Muara Cinta Maulana

Muara Cinta Maulana
Sama-sama salah


__ADS_3

''Jaga diri baik-baik ya? Malam ini Mami mau pulang kerumah kakek. Adek dirimah Sama Papi ya?'' kata Maura pada Malda. Gadis kecil itu menatap bingung pada Maura.


Mata bulat beningnya menatap Maura dengan raut kebingungan, sedang Mbak Sus menghela nafasnya. Sedikit tidaknya, ia tau tentang pertengkaran kedua majikannya ini. Tapi ia tidak bisa ikut campur. Tugasnya hanya lah mengurus Malda.


Malda menatap Maura yang sedang menatap nya dengan sendu. ''Puang? Numah tatek??'' tanyanya pada Sang Mami.


Maura tersenyum. ''Ya. Mami untuk sementara akan tinggal disana. Adek disini saja. Jaga Malda Mbak Sus! Saya pamit. Assalamualaikum..''


Deg!


Deg!


Lana yang baru saja tiba di pintu dapur terkejut mendengar ucapan Maura. Lagi, ia mengepalkan kedua tangannya. Kali ini ia tidak ingin berbicara dengan cara seperti tadi.


Ia membuang nafasnya untuk mengurangi rasa arah yang sedang melanda dirinya. ''Kamu tidak boleh pergi dari sini Maura. Rumah ini, rumah mu. Maaf.. jika tadi Abang berbicara kasar padamu. Abang minta maaf... maafkan Abang sayang..'' lirih Lana dengan wajah sendunya.


Sekuat tenaga menahan rasa amarah itu agar tidak meledak. Ia menghela nafas berulang kali. Dan beristighfar berulang kali.

__ADS_1


''Maaf .. Abang salah.. Abang tidak ingin keberadaan mu di ketahui oleh para pemburu Malda. Sampai saat ini mereka masih saja mencari keberadaan kita berdua. Papi dan Abi Hendra sekuat tenaga menutup akses mereka agar tidak menemukan kita. Kamu masih ingatkan dengan pesan Almarhumah Maharani, sahabat mu?''


Maura menatap Lana. ''Kamu pasti sudah lupa, tapi tidak dengan Abang. Abang masih mengingat segalanya. Ia menyerahkan Malda kepada kita untuk kita didik dan urus Samapi diambil ia bisa kembali bertahta di kerajaan nya. Samapi saat itu tiba, kiat harus menyembunyikan identitas Malda pada seluruh dunia. Biarkan Paman Datok Amir yang menguasai tampuk kerajaan itu. Yang penting Malda selamat. Tapi tidak semudah itu.''


''Kamu lihat kan kemarin, Jika kita di buru oleh pembunuh bayaran??'' Maura menunduk.


''Abang tau.. Abang salah berkata seperti itu padamu. Maafkan Abang sayang.. Abang hanay mencoba mengingatkan mu. Abang tau.. cara Abang salah menyampaikan nya kepada mu. Abang hanya mencoba untuk melindungi mu sayang.. bukan maksud untuk memarahi mu seperti tadi.. maafkan Abang sayang.. maaf..'' lirih Lana dengan mendekati Maura dan memeluk nya dengan erat.


Namun Maura melepas paksa pelukan Lana. Membuat Lana terkejut dengan perbuatan Maura.


Plaak..


Grep!


''Sayang, bangun! Jangan seperti ini! Kamu tidak boleh bersujud di kaki Abang! Bersujud hanya pada Allah saja!'' seru Lana pada Maura yang sedang bersimpuh di kaki nya.


''Bangun!'' titah Lana dengan memegang tubuh Maura.

__ADS_1


Maura menggeleng. ''Nggak.. adek salah sama Abang . maafkan kesalahan istri durhaka ini Bang.. maafkan aku.. maafkan mulutku ini yang terkait Taja meminta cerai padamu.. hiks.. maafkan adek, Bang.. maafkan adek.. hiks..maafkan istri durhaka mu ini.. maaf..'' Isak Maura bersimpuh di kaki Lana dengan wajah terletak pada kedua kaki Lana.


Lana pun ikut menangis. ''Bangun sayang.. bangun.. jangan gini... Abang sakit melihatmu seperti ini.. bangun sayang..'' lirih Lana dengan bercucuran air mata.


Muara menggeleng lagi. ''Nggak akan! selagi hiks .. Abang belum memaafkan ku, maka aku tidak akan berdiri. Selagi hiks.. Abang belum ridho padaku.. aku tidak akan bangun.. aku akan tetap bersimpuh di kaki mu.. maafkan aku Abang Lana.. maafkan aku.. aku salah.. maafkan aku bang Lana.. hiks.. maaf..'' Isak Maura lagi masih bersimpuh di kaki Lana.


Lana memeluk erat tubuh mahar yang bergetar karena menangis. ''Hiks .. Abang memaafkan mu sayang.. Abang memaafkan mu.. bangun.. Abang ridho padamu sayang.. bangun.. hiks.. Abang memaafkan mu. Kita berdua sama-sama salah.. Abang jiga minta maaf sayang.. bangun!'' kata Lana pada Maura.


Maura bangun dam menghadap Lana.


Grep!


''Huaaaaa.. aaa... maaaaff... maaf Baaang.. maaaaff..'' sedu Maura.


Mbak Sus yang melihatnya pun terharu. Lana semakin erat memeluk tubuhnya. ''Abang memaafkan mu sayang, Abang pun minta maaf karena perkataan Abang tadi menyakiti perasaan mu. Maafkan Abang sayang.. maksud Abang baik, tapi maaf. Abang kesal dengan komandan Kevin yang mengatur dirimu sok jagoan!''


Deg!

__ADS_1


''Apa?!''


__ADS_2