Muara Cinta Maulana

Muara Cinta Maulana
Penerus kerajaan Malaysia


__ADS_3

''Datok Al Amirullah Syam?!'' pekik Komandan Kevin.


''Ya, Datok Amir, suami dari Puan Maharani yang berarti bayi ini adalah putri mereka. Saya harap anda bisa mengerti Komandan. Ini amanah untuk saya. Kamilah yang terpilih untuk menjadi orang tua angkatnya. Saya harap anda bisa menutup mulut anda tentang hal ini. Cukup kita saja yang tau tentang hal ini. Jangan katakan kepada siapa pun. Jika Sampai berita ini keluar dari markas ini, berarti orang yang menyebarkan berita ini adalah Anda, Komandan Kevin!''


Deg!


Deg!


Komandan Kevin melotot pada Lana. ''Kau...!''


''Sudahlah komandan! Apa lagi yang menjadi masalahmu? Apa yang anda pinta sudah ada. Anda meminta bukti bukan? Kertas itu sebagai bukti yang sah, bahwa bang Lana lah sebagai orang tua wali yang sah untuk bayi ini. Nama mereka berdua tertera disini. Beserta calon istri Bang Lana.'' jelas Ali.


Komandan Kevin menyipitkan matanya. ''Apa hubungan antara kamu dan Puan Maharani, Maulana Akbar?''

__ADS_1


Lana menatap tegas pada Komandan Kevin. Ia tidak terintimidasi sedikitpun oleh tatapan tajam komandannya itu.


''Saya tidak punya hubungan apapun dengan Puan Maharani. Tapi mungkin calon istri saya mengenali nya. Karena sebelum ia menyerahkan bayi ini kepada saya, ia sempat berkata, jika kami adalah yang terpilih untuk mengurus bayi ini hingga ia dewasa kelak. Karena dia adalah pewaris sah dari kerajaan yang terkenal di Johor, Malaysia. Penerus kerajaan Malaysia. Aku mendapat amanah ini langsung dari ratu kerajaan itu, komandan Kevin,'' tegas Lana.


Komandan Kevin menatap Lana dengan tatapan datarnya. Ingin membantah tapi tidak bisa lagi.


Bukti sudah ada ditangan Lana. Ia menghela nafasnya. Ia menatap bayi itu dengan iba. ''Malang sekali nasibmu, nak. Baru saja dilahirkan tapi sudah di tinggal pergi oleh kedua orang tuamu.'' imbuhnya dengan menatap bayi yang ada di Gendongan Ali.


Ia menatap lagi pada Lana. ''Tapi Lana, kamu tidak bisa mengurus bayi ini di markas kita. Kita sedang bertugas disini. Jika sampai jendral tau, maka kita akan diasingkan. Pesanku, lebih baik kamu mencari rumah lain yang bisa kamu tinggali bersama dengan bayi ini. Tidak disini. Ketika kamu sedang bertugas, pulanglah kesini. Tapi selesai bertugas, pulanglah kerumah mu. Aku yang akan bertanggung jawab atas keadaanmu nanti. Jika suatu saat jendral bertanya padaku tentangmu. Karena selama ini, jendral selalu menanyakan keadaanmu padaku. Ku harap kamu mengerti Lana.'' jelasnya sambil menatap lembut pada Lana.


Komandan Kevin mendekati Lana dan menepuk bahunya. ''Tentu. Sebaiknya kamu harus bergerak cepat. Karena Pak Samsul pun akan segera di bebaskan. Ia tidak bisa di hukum karena memiliki paspor asli. Benda itu sudah ditemukan saat kami tadi mencari mu di dalam hutan. Semua berkas-berkas milik puan Maharani sudah saya titipkan pada Ali selaku asisten mu!'' goda komandan Kevin pada Ali.


Ali berdecak sebal. ''Kalau bang Lana CEO pastilah aku yang jadi asisten nya! Tapi kita ini tentara, Komandan! Gimana sih? Ya kan Nak?'' imbuh Ali pada bayi kecil yang terus menggeliat itu.

__ADS_1


Sesekali ia merengek. Lana yang melihat nya, dengan segera mengambil bayi itu dari tangan Ali dan menimangnya. Bayi itu seketika terdiam. Ia kembali damai dalam pelukan Lana. Papi angkat nya.


Komandan Kevin tersenyum, ''Kamu sudah cocok menjadi Papi, Lana. Tapi.. kamu harus menunggu dua tahun lagi agar bisa menikah. Karena pada waktu itu, semua yang sebaya dan sepangkat dengan mu akan menikah di tahun dan di bulan yang sama.''


Lana tersenyum lagi, ''Tak apa komandan. Saat ini pun, calon istriku sedang bertugas juga. Kami akan bertemu dua tahun lagi. Sampai saat itu tiba, akulah yang akan mengurus putri kecilku ini. Dan aku sendiri yang akan mengurusnya. Aku juga yang akan mengenalkan ia pada Mami nya. Mami angkatnya.''


''Tentu. Saya akan segera memberi tahu Pak Samsul tentang hal ini. Segera bersiap dan segera carikan rumah disekitar sini yang dekat dengan markas kita.''


''Baik, Komandan!'' sahut Lana mantap.


Komandan Kevin pergi meninggalkan tempat itu dan menuju Pak Samsul yang sudah di bebaskan sejak tadi.


Lana dan Ali mengucap syukur atas hal ini. Ia tau, dibalik musibah yang ia dapatkan bersama Maura, ternyata inilah tujuannya.

__ADS_1


Belum saatnya mereka di persatukan.


💕💕💕💕


__ADS_2