadi yakin.


Ia bisa melihat jika Ali ini sama sepertinya dulu saat masih muda. Tapi, ia ingin tau dulu apa pendapat keluarga nya termasuk putri bungsu nya.


''Baiklah, sekarang Papi tanya sama Mami, Lana, Rayyan dan Algi. Apakah kalian bersedia menerima Ali menjadi suami dari adik kalian, Kinara?''


''Mami setuju. Pertama kali melihat Ali, Mami sudah menyukainya. Sifat dan perilaku nya hampir mirip dengan Lana. Dan juga.. kayak nya Ali dan Nara ini mirip 'kan ya? Coba perhatikan baik-baik!''


Semua yang ada disana menatap Ali dan Nara bergantian. Algi memutar bola mata malas. ''Mana ada miripnya Mami. Bang Ali dan Nara berbeda. Emang nya bersaudara ala harus mirip? Sedang Abang aja nggak mirip dengan Nara. Padahal kita 'kan kembar?'' bantah Algi dengan wajah cemberutnya karena mereka semua mengatakan jika Ali dan Nara mirip.


Papi Gilang dan. Mak Alisa terkekeh, begitu juga dengan Lana dan Rayyan. Satu keluarga ikut tertawa melihat wajah cemberut Algi.


''Kamu Bang? Apa jawaban mu?'' tanya Papi Gilang pada Lana dan Rayyan.


Lana mendekati adik bungsu nya itu. ''Abang ikut apa kata Nara saja. Jika Nara menerimanya maka Abang pun akan menerima nya. Semua ini tergantung Nara. Jika Nara bersedia, nggak ada alasan bagi kita untuk tidak merestui nya. Sekarang Abang tanya sama adek. Adek mau menerima Ali sebagai suami Adek? Ali pria dewasa sama seperti Abang. Apakah adek tidak akan kecewa ke depannya? Bukan apa Abang bertanya seperti ini. Sekali kamu menjawab iya, kamu tidak bisa mundur lagi. Ayo, jawab dengan jujur. Apa yang menjadi keinginan hatimu, dan juga apa pendapat mu tentang sahabat Abang yang satu ini? Kalau Abang sih setuju kamu dengan nya. Karena Abang sendirilah yang menuntun Ali menjadi lebih baik dari sebelumnya!''


''Adek... emm..''


💕💕💕💕💕

__ADS_1


Hayoooo.. apa tuh jawaban adek Nara untuk Abang Ali Jaber Al Basri??


__ADS_2