
Jika Lana sedang terluka karena tertembak plus mendapatkan seorang bayi, Maura saat ini sedang berhadapan dengan mantan calon suami yang gagal menikahinya dan juga kakak kandungnya.
Almira dan Alif saat ini sedang berada dihadapan nya. Maura menatap datar pada Almira yang perutnya sedikit menonjol.
''Dek...'' panggil Almira.
''Tidak ada yang perlu dikatakan lagi Kak Alimira putri Kartika! Semua itu sudah usai saat aku tidak jadi menikahi suami mu. Aku tau semuanya Kak Mira. Tau semuanya. Tapi kalian tega melukai ku dan juga bang Lana. Apa salahku pada kalian berdua? Apa salah bang Lana hingga kau lukai seperti itu? Apakah kau masih cemburu karena bang Lana lebih menyukai ku dibanding dirimu?''
Deg!
''Bu-bukan seperti itu, Dek.. aku hanya-,''
''Hanya ingin meluksi kami berdua secara halus begitu? Kalian sengaja melakukan nya. Padahal kalian sangat sadar, jika aku dan bang Lana sudah bertunangan sedari kami kecil dulu. Apa sebenarnya yang kau ingin kan Kak Mira? Belum puas kah selama ini pengorbanan ku untukmu? Belum cukupkah sakit hatimu padaku, karena Maulana lebih memilihku dibanding dirimu?!''
Deg!
Lagi, perkataan yang sama di ulang dua kali oleh Maura. Almira menatap nanar pada adiknya ini.
''Jaga ucapan mu Maura! Ingat! Kakakmu sedang hamil anakku saat ini!''
''Lantas kenapa? Kau ingin memukul ku? Kau ingin menghajar ku yang telah melukai perasaan istrimu? Lalu bagaimana dengan ku yang kalian lukai dalam waktu yang bersamaan?!''
''Luka pertama yang kau berikan padaku, kau berpura-pura ingin menikahiku demi bisa berdekatan dengan Almira? Luka yang kedua, kau sengaja memperdengarkan suara indah mu di malam pengantin mu disaat aku sedang terluka! Menangisi nasib cintaku yang entah akan berujung kemana!!''
Deg!
__ADS_1
Deg!
Alif tersentak mendengar ucapan Maura. ''Bahkan disaat aku masih berkabung dengan luka ku, kalian malah bersenang-senang di malam pengantin kalian! Dan sekarang istrimu hamil! Kau ingin menjaga perasaan istrimu yang sedang hamil? Lalu bagaimana denganku?! Adakah kau menjaga perasaan ku saat kalian melakukan penyatuan di malam pertama kalian?! hah?!'' sentak Maura dengan suara meninggi.
Tangannya mengepal erat saat ini. Rasanya ingin sekali ia menghajar lelaki yang dulu ingin menikahinya tapi tidak jadi.
''Maura...''
''Apa?! Ingin bilang apa lagi?! Ingin bela diri di depanku?! Sok atuh! Mangga! Aku dengarkan! Apa yang menjadi pembelaan kalian berdua!'' tegas Maura masih dengan suara meninggi.
Almira terisak. Ia tak menyangka kelakuan mereka malam itu sangat melukai perasaan Maura. Sedangkan Alif menatap datar pada Maura.
''Aku tak menyangka jika kedatangan kalian kesini hanya untuk menunjukkan status kalian kepadaku! Ingin menunjukkan jika perbuatan kalian berdua malam itu membuahkan hasil begitu?! Bersenang-senang di atas penderitaan orang lain! Cih! jijik sekali aku melihat kalian berdua!''
