
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih sepuluh jam lamanya dengan menggunakan pesawat terbang Angkatan Udara untuk sampai di Kalimantan, kini Lana dan seluruh anggota nya sudah tiba di kota Banjarmasin.
Turun di Pontianak mereka harus naik mobil truk milik para tentara angkatan darat untuk sampai ke tujuan.
Mereka berjumlah seratus orang, dari dua ratus orang yang terpilih untuk bisa menangani perbatasan antara Indonesia dan Malaysia.
Ada lintas perbatasan selang Indonesia dan Malaysia, yaitu Selang Tebedu di Sarawak ( Malaysia ) dan Entikong ( Kalimantan barat ) serta selang Lundu - Biawak dan Aduk Sambas. Jalur perbatasan membentang di sepanjang selang Rute selang Kucing, di Sarawak, dan Pontianak ibukota Kalimantan Barat.
Selain perbatasan resmi, ada juga perbatasan tidak resmi anatra selang Indonesia dan Malaysia di sepanjang perbatasan darat, misalnya di serikin dekat Kuching, Bariot Kerabit dan Sapulut di pedalaman Sabah.
Perlintasan ini umumnya di manfaatkan oleh masyarakat setempat, dan pedagang lintas perbatasan, dan penyelundupan tenaga kerja ilegal.
Inilah yang sekarang harus di jaga oleh Lana dan tim nya. Mereka ditugaskan untuk menjaga perlintasan itu dari pada penyulundupan nakal yang sering melewati jalur ilegal itu.
Tiba disana, mereka langsung saja dibawa ke camp untuk istirahat, karena sudah sore hari. Malam nanti mereka harus bertugas untuk menjaga perbatasan itu.
Dengan segera Lana mengambil ponselnya setelah terlebih dahulu mandi, sholat Maghrib dan makan malam.
__ADS_1
Lana bertugas sehabis sholat isya. Untuk itu masih ada waktu sekitar satu jam lagi untuk bisa menghubungi keluarganya yang doedna untuk menyampaikan, jika ia dan lainnya sudah tiba tadi sore di Pontianak, Kalimantan Barat.
Ia merogoh ponselnya dan mendial nama Mak ku 💕 di ponsel pintar milik nya. Hingga ponsel itu berdering terlihat dilayar utama ponsel miliknya.
Baru dua kali suara sambungan Tut, Tut ponsel itu sudah beralih ke panggilan video call.
Melihat itu Lana tersenyum, ''Assala-,'' ucapan Lana terhenti karena melihat Adik kembarnya sedang memenuhi layar ponsel itu.
''Abaaaaanggg... huaaaa .. Mamiiii... Abang nelpon!!!'' pekik Nara sembari berlari membawa ponsel itu ke dapur.
Lana tertawa melihat tingkah adiknya itu. ''Haduuh.. berisik! Kamu kenapa sih Dek? Selalu saja ribut jika Abang yang telepon! Ishh..'' gerutu Rayyan.
Dengan segera ia menyerah kan ponsel itu kepada Mak Alisa yang sedang memasak di dapur di temani Papi Gilang.
''Mana? Sini! Papi! kamu gantian! biar Mami yang ngomong sama Abang!'' ucap Mak Alisa begitu senang.
Ia mengelap tangannya pada lap tangan yang sedang di pegang Papi Gilang. Papi Gilang merengut. ''Kamu gimana sih? Kamu itu lagi masak loh.. masa iya masakan kamu diserahin ke Papi! Ishh..'' gerutu Papi Gilang.
__ADS_1
Membuat Lana tertawa di sebalik ponsel pintar nya. Mak Alisa mendelik tajam menatap Papi Gilang. ''Apa? Mau nolak? Mau tidur diluar? hem?''
''Lebih baik tidur diluar daripada harus masak! Nara! kamu lanjutin masakan Mami kamu. Papi mau ngomong sama Abang kalian berdua!'' tegas Papi Gilang.
Mak Alisa mendelik lagi. ''Apa sih? ayo ah! Keburu Abang bertugas nanti nya!'' ucap Papi Gilang, dengan segera mengambil ponsel dan menarik tangan Mak Alisa.
''Assalamualaikum, Nak? Sudah sampai?'' tanya Papi Gilang dengan tersenyum teduh pada Lana.
Lana balas dengan tersenyum manis, ''Alhamdulillah, udah Pi! Ini lagi di camp. Abang cuma mau ngabarin, kalau saat ini Abang sudah tiba dan selamat. Alhamdulillah. Jadi.. Mak sama Papi jangan khawatir ya?''
Mak Alisa mengangguk. ''Alhamdulillah.. Kamu jangan berpikiran yang tidak-tidak saat sedang bertugas. Pikirkan saja kesehatan dan keselamatan mu. Mak hanya mau kamu pulang dengan selamat nantinya..''
''Ya, Mak sama Papi doakan saja agar Abang baik-baik saja disini! Udah ya Mak? Abang mau tugas sekarang. Assalamualaikum..''
''Waalaikum salam.. kalau ada apa-apa kabari Kami segera. Papi akan langsung terbang ke Kalimantan untuk menyusul mu.''
''Ya, Papi.'' sahut Lana.
__ADS_1
Setelah itu hanya tinggal layar gelap berwarna hitam memenuhi ponsel milik Mak Alisa. Papi Gilang yang tau jika Mak Alisa terisak, dengan segera memeluk tubuh wanita paruh baya itu.
💕💕💕💕