Muara Cinta Maulana

Muara Cinta Maulana
Pernikahan tetap berlanjut


__ADS_3

Jika keluarga Lana sedang mencoba mengalihkan perhatian Lana agar tidak larut dalam kesedihan yang mendalam, berbeda dengan keluarga Maura.


Saat ini keluarga Maura masih melanjutkan pernikahan itu dengan Almira sebagai pengantin pengganti nya.


Setelah keluarga Lana tadi pergi, kini keluarga itu sedang mencoba menyadarkan Maura yang pingsan akibat shock karena melihat Lana pergi tanpa melihat padanya lagi.


Bahkan di bawah alam sadarnya, Maura memanggil nama Lana. Dengan air mata terus beruraian.


Pak Madan menatap tajam pada ummi Aini. ''Semua ini gara-gara kamu memaksa putriku! Kamu mengatakan jika Lana tidak akan pernah kembali lagi! Apa maksudmu?Inikah yang kau ingin kan Syarifah Mariani Kartika?''


Deg!


''Bi.. udah! malu sama tamu diluar kamar ini. Kakak yang akan menggantikan Maura. Abi dan ummi tidak akan malu. Kakak mohon.. jangan bertengkar sekarang. Biarkan adek istirahat dulu. Ayo kita ke depan! Nanti ada Mbok Mi yang akan nungguin adek disini. Ayo! Malu... di dengar orang.'' Lerai Almira pada kedua orang tua nya.


Ummi Aini tidak bisa berkata apapun saat ini. Lidahnya terasa kelu walau hanya sekedar berkata iya.


Ia menatap Maura dengan tatapan nanar. Mata itu mengembun. Buliran bening itu mengalir disudut matanya.

__ADS_1


Ia beranjak keluar menyusul Abi Madan dan Almira yang sudah duluan keluar dan menuju kamar Almira.


Setibanya di kamar Maura. Para MUA yang sengaja di panggil Alif untuk merias Maura masih berada disana.


Dengan cekatan para MUA itu memoles Almira lagi. Tidak terlalu banyak sih polesan nya.


Karena sedari pagi tadi, Almira sudah dihias bersama Maura. Kini hanya bagian finishing serta memakai kebaya yang dipakai Maura dan seluruh asesorisnya.


''Kamu yakin, Nak? Abi tidak mau kamu juga sama seperti Maura..'' lirih Abi Madan.


''Abi tenang saja ya? Kakak ikhlas kok. Mungkin inilah jalan takdir jodoh buat Kakak. Siapa Taukan Abi?''


''Jangan katakan apapun pada Faiz dan Faizah, Abi. Kakak mohon.. Kakak kelas kok menjalani ini? Abi tenang saja! Lebih baik sekarang Abi kedepan dan menemui para tamu kita! Kakak sebentar lagi siap! Tinggal bajunya saja.'' nih Almira pada Abi Madan.


Abi Madan menghela nafasnya. Ia keluar dengan langkah berat. Tiba diluar, ia berbaur dengan tamu lain yang sedang menunggu pengantin wanita nya.


Setengah jam kemudian, Almira keluar dengan di gandengi oleh Ummi Aini. Wajah wanita paruh baya itu begitu sendu, ketika Abi Madan menatap datar padanya.

__ADS_1


Kini Maura sudah duduk di sebelah ummi Aini di kursi lain. Sementara calon mempelai Pria sedang melafalkan ijab Qobul atas nama Almira.


''Saudara Alif Putra Gunawan saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan putri kandung saya Almira Putri Kartika binti Madan Al Farizi dengan mas kawin satu set perhiasan emas dan satu buah mushaf Al-Qur'an di bayar tunai!''


''Saya terima nikah dan kawinnya Almira Putri Kartika untuk saya, dengan mas kawin satu set perhiasan emas dan satu buah mushaf Al-Qur'an di bayar tunai!''


''Bagaimana para saksi? Sah?''


''Sah!''


''Sah!''


''Alhamdulillah... barakallahu wa barokah alaikuma fi Khairi..''


''Alhamdulillah..'' ucap Almira dan Alif bersamaan.


Mereka berdua saling melempar pandang saat keduanya sah menjadi suami istri. Seperti keinginan dalam hati masing-masing.

__ADS_1


Senyum manis pun tak surut dari kedua mempelai ini. Membuat dua paruh baya disudut sana tertegun.


__ADS_2