Muara Cinta Maulana

Muara Cinta Maulana
Arfan Abdillah Al Basri


__ADS_3

''Pergi! Tinggalkan aku! Sudah ku katakan berulang kali padamu! Aku tidak ingin tunangan denganmu! Tapi kau!'' tunjuk Maura pada wajah Arfan. ''Kau memaksa Abi ku untuk menerima lamaran mu! Kau! Gara-gara kau! Abang ku pergi! Kau! penyebab dari semua ini! Dia salah paham padaku! Kalian tega! Memaksakan kehendak kalian kepada ku! Sementara aku tidak menginginkan nya sama sekali! Pergi! Aku tak ingin melihat mu lagi! Kau ingin minta ganti rugi karena cincin pemberian mu ini? Baik! Aku akan bilang pada Abang ku. Maulana! Dia yang akan membayarkannya untukku! Dia tak pernah menolak permintaan ku sedari dulu! Aku akan bilang padanya! Aku lebih memilihnya yang sudah lebih dulu masuk kedalam hatiku dibandingkan kau yang baru saja singgah sekejap di dalam hidupku! Hadir tanpa di undang dan memaksakan kehendak! Ini! Ku kembalikan cincin mu! Aku terpaksa menerima mu! Karena kau memaksa Abi ku! Aku lebih memilih Bang Lana dibandingkan dengan mu! Maaf! Dan permisi! assalamualaikum!''


Ddddduuuaaarrrr..


Tubuh Arfan mendadak limbung ke belakang mendengar ucapan Maura. Gadis itu dengan segera berlalu meninggalkan Arfan dan Ali yang mematung Karena ucapan nya.


Maura melewati ummi Rasmi. Dengan wajah menahan amarah. Ummi Rasmi mencekal pergelangan tangan Maura.


''Tunggu Maura! Berani sekali kamu menolak putraku! Kamu pikir siapa kamu kamu? Heh?! Seenaknya saja memutuskan pertunangan ini! Kamu harus tanggung jawab karena telah melukai perasaan putraku!'' tukas ummi Rasmi.


Maura menatap nya datar, kemudian tertawa. Tapi suara tertawa itu begitu menyeramkan. Ali terkejut melihat sikap Maura yang seperti ini.

__ADS_1


''Hahaha... aku? harus tanggung jawab atas rasa sakit hati putramu?''


''Ya, kamu harus tanggung jawab! Karena kamu putra berhargaku terluka! Hatinya tersakiti karena sikapmu yang tidak tegas terhadap pemuda sialan itu! Kamu-,''


''Lalu, bagaimana dengan hatiku yang terluka? Hati yang kalian patahkan setiap harinya tentang pemuda yang baru saja datang untuk menemui ku setelah dua tahun lamanya?! Adakah kalian sedikit saja perhatikan Hatiku?! Adakah sedikit saja kalian memahami apa yang aku inginkan?! Tidak! Kalian tidak peduli sama sekali dengan ku!''


''Setiap kali datang kesini, kalian selalu memaksakan kehendak kalian kepada ku! Memaksa ku untuk melupakan cintaku! Melanjutkan hubungan dengan putra mu yang bahkan tidak aku inginkan sama sekali! Kalian yang tega padaku! Bukan aku yang tega pada kalian semua! Memaksa kan kehendak tanpa melihat apa yang menjadi keinginan orang itu?! Sekarang anda menyuruhku untuk bertanggung jawab?! huh?! Bagian mana yang harus ku tanggung jawabi?! Yang terluka aku! Yang dipaksa aku! Seenaknya saja memutuskan, jika aku yang paling bersalah disini!''


Ummi Rasmi mengepalkan tangannya. ''Baik! jika itu yang menjadi keinginan mu, maka akan ku katakan pada ustad Hasan untuk segera membuangmu kembali ke tempat asalmu! Kamu tunggu saja!''


''Silahkan adukan Sekarang juga! aku tidak takut! aku akan pergi dari pesantren ini! Tapi ingat satu hal! Jika sampai santri disini kembali seperti saat dulu putrimu mendidik mereka, maka ingatlah pesanku ini. AKU TIDAK AKAN PERNAH KEMBALI LAGI KE PESANTREN INI WALAUPUN PESANTREN INI MENGEMIS DAN MENANGIS MEMINTAKU UNTUK KEMBALI, AKU TIDAK AKAN PERNAH KEMBALI! DAN SEMUA ITU KARENA KEMAUAN MU UMMI RASMI! AKU PERMISI, ASSALAMUALAIKUM!!" seru Maura penuh penekanan dalam setiap kata-kata nya.

__ADS_1


Ia berlalu pergi meninggalkan ummi Rasmi yang mematung karena ucapan nya. Ali tertawa terbahak melihat sikap Maura yang begitu sama dengan Lana.


Dingin dan tegas. "Hahaha.. kamu lihat Bang Arfan Abdillah Al Basri? Apa yang aku katakan benar bukan? Maura tidak akan memilihmu! Tapi dia lebih memilih cinta sejatinya! Bahkan sikap mereka berdua berdua begitu mirip! Kau belum kenal dengan komandan Maulana Akbar bang Arfan! Jika kau sudah mengenal nya, kau salah memilih lawan! Dia bukanlah lawan mu! Setingkat jendral saja takluk padanya! Apalagi dengan mu? Hahaha .."


"Selamat menikmati hidup baru dengan kehancuran pesantren ini yang disebabkan oleh putra kedua dari Ustad Hasan Al Basri dari istri keduanya! Aku permisi dan Assalamualaikum! Aku harus segera menyusul Maura, pasti saat ini calon bang Lana itu akan pergi dari pesantren ini hari ini juga! Tunggu kehancuran pesantren ini, bibi Rasmi!!"


Ddddduuuaaarrrr...


💕💕💕💕


Nah, loh? Bang Arfan tak jadi menikah lagi?

__ADS_1


Tenang .. othor udah sediain kok jodohnya. hihihi...


__ADS_2