
Setelah sambungan ponsel kedua nya terputus, kini Lana sedang berada di dapur membantu Maura yang sedang memasak rendang jengkol, ikan asin dan juga telur balado Kesukaan Papi Gilang.
''Sudah siap semua nya??'' tanya Lana pada Maura.
Maura mengangguk, ''Alhamdulillah, sudah semua Bang. Hanya tinggal dimasukkan ke dalam rantang saja,'' jawab Maura
Ia mengambil rantang dan mengisi semua makanan itu ke dalamnya. Sedangkan nasi ia pisah dan dimasukkan dalam rantang lainnya.
Setelah beres, Maura dan Lana beranjak ke kamar untuk bersiap sebelumnya Lana menghubungi Ali untuk menahan mereka bersama kerumah sakit.
''Abang hubungi Ali sama adek dulu ya, sambilan nungguin kamu mandi.'' kata Lana pada Maura.
Maura mengangguk. Kemudian ia pun berlalu masuk ke kamar mandi setelah mengambil handuk dan baju ganti sekalian.
Sementara Lana segera menghubungi Ali.
Tut.
Tut.
Tut.
Tut.
''Ishh.. kemana sih ni anak? Kok nggak diangkat? Coba lagi sekali lagi, kalau nggak di angkat juga ku dobrak pintu rumahnya!'' gumam Lana sambil tangan mendial kembali nama Ali di ponsel miliknya.
Tut.
Tut.
__ADS_1
Tut.
Ali yang sedang terlelap dalam tidurnya bersama Nara mengerjabkan matanya. Ia mendengar suara berisik dari ponsel miliknya.
Ia mengambil dengan sebelah tangan karena Nara masih berada di dalam pelukannya. ''Bang Lana?? Ehem, hallo Assalamualaikum Bang??''
''Waalaikum salam, kok lama sih?! Kamu sama adek ngapain aja?!''
''Kami nggak ngapa-ngapain Abang. Ciamis kelonan berdua aja. Bingung harus buat apa, sementara Nara sangat panas suhu badannya. Ya.. terpaksa di kelompok lah Bang! Gimana sih? Abang lupa ya pelajaran ketika kita SMA dulu kayak gimana??'' jawab Ali begitu panjang membuat Lana melototkan matanya.
''Heh! Bangun nggak! Bangunin adek juga! Kita ke rumah sakit! Algi kecelakaan! Sekarang, Abang tunggu dirumah! sekalian bawa adek juga biar sama dirawat di rumah sakit! Paham?!'' kata Lana pada Ali dengan suara naik satu oktaf
Ali memutar bola matanya malas. ''Ck! Abang ngegas ngomong nya! Bilang aja iri sama aku, iya kan??'' Ledek Ali.
Ia sengaja meledek Lana agar Abang ipar sekaligus rekan dan sahabatnya itu semakin kesal padanya.
Ali tertawa terbahak. ''Iya, iya, Abang ku yang tampan dan keren sejagat raya... ini mau bangunin adek dulu. Udah, aku tutup. Waalaikum salam!''
Tut!
Sambungan ponsel itu terputus sepihak dari Ali. Lana melototkan matanya. Maura yang baru saja siap mandi, terkekeh melihat wajah juteknya Lana pada Ali.
''Hahaha.. udah ih! mandi sana. Nggak akan ada habisnya kalau berdebat sama Ali. Dia itu sebelas dua belas sama Abang! Jadi, jangan heran jika tingkah nya juga mengesalkan seperti itu,'' ucap Maura pada Lana.
Lana menghela nafasnya. ''Ya, Abang mandi.''
Lana dengan segera pergi ke kamar mandi setelah mengambil handuk yang terampil di bahu Maura. Maura menggelengkan kepalanya. ''Ada handuk kering, kok suka sama yang basah!'' gumam Maura masih terdengar oleh Lana yang belum masuk ke kamar mandi.
Lana terkekeh, ''Karena yang basah itu lebih menyenangkan!'' kata Lana sambil mengedipkan sebelah matanya menggoda Maura.
__ADS_1
Maura tersipu malu.
Sedangkan dirumah Ali dan Nara. Pasangan pengantin baru itu masih saja bergelung dalam selimut.
Ali menatap Nara yang masih terlelap di dalam pelukan nya. ''Kamu sangat cantik! Abang beruntung bisa mendapatkan mu! Bangun sayang.. kita ke rumah sakit ya? Algi masuk rumah sakit.. bangun sayang ku! Cup!''
Nara menggeliat kan badannya yang masih dalam pelukan Ali. Ada sensasi aneh saat tubuh mereka berdempetan seperti itu. Ali memejamkan kedua matanya saat Nara mencoba bergerak di dalam dekapannya.
''Ehem.. udah jam berapa Bang??'' tanya Nara masih dengan mata terpejam.
Ali Terkekeh, ''Sudah hampir ashar sayang.. bangun. Kita sholat dulu. Setelah nya kita kerumah sakit, hem??''
Nara mengangguk. Ia mencoba untuk bangun. Kepalanya masih berdenyut sakit. Ali mengikuti Nara yang berusaha untuk duduk.
''Nggak usah mandi ya?'' Nara menggeleng.
''Harus mandi Abang.. badan adek bau masam! Nggak enak ih! Ke rumah sakit dengan bau keringat kayak gini. Tadi panas adek tinggi banget ya? Sampai Abang peluk gitu?''
Ali tersenyum, ''Sekarang panas nya udah hilang. Ayo, Abang bantu! Abang gendong aja ya biar cepat.'' Katanya pada Nara.
Nara menurut.
Mereka berdua masuk ke kamar mandi dan mandi dengan air hangat terutama Nara. Setelah selesai, mereka berdua berwudhu karena sudah memasuki waktu ashar.
Mereka sholat berjamaah bersama. Tiga puluh menit kemudian, mereka sudah selesai. Mereka keluar dari rumah bertepatan dengan Lana dan Maura juga baru saja keluar dari rumah mereka.
Ali dan Nara menuju rumah Lana yang bersebelahan. Melalui pagar samping, mereka bertemu disana. Setelah itu mereka berempat menaiki mobil Pajero milik Lana dan menuju ke rumah sakit untuk menjenguk Algi sekalian merawat Nara yang kuah masih demam.
💕
__ADS_1