Muara Cinta Maulana

Muara Cinta Maulana
Ali datang kerumah Lana


__ADS_3

Maulana dan seluruh anggota tentara lainnya saat ini sedang berada di camp. Setelah pertemuan beberapa saat lalu yang mengatakan bahwa seluruh para tentara harus segera menikah, karena waktu yang ditentukan sudah tiba.


Lana dan Ali keluar dari camp dengan motor masing-masing. Ali sempat memberitahu keluarga nya untuk mengirimkan uang untuk membeli motor di tempatnya tinggal bersama Lana.


Kedua orang tuanya mengizinkan. Mereka berdua sedang dalam perjalanan pulang kerumah Mak Alisa.


Mereka berdua saling berlomba untuk sampai kerumah, walau hanya dengan kecepatan diatas rata-rata.


Tiba di perumahan indah permai, Ali tertegun melihat rumah kedua orang tua Lana. Lana terkekeh melihat nya.



''Ali! Ayo masuk! Mak sama Papi ku sudah ada didalam. Ayo!'' tegur Lana pada Ali.


''Hah? Iya bang! Masyaallah.. rumah Mak Abang sangat megah!! Beda dengan rumah yang lain di komplek ini!'' seru Ali dengan takjub.


Lana terkikik geli. ''Ini rumah makku Ali! Bukan rumahku! Rumahku yang disebelah ini! Rumahku dengan Maura nanti.'' imbuh Lana dengan segera berlalu meninggalkan Ali yang masih menatap takjub rumah Mak Alisa dan Papi Gilang.


''Masyaallah.. beruntung sekali kamu Bang? Tidak sepertiku? Bahkan hanya untuk membeli motor disini, bapak harus minjam ke bank..'' lirih Ali dengan raut wajah sendu.


Lana yang sudah berjalan di depan jadi berhenti karena mendengar ucapan Ali. Lana tersenyum saat memikirkan satu buah ide cemerlang.


''Ali?? Kamu nggak mau masuk kerumah Abang, hem?''


''Hah? I-iya Bang! Aku masuk! Ayo kita masuk!'' jawab Ali dengan segera menyusul Lana yang sudah berdiri didepan pintu rumah mereka.


''Assalamualaikum... Mak? Papi!!'' seru Lana begitu lantang.

__ADS_1


Para anggota keluarga Mak Alisa yang sedang sarapan pagi pun terkejut. Nara yang baru saja turun dari tangga berlari mengejar nya.


''Huaaaaa... Mamiiii... Papiiii... Abang pulaaaangg... aaaaa...'' pekik Nara dengan segera menerjang Lana dan menubruk nya.


Brruukk..


''Astaghfirullah!! Ih, kamu Dek! Hampir jatuh ini Abang!! Ishhh..'' gerutu Lana pada Nara.


Nara tak peduli. Ia memeluk Lana dengan erat. Bahkan ia memeluk Lana dengan kaki melingkar di pinggang Lana.


Ali yang melihat itu terkekeh. ''Hiks, Abang curang! Baru pulang, bukan adek yang dicariin! Selalu aja Mami sama Papi!!'' Isak Nara dalam pelukan Lana.


Lana tertawa melihat tingkah adiknya kecilnya ini. ''Sayangku dengerin Abang! Selagi Mak sama Papi masih hidup, maka Abang pasti akan terus memanggil mereka berdua setiap kali Abang pulang dari tugas. Suatu saat kamu pasti akan tau sayangku. Cup!'' Lana mengecup sekilas kening Nara.


Nara semakin erat memeluk tubuh kekarnya. Lana mengusap nya dengan sayang. Rayyan yang sudah selesai sarapan, mendekati Lana dan mengurai pelukan Nara dari tubuh Lana.


Nara merengut. Ia mencak-mencak di lantai dengan raut wajah masam dan sembab. Ali semakin tertawa melihatnya.


''Hahaha .. keluarga kamu asik, Bang! Bolehkan ya aku tinggal disini? Tinggal disini, seperti aku melihat ketiga adikku di kampung.


'' lirih Ali.


Papi Gilang dan Mak Alisa yang baru saja tiba dari dapur tertegun sejenak, namun setelah itu dua paruh baya beda usia itu tersenyum.


''Tentu, Nak! Rumah ini selalu terbuka untukmu. Kapan pun kamu mau, silahkan! Anggap kami kedua orang tua mu, hem?'' jawab Mak Alisa.


Ia tersenyum teduh pada teman Lana yang sempat mereka temui di bandara kemarin malam.

__ADS_1


''Beneran, Bu eh? Saya manggilnya siapa ini? Bingung saya!'' balas Ali dengan sedikit senyum meringis.


Papi Gilang terkekeh. ''Panggil saja seperti Abang memanggil kami. Ya kan sayang?'' tanya papi Gilang pada Mak Alisa.


Lana memutar bola mata malas. ''Ck! Selalu saja begitu! Nggak tau apa Abang ini jomblo??'' sungut Lana dengan sengaja sedikit menyindir kedua orang tuanya.


''Hahaha.. putra ku marah padaku ternyata. Sini Nak! Papi kangen banget sama kamu! Apa kabar, Nak?'' tanya Papi Gilang dengan segera memeluk tubuh kekar Lana.


Tubuh yang sama-sama kekar. Melihat itu Ali terharu. Dia hanya heran, kenapa panggilan Lana dan adiknya berbeda.


Padahal kan satu Ayah, pikirnya. Namun, semua itu terjawab saat melihat sebuah foto pernikahan antara Mak Alisa dan Papi Gilang


Dimana foto kebersamaan anak Mak Alisa dan juga Papi Gilang yaitu Rayyan berfoto bersama.


Ali tersenyum menatap Foto itu. ''Andai.. aku bisa masuk ke dalam keluarga ini? Pastilah aku sangat bahagia dan begitu beruntung memiliki keluarga yang begitu baik terhadap orang lain, sementara mereka orang kaya? Sedikit sekali manusia yang sama seperti mereka ini. Ya Allah.. andai aku diberi kesempatan untuk bisa masuk kerumah ini, pastilah aku sangat beruntung. Semoga saja.''gumam Ali dalam hati.


Ia menatap haru keluarga Lana..


💕💕💕💕


Maaf ya baru update? Itu lagi kebut yang di sebelah. Tapi jangan khawatir, cerita Lana pun sebentar lagi akan end.


Tak banyak masalah. Sedikit-sedikit saja, namun cepat selesai.


Noh.. siapa lagi tuh yang bakalan masuk ke dalam keluarga besar Bhaskara?


Tunggu kelanjutannya! 😉

__ADS_1


__ADS_2