Muara Cinta Maulana

Muara Cinta Maulana
Jalan-jalan ke Taman Kota


__ADS_3

Seminggu berlalu sejak kejadian dimana Lana dan Maura bertandang kerumah Komandan Kevin, hari ini ia sedang bertugas ke perbatasan lagi.


''Ayo Mi! Dalan-dalan!'' celutuk Malda dengan bahasa cadelnya.


Maura dan Mbak Sus tertawa melihat tingkah Malda yang begitu menggemaskan. ''Iya sayang Mami.. kita akan ke taman ya? Sabar dulu ih! Mami lagi nyiapin bekal untuk kita makan siang nanti, hem??''


''Ya, ya, ya! Papi??''


Maura tersenyum. ''Papi sedang kerja nak.. kita sama Onti Nara dan Mbak Sus aja ya? Nanti akan nyusul Bude Ira dan Kakak Ziara dan Bang Arga. Ada Abang Danis dan Adik Tania juga nanti bersama kita. Makanan Mami siapin bekal yang banyak untuk kita makan!'' jelas Maura pada Malda.


Malda bertepuk tangan ria. Mbak Sus terkekeh melihat tingkah menggemaskan Malda.


Setelah selesai dengan bekal makan siang, Maura dan Mbak Sus menemui Nara dirumahnya. ''Sudah siap Dek??''


''Sudah Kak. Ini bekal untuk kita nanti!'' Kata Nara sambil menunjukkan bekal itu kepada Maura. Maura tersenyum.


''Oke. Ayo, kita berangkat!''


''Ayo!'' sahut Nara.


Dengan segera Maura masuk ke pintu kemudi di ikuti oleh Nara yang juga duduk di depan dengan memangku Malda.


Sedang Mbak Sus duduk di deretan kedua. Setelahnya, mobil Pajero milik Lana keluar dari komplek perumahan para tentara.


Selama dalam perjalanan, Malda begitu senang. Ia berceloteh ria disana. Hingga mereka tiba di taman kota Medan.


Turun dari mobil, Malda langsung berlari mengejar sang Kakak yang ternyata sudah berada disana lebih dulu.

__ADS_1


''Adek!!''


''Tak Ala! Yee...'' pekik Malda kesenangan ketika Ziara mendekatinya dan memeluk tubuh chubby itu dengan gemas.


Saat ini usia Ziara sudah sembilan tahun. Sudah pandai mengurus adik. Selama ini ia selalu bisa mengurusi ketiga adiknya dibantu Arga juga.


Ada Arga, Rania dan Rasya. Anak kembar Ira dan Ragata. Dan satu lagi, Pangeran Ravendra, anak bungsu kak Ira yang masih berusia satu tahun lima bulan. Maura tersenyum saat melihat putri angkat nya itu begitu akrab dengan kedua keponakan nya. Ziara dan Arga.


''Assalamu'alaikum, Kakak, Abang!'' sapa Maura pada Ira dan Ragata.


''Waalaikum salam, Adek-adek ku!'' sahut Ira dan Ragata bersamaan.


''Apa kabar Dek?? Kangen banget kakak sama kalian berdua, hem? Ih, meni geulis pisan euuyy istri komandan Ali???'' goda Kak Ira pada Nara.


Nara tertawa. ''Adek udah cantik dari dulu Kakak! Kakak aja nggak ngeh!'' ucap Nara sedikit sombong.


''Hilih! Kita tunggu saudara kembar mu! Mak labu yang ayu itu begitu membuat kakak kesal! Ada-ada saja keinginan nya! Bang Tama juga! Malah menuruti kemauan nya! Ishh..'' gerutu wanita cantik tertutup niqob itu.


Buah cintanya dengan Tama setelah berpisah selama empat tahun. Maura salut dengan adik kecil Lana itu.


Di usia muda sudah menikah dan hamil tanpa di dampingi oleh suami. Hebatnya Annisa malah bertahan hingga empat tahun lamanya untuk menyembunyikan identitas kedua anak kembarnya. Bahkan dari Bang Tama sekalipun.


Ia menutup akses semua itu. Agar keluarga dan sang suami tidak mengetahui fakta yang sebenarnya.


Maura salut akan hal itu. Ia pun turut andil saat membujuk Annisa untuk kembali dengan Tama. Pemuda tampan incaran para gadis haus akan harta.


''Mana nih Mak labu nya?? Belum datang kah??'' tanya Maura pada Kak Ira.

__ADS_1


''Kenapa? Siapa yang nyariin Mak labu?? Siapa Mak labu??'' celutuk Annisa dari belakang Maura dan Nara.


Wajah ayu mirip Nara itu pun mendekati kedua saudaranya yang tersenyum melihat kehadiran nya.


''Hehehe.. ya kakak lah! Siapa lagi??'' sahut Nara dengan segera menghambur ke pelukan Kakaknya itu.


''Hem, si kembar beda usia!'' celutuk kak Ira sewot.


Maura tertawa begitu juga dengan Bang Raga. Ia mendekati Bang Tama juga ikut bersama kedua anaknya.


''Apa kabar Bang??''


''Baik, Alhamdulillah.. Abang! Adek! Ishh.. anak itu! Sudah kabur saja! Abang kejar Tania sama Danis dulu! Keburu jauh!'' jawabnya sambil berlari mengejar kedua bocah usil bin rusuh itu.


Maura tertawa lagi saat melihat dari kejauhan jika Bang Tama begitu lelah mengejar bocah nakal anak mereka berdua.


Sementara Annisa? Mak labu itu sedang makan pesanannya pada Kak Ira. Ia duduk santai bersama ketiga anak Kak Ira yang masih bawah lima tahun.


Maura tersenyum lembut melihat ketiga saudara iparnya itu saling lempar canda dan godaan bersama. Sedang Bang Raga, sudah pergi mengejar putra Annisa yang kelewat rusuh itu menuju ke luar taman.


Maura menggeleng kan kepala nya saat melihat Bang Tama begitu kelelahan karena ulah dua bocil rusuh itu. ( Ada di kisah adek Annisa istri kecilku. Tapi belum sampai ke tahap itu ceritanya.)


💕💕💕💕


Kalian tau apa arti Mak labu?


Othor kan orang Aceh, jadi kalau sering masuk bahasa yang aneh-aneh tapi baku harap maklum ye?

__ADS_1


Mak labu itu sapaan untuk orang yang sedang hamil. 😁😁


Like dan komen ye?


__ADS_2