
''Alisa... bisakah aku menemui Lana untuk meminta maaf padanya? Aku merasa bersalah sekali disini. Sebagai seorang ayah dari putri yang telah di ikat oleh Maulana, aku ingin meminta maaf dan menjelaskan keadaan yang sebenarnya pada Maulana. Izinkan aku bertemu dengannya, ya? Aku mohon..'' pinta Abi Madan dengan sangat.
Mak Alisa menggeleng, sedang Papi Gilang menghela nafasnya. ''Semua sudah terlambat Kak Madan.. putraku, Maulana sudah pergi untuk bertugas ke perbatasan antara Indonesia dan Malaysia selama dua tahun lamanya. Kami tidak bisa melarang kepergian nya. Karena tugas ini memang sudah di tetapkan dari dulu untuknya. Maura pun tau itu. Jika Kakak ingin menemuinya, kembali lah setelah dua tahun lagi kesini disaat Lana sudah pulang dari tugasnya. Kita lihat nanti, apakah Lana mau memaafkan kalian atau tidak, itu semua tergantung Maura.'' imbuh Papi Gilang dengan menatap sendu pada Abi Madan.
Lagi, air mata itu mengalir di pipi Abi Madan. ''Kenapa ya, aku merasa jika hubungan Maulana dan Maura belum direstui oleh Yang Maha Kuasa, makanya harus ada kejadian seperti ini?'' ucap Abi Madan, sembari menatap foto Lana yang sedang tertawa lepas bersama Maura.
Satu tahun yang lalu. Foto kebersamaan mereka berdua saat satu keluarga liburan ke Jakarta kampung kelahiran Mama Papi Gilang.
__ADS_1
''Memang sudah seperti ini jalan takdir nya Kak.. mereka sengaja di uji dulu dengan kejadian seperti ini. Ujian ini merupakan cara Allah untuk mendidik mereka lebih kuat lagi untuk masa depan mereka berdua. Yakinlah pada Allah. Jika mereka memang ditakdirkan bersama, maka sejauh apapun mereka pergi maka akan menemukan jalannya. Aku percaya itu, Kak Madan.'' jawab Papi Gilang.
''Terkadang apa yang kita inginkan tidak akan sesuai dengan yang kita dapatkan. Maka dari itu kita harus di tempah dulu untuk menjadi penerima yang sanggup. Penerima yang sanggup menerima akan sesuatu yang telah disiapkan untuk kita. Karena Allah tidak akan menguji suatu kaum diatas kemampuan hambanya. Allah tau segalanya Kak Madan.. Allah maha tau tentang kita. Apa yang baik dan buruk untuk kita. Semua itu sudah di tulis dalam Al-Qur'an. Jangan lupa kan itu Kak Madan. Walaupun kita sedang di timpa masalah yang rumit, Maka ingatlah selalu kepada Allah.''
''Hanya Dia lah yang bisa menolong kita saat kita dalam kesulitan. Aku yakin, semua akan indah pada waktunya. Biarkan berjalan seperti air mengalir. Kemana pun ia singgah nanti, maka disitulah tempat terakhir nya untuk berlabuh. Muara Cinta yang memang seharusnya ia dapatkan. Kita hanya bisa menunggu sampai waktu itu tiba.''
''Pesanku, selalu ajak bicara Maura walau hanya melalui ponsel saja. Agar hubungan kalian berdua tidak semakin memburuk karena kejadian ini. Perbaiki yang sudah hancur. Bentuk lagi dari awal. Walaupun ku tau, itu tidak akan sama lagi seperti dulu. Tapi kita tetap harus berusaha sekuat mungkin untuk membawa Maura kembali kepada tempat nya.''
__ADS_1
Papi Gilang memeluk Mak Alisa dengan erat. Dan mendaratkan kecupan sayang di pipi wanita paruh baya itu.
Cup.
Mak Alisa melotot. ''Papi!!'' tegurnya.
Papi Gilang terkekeh namun sangat senang, jika pujaan hatinya ini selalu bijak dalam menangani setiap masalah yang sedang dihadapi oleh keluarga nya. Seperti saat ini. Abi Madan terkekeh saja.
__ADS_1
Benar kata Mak Alisa dan Papi Gilang. Ia harus memulai kembali hubungan nya dengan Maura. Setelah kembali seperti dulu. Maka selanjutnya itu adalah tugas Mak Alisa dan Papi Gilang.
💕💕💕