Muara Cinta Maulana

Muara Cinta Maulana
Penjelasan Abi madan


__ADS_3

''Sebenarnya Almira dan Alif itu saling menyukai. Tapi mereka tidak mengatakan nya. Awal mula perjodohan itu, aku melihat Alif sanagt menyukai Almira. Tapi entah kenapa ketika Maura yang muncul membawa baki minuman, Pakde Bram malah memilih Maura yang menjadi calon menantunya. Aku kecewa dengan Alif dan Almira. Karena mereka berdua, Maura ku pergi dari rumah dalam keadaan hati terluka..'' lirih Abi Madan.


Mak Alisa dan Papi Gilang tambah terkejut dengan ucapan Abi Madan. Mereka tertegun sejenak.


''Apa yang terjadi setelah kepulangan kami?'' tanya Papi Gilang.


Abi Madan menatap Papi Gilang dengan raut wajah sendu dan mata yang sembab karena menangis.


Ia tak peduli lagi, jika harus di ejek oleh Papi Gilang dan Mak Alisa saat ini. Yang penting baginya saat ini, ia harus menjelaskan yang sebenarnya.


''Setelah kalian pulang, aku menikahkan Almira dengan Alif sementara Maura masih pingsan. Kami tetap melanjutkan acara itu hingga selesai tanpa kehadiran Maura. Ia bangun saat seluruh rangkaian acara sudah terlaksana semua. Namun Maura...''


''Maura kenapa?'' desak Mak Alisa.

__ADS_1


''Maura berubah menjadi dingin. Apalagi ketika sarapan pagi tadi, kami mengabaikan nya karena Almira dan Alif mengajak kami untuk berbicara. Tanpa sadar kami semua telah mengabaikan Maura yang saat ini sangat butuh dukungan dariku. Gara-gara aku mendengar kan lelocon menantu baru, aku jadi melupakan putriku.. hiks.. Maura, Lis...''


Sesak sekali dadanya saat ini. Lagi dan lagi, Abi Madan menangis sesegukan. Mak Alisa pun ikut tersedu.


''Maura.. putriku..'' lirih Mak Alisa dengan air mata beruraian.


''Hiks.. Maura pergi Lis.. oleh karenanya, aku terpaksa mengusir Almira dan suaminya dari rumahku. Aku tak merestui pernikahan mereka selama Maura tidak kembali kerumah ku.. hiks.. gara-gara keegoisan putri tertuaku, aku harus menerima putri ku yang lain pergi dariku.. tapi kamu tenang saja Lis! Aku sudah memutuskan hubungan dengan orang yang telah memaksa Maura untuk menerima perjodohan itu. Aku telah menceraikan Aini tadi pagi!''


''Apa?! Kenapa?!'' pekik Mak Alisa. Ia begitu kaget mendengar penuturan Abi Madan.


''Ya! Aku tak menerima wanita yang dengan tega memaksakan kehendak nya pada putriku yang lain demi membela putri tertuanya! Aku kesal dengan nya Gilang! Jika bukan karena omongan nya waktu itu, pastilah saat ini Maura tidak akan pergi dari ku. Begitu juga dengan Maulana..''


''Aku terpaksa melakukan ini. Untuk menegur Aini selaku umminya. Karena dia lah, Maura menerima perjodohan itu. Dengan mengatakan, jika Lana tidak akan kembali dan tak tau apakah putramu akan datang untuk menjemput nya! Dan juga dengan alasan hutang budi! Padahal ia tau, jika hutang budi sudah lunas ketika aku menikah dengan nya!''

__ADS_1


Deg!


''Hutang budi??'' beo Papi Gilang. Mak Alisa tak sanggup berbicara lagi. Ia semakin sedih saat mendengar penjelasan Abi Madan.


Ternyata putri kecilnya itu, selama ini ia begitu terluka. ''Maura..'' lirih nya.


''Ya, hutang budi ketika aku sekolah dulunya. Begitu juga dengan usaha Bapak ku. Kami orang tak punya, Gilang. Oleh karena nya Mertuaku, Abi Aini yang merupakan kepala sekolah di sekolah ku dan Alisa, membantu Bapak. Bapak menerima dengan senang hati. Maka dari itu untuk membalas Budi kepada abi Aini, aku harus rela menikahi Aini padahal saat itu aku sudah memiliki tambatan hati yang lain.. Alisa. Dialah wanita itu.'' jelas Abi Madan dengan menatap Gilang.


Papi Gilang hanya bisa menghela nafas panjang. Ia tau kisah ini. Karena Mak Alisa sendiri yang telah menceritakan semua kepadanya. Tanpa di tutupi, di kurangi, atau di lebihkan.


💕💕💕💕💕


Tinggalkan jejak kalian ye!

__ADS_1


Setiap kali mampir, jangan lupa like dan komen. Agar othor tambah semangat lagi dalam menulis. 😁


__ADS_2