''Apa?!!! Apa yang ingin kau katakan lagi padaku?!!! hah?!!! Belum cukupkah kau melukai perasaan ku?!!! Kau ingin memukul ku?!! Puku!!! Ayo pukul!!! Biar kau puas!!! Biar hatimu lega Karena telah berhasil menghancurkan hidupku dan bang Lana dalam waktu satu hari!!! Aku benci kalian berdua!!! Aku benci!!! Pergi kalian dari sini!!!! aku muak melihat kalian berdua!! Bukannya datang untuk minta maaf! Malah kau datang hanya untuk menujukkan perut istrimu yang sudah membuncit di depanku!! Jika dulu kau bertujuan menikahi ku untuk memiliki Almira dalam waktu yang bersamaan, kau berhasil Alif! Sangat berhasil!! Kalian memang pantas untuk bersatu!! karena kalian berdua memang lah serasi! Sama persis kelakuan kalian berdua! Almira yang sering menyakitiku! Sedangkan kau?! Kau juga sama! Menyakitiku dengan cara menikahiku! Padahal yang kau inginkan adalah Almira! Bukan aku!!''
Alif dan Almira terdiam mendengar ucapan Maura. Ternyata kedatangan mereka berdua begitu melukai hati Maura. Maura harus terluka kembali karena mereka.
Belum lagi saat ini Almira terlihat sedang hamil lima bulan. Begitu menyakiti perasaan Maura.
Lagi, untuk kesekian kalinya Almira melukai perasaan adiknya. Adiknya yang selama ini begitu tulus menyayanginya.
Tapi tak pernah di anggap oleh Almira. Air mata Maura terus mengalir membasahi pipi dan hijabnya.
Sedangkan untuk suara Maura tidak terdengar sama sekali. Yang terdengar hanya suara Isak tangis dari Almira.
__ADS_1
''Kenapa kau menatapku?! Peluk Istrimu! Bukankah istrimu sedang terluka saat ini karena ulahku?! Ayo, peluk dia. Katakan padanya jika aku hanya sedang kesal saja padanya. Aku mencintaimu sayangku! Sangat mencintai mu! Ayo katakan!'' sentak Maura.
Alif dan Almira terjingkat kaget karena suara Maura yang begitu melengking. ''Jangan kau kira aku tidak tau apa yang telah kau lakukan di belakang ku Alif! Aku sangat tau semuanya! Aku tau segalanya tentang kalian berdua! Kalian selama ini bersenang-senang diatas penderitaan ku! Kalian bersenang-senang di atas luka yang telah kalian torehkan di hidupku dan bang Lana! Kalian berdua begitu kejam! Sangat kejam! Bahkan binatang pun tidak akan melakukan hal ini terhadap saudaranya!''
''Aku sangat kecewa pada mu Almira Putri Kartika! Sangat kecewa! Air susu di balas tuba! Ternyata kasih sayang mu selama ini padaku hanya palsu belaka! Aku tulus menyayangi mu! Sedangkan kau? Kau tega menyakitiku hingga ke dasar. Rasanya tulangku ini memutih seketika saat aku mengingat bagaimana senyum palsu dan kasih sayang palsu mu itu kepada ku!''
''Pergi! Sampai kapan pun aku tidak ingin melihat kalian lagi! Karena kalian berdua begitu melukai perasaan ku! aku hancur dalam waktu satu hari! Gagal menikah, di permalukan dan ditinggalkan begitu saja oleh calon suamiku! Bahkan calon suami yang akan menikahiku pun dengan tega menikahi kakaknya tanpa bertanya terlebih dahulu kepadaku! Kalian memutuskan sesuatu tanpa menungguku bangun dari pingsanku! Tega kalian berdua! Tega sekali kalian kepadaku!''
Deg
Deg.
Deg.
''Aku kecewa pada mu! Aku sangat kecewa pada kalian berdua! Sangat, sangat kecewa!''
Krrieett..
Suara kursi bergeser akibat dorongan yang begitu kuat dari tubuh Maura. Ia berlalu tanpa menoleh sekalipun pada dua orang yang tertegun karena ucapannya.
💕💕💕💕
Hiks.. tega sekali Kau Almira! Biar othor balas nanti mereka! Kamu tenang saja neng Maura! 🤧🤧🤧
Ikutin terus kelanjutannya okey? Hiks!
__ADS_1