
Setelah kejadian yang membuat malu Abi Madan dan Mak Alisa, kini keluarga itu sedang melakukan ritual adat Aceh untuk Lana dan Maura.
Sama seperti Kak Ira dulunya, Maura pun begitu. Maura di dudukan ke pelaminan sedangkan Lana, Mak Alisa, Papi Gilang, Algi, Rayyan dan Nara mereka merupakan keluarga mempelai pria yang bertugas untuk mengantar Lana sampai ke pelaminan.
Begitu juga keluarga Lana yang dari Aceh. Seperti kakek dan nenek yang sudah berusia senja.
Mereka masih terlihat sehat saja saat ini. Dengan suka cita, mereka mengantar Lana menuju pelaminan.
Tiba di sana, Lana dihadapkan pada Maura. Mereka diberkati bersama. Setelah itu, Mak Alisa mendudukkan Maura di pelaminan di samping Maura begitu cantik saat memakai pakaian adat Aceh.
Karena keduanya merupakan keturunan Aceh asli. Yaitu Mak Alisa dan Abi Madan. Sedang Papi Gilang dan ummi Aini mereka berdua dari suku Jawa.
Masing-masing dari mereka memberkati pernikahan Lana dan memberikan berbagai macam hadiah.
Seluruh keluarga besar tanpa kecuali.
Selesai dengan keluarga besar, kini bergantian dengan seluruh anggota tentara yang seangkatan dengan Lana.
Mereka satu persatu bersalaman dengan Lana dan Maura. Tiba di urutan tengah, Jendral Suryanto beserta sang istri mendekati Lana.
Lana tersenyum lebar. ''Selamat komandan Lana! Selamat dengan pernikahan mu! Semoga sakinah, mawadah warohmah. Dan ini ada sedikit hadiah dari saya.'' Katanya pada Lana.
Lana terkejut. ''Apa ini jendral? Kenapa anda memanggil saya dengan sebutan komandan? Saya belum diangkat menjadi komandan loh..'' ucap Lana sembari membuat seloroh disana.
Semua yang ada disana tertawa. Termasuk komandan Kevin. Ia dan sang istri tersenyum tipis.
__ADS_1
''Lah, saya bilang yang sebenarnya loh.. masa' anda tidak mau saya angkat menjadi komandan sih? Ishh.. udah ah! Malu saya sama bawahan saya! Di terima! Saya tidak terima penolakan! Di buka amplopnya ya?'' Jendral Suryanto mengedipkan matanya sebelah menggoda Lana.
Lana tergelak keras. Begitu juga dengan Maura. Jendral Suryanto turun ke bawah dan bergantian dengan komandan Kevin.
''Selamat berbahagia komandan Lana!'' ucapnya tegas penuh penekanan.
Lagi, Lana terkejut. ''Terimakasih komandan Kevin! Terimakasih doanya! Silahkan menikmati jamuan nya!'' sahut Lana tak kalah tegas dari komandan Kevin.
Jendral Suryanto terkekeh mendengar suara tegas Lana. Semua yang mendengar suara Lana seperti itu terkekeh-kekeh.
Begitu juga dengan Papi Gilang. Ia pun tak menyangka, jika putra sambungnya itu sudah menjadi komandan saat ini.
Semua itu berkat kerja kerasnya selama beberapa tahun ini. Lana masih belum tau tentang kabar ini, karena memang masih dirahasiakan.
Pesta resepsi itu berlanjut hingga pukul sepuluh malam. Para tamu begitu banyak yang datang. Hingga hotel Bhaskara group begitu penuh dengan lautan manusia.
Pernikahan putra kedua Gilang Bhaskara dengan sang istri, Alisa Bhaskara. Semua itu tak luput dari perhatian media.
Siapa yang tidak kenal dengan Gilang Bhaskara dan Alisa Bhaskara. Sepasang suami istri beda usia namun tetap harmonis hingga sekarang ini.
Belum lagi, mereka berdua selalu kompak saat menjalani peran mereka berdua jika di hadapan rekan bisnis mereka berdua.
*
*
__ADS_1
Acara resepsi pernikahan itu baru saja selesai. Saat ini Maura dan Lana sedang berada di kamar hotel.
Rencananya, mereka berdua akan pulang sebentar lagi. Lana dan Maura tidak ingin menginap di hotel. Karena mereka tidak akan bebas sebebas dirumah mereka sendiri.
''Sudah siap??''
Maura mengangguk, ''Sudah Bang! Dirumah ajalah ganti bajunya. Riweh kalau buka disini. Ayo, capek banget ini badan. Mana bajunya berat lagi!'' gerutu Maura sambil berjalan duluan ke depan di ikuti Lana yang sedang terkekeh mendengar gerutuan nya.
Mereka berdua hanya pulang berdua saja dengan mobil milik Lana sendiri. Mobil yang ia beli dengan hasil yang ia investasi kan di Bhaskara group.
Lana pemegang saham nomor empat setelah Algi dan Nara. Kenapa demikian? Karena ada Rayyan diatas Lana yang merupakan anak kandung Papi Gilang. Begitu juga dengan kedua adiknya.
Sebenarnya Lana tidak mau, mengingat dirinya yang bukan siapa-siapa Papi Gilang. Hanya sekedar anak sambung Papi Gilang saja.
Tapi pria paruh baya itu tetap memaksa Lana agar mau menerima pemberian nya. Lana terpaksa menerima lantaran Papi Gilang yang dengan tegas mengancamnya tidak akan menganggap anaknya lagi jika tidak menerima pemberian nya itu. Maka Lana terpaksa menerima nya.
Sedangkan kedua saudara nya yang lain. Mereka pun mendapatkan bagian yang rata dari Papi Gilang.
Sebanyak apapun mereka menolak, mereka semua tidak akan bisa menolak perintah Papi Gilang. Papi yang begitu berjasa didalam hidup mereka dari dulu hingga sekarang.
Sungguh beruntung nasib Lana dan kedua saudaranya yang lain.
💕💕💕💕
Satu!
__ADS_1