Muara Cinta Maulana

Muara Cinta Maulana
Menyesal pun sudah terlambat


__ADS_3

''Aku tak tau apa yang terjadi pada kalian hingga terbuat lah sesutu yang merugikan banyak orang. Kenapa tidak jujur, walau kita tau hal itu sakit! Lebih baik jujur, di benci oleh lain tapi di sayang Allah, atau lebih baik diam, dicintai orang lain dan di laknat Allah? Mana kira-kira yang akan kalian pilih??''


''Bukan maksudku menggurui yang lebih tua. Tapi kali ini aku tidak bisa diam dengan kenyataan yang ada di depan mata. Kenapa sangat suka diam dibandingkan dengan jujur?? Apakah kalian pernah berpikir, jika suatu saat keterdiaman kalian ini akan menimbulkan masalah besar nantinya ketika di masa depan??''


Deg.


Deg.


Lagi dan lagi. Ucapan yang begitu menohok hati ummi Aini, Almira dan Maura.


Maura?


Kenapa dengan Maura?


Karena Maura lebih memilih diam, agar tidak menimbulkan Masalah. Tapi pada akhirnya, masalah itu timbul karena mereka menutupi fakta yang sebenarnya.

__ADS_1


''Seandainya kalian tau.. betapa sulitnya membangun sebuah kejujuran dan kepercayaan, kalian pastilah tidak akan melakukan hal ini. Sekali kalian berbohong, maka akan ada kebohongan-kebohongan yang lainnya bakalan menyusul.''


''Untuk apa di tutupi, toh pada akhirnya harus kecewa seperti ini bukan? Lebih baik terbuka, tapai kita bisa mendapatkan kepercayaan kembali. Memang akan sulit. Tapi itulah perjuangan kita untuk merubah diri menjadi baik. Maaf.. Abi.. maaf ummi.. bukan maksudku menegur kalian disini. Aku hanya mengingatkan! Jika kalian terima silahkan diambil. Jika tidak pun, tidak apa-apa. Semua yang aku katakan ini benar adanya.''


''Cobalah dulu ummi jujur sama Abi, pastilah tidak ada lagi kejahatan yang sama berulang kali. Bagus, jika pemuda yang menodai kita menikahi kita. Tapi jika sebaliknya? Ia menikah dengan orang lain, sedang ummi pun sama. Menikah dengan Abi. Lantas apa yang terjadi pada ummi kembali terulang lagi pada keturunan ummi, begitu??''


Ummi Aini terisak. Setelah lama menatap kosong pada Maura, kini ia terisak setelah mendengar ucapan putra bungsunya bersama mantan suaminya.


''Sadar ummi.. Abi.. kak Mira.. kak Maura.. semua itu tidaklah baik! Kalian semua sudah berbohong pada diri kalian sendiri! Tidakkah kalian tau, bahwa hal yang paling menyakitkan itu adalah berbohong pada diri sendiri? Berbohong akan kenyataan yang ada. Namun, sengaja di tutupi kebenaran nya. Takut, akan sebuah penolakan yang belum tentu kalian dapatkan.''


''Aku kecewa dengan ummi! Sangat kecewa! Ku pikir, surga ku betul lah baik seperti yang terlihat selama ini. Ternyata... ummi ku hanya seonggok bunga yang telah rusak namun tertutup dengan dedaunan yang lebat. Dari luar terlihat begitu anggun karena tertutupi. Tetapi di dalam nya... hiks.. bunga itu kotor dan rusak! Setelah dirinya rusak, tidak ada yang bisa ia lakukan lagi selain hanya pasrah.''


Semua yang ada disana menangis meraung. Tapi tidak dengan Maura dan Lana. Mereka menatap datar pada semua orang.


''Aku memang salah menutupi kebohongan ummi, tapi aku punya niat yang baik untuk hal itu. Kamu tau dek? Apa itu?'' tanya Maura pada Faiz yang sedang terisak duduk tepekur di belakang sofa Maura dan Abi Madan.

__ADS_1


''Hiks.. hiks..'' Faiz tidak menyahut, ia hanya bisa terisak.


''Aku melakukan semua itu demi Abi! Demi rumah tangganya! Demi kau dan juga Faizah! Agar kalian tidak kecewa dengan ummi kita! Aku pikir, dengan menutupi ini semuanya akan berjalan dengan baik. Ternyata aku salah! Benar kata bang Lana. Jika awal mula saja sudah buruk, maka keburukan itu kembali kepada kita! Menyesal aku tidak jujur kepada Abi dari dulunya! Sangat menyesal!''


''Semua ini sudah terlambat sekarang. Yang tersisa hanyalah penyesalan! Tapi.. aku tidak bisa menjaminnya. Jika semua ini terjadi pada putra Almira dan Alif, entah apa yang akan terjadi pada mereka nantinya! Aku harap, semua kesalahan di masa lalu itu cukup sampai disini! Bertaubat lah! Selagi nafas masih di kandung badan. Tapi jika sudah tidak, maka semua itu akan tiada gunanya lagi. Penyesalan memanglah datang terlambat.''


''Terimakasih Faiz.. bang Lana.. pencerahan dari kalian berdua membuatku sadar, bahwa semua yang ada di dunia ini semua atas kehendak Nya. Namun, kita sebagai manusia di berikan pilihan. Pilihan yang memutuskan untuk membawa kita menjadi baik, atau bahkan menjadi buruk. Semua ini sudah selesai! Pulanglah kak Mira. Menikahlah kembali dengan suami mu. Kau harus di nikahkan sekali lagi oleh ayah kandungmu! Tapi sebelum itu, kalian harus mandi taubat terlebih dahulu. Setelah nya lakukan sholat taubat baru kemudian menikah.''


''Pulanglah ummi... aku sudah memaafkan semua kesalahan ummi pada ku. Semua kesalahan kalian bertiga yang telah membohongi dan memaksaku, aku maafkan. Untuk ummi.. jika ummi ingin menikah dengan cinta ummi.. silahkan! Kami tidak akan melarang! Biarlah Abi kami yang mengurusnya. Sampai dimana ada wanita baik, tulus dan ikhlas menerima Abi apa adanya. Dan juga ada cinta di dalamnya. Seperti Mak Alisa dan Papi Gilang. Aku sangat mengidolakan calon Mak mertua dan ayah mertuaku itu.'' Maura terkekeh kecil setelah mengatakan hal itu.


Begitu juga dengan Lana. ''Kamu benar! Baiklah.. permasalahan kita sudah selesai bukan?? Abang mau mandi Ra, boleh Abang pinjam kamar mandi mu? Abang bawa baju ganti kok. Kamu disini saja! jangan masuk ke kamar. Sudah masuk waktu ashar ini.'' Kata Lana yang mengangetkan semua orang.


Akhirnya mereka semua bersiap untuk menuju ke mesjid terdekat di komplek perumahan Abi Madan setelah nanti mereka bersiap.


💕💕💕💕

__ADS_1


Alhamdulillah.. clear kan yah?


Otw halal bang Lana dan Maura.


__ADS_2