Muara Cinta Maulana

Muara Cinta Maulana
Tinggal kenangan


__ADS_3

Selesai mandi Nara langsung sholat. Ia duduk tepekur sejenak di sajadahnya sambil berdoa untuk sang suami yang tidak di ketahui keberadaan nya hingga saat ini.


Bohong jika Nara tidak terluka mendapati kabar duka di barengi dengan kabar gembira. Ia mengusap lembut perut datarnya. Ia terisak.


''Mungkin, mereka berpikir jika aku gila karena telah menganggap kepergian Abang sebagai kesenangan untuk diriku. Mereka tidak tau aja seperti apa hatiku saat ini. Bohong jika aku tidak sedih. Tapi teringat perkataan kami dulu membuat semangat di dalam diriku ini tumbuh. Walau aku masih muda dan sudah mengandung, tak apa. Aku ikhlas. Karena ini adalah jalan hidup ku. Aku percaya, semua ini memang sudah menjadi goresan takdir untuk ku lalui. Pesan Abang dulu masih teringat olehku. Dan benar adanya terjadi saat ini.''


''Tak apa jika mereka menyangkal keberadaan Abang. Tapi aku akan tetap menunggu Abang. Mulai hari ini dan seterusnya, Penantian Kinara akan terjadi seperti kataku dulu pada Abang. Jika kita tidak pernah bertemu lagi hingga akhir hayat, berarti aku akan bertemu denganmu di surga Nya Allah untuk selama-lamanya.. aku yakin, suatu saat suamiku pasti akan kembali lagi ke rumah kami. Aku akan tegar dan bersabar menghadapi cemooh orang. Aku tidak peduli dengan mereka. Bagiku, kehidupanku merupakan kehidupan suamiku. Begitu pun sebaliknya. Hati kami saling terhubung dan seperti saat ini. Aku merasakan jika bang Ali masih hidup. Hembusan nafasnya masih terdengar hingga ke hatiku. Dimana pun kamu berada.. ingatlah selalu dengan Kinara mu yang selalu menunggu kepulangan mu.''


''Kamu harus melihat anak kita lahir nanti. Dan jika pun tidak, Tak apa. Aku tetap akan menanti kepulangan mu, Bang Ali Jaber Al Basri!''


Deg!


Deg!


''Naraaa...'' terdengar seperti suara Ali di dalam hatinya. Nara tersenyum. ''Adek tau Abang. Kamu masih hidup. Berjuanglah untuk bisa kembali kepadaku! Aku akan selalu menantimu suamiku Ali Jaber Al Basri!'' ucapnya sambil memejamkan matanya saat merasakan helaan nafas Ali menyentuh relung hatinya.


Bibirnya menyunggingkan senyum manis. Dirasa cukup, Nara bergegas bangkit dan bersiap untuk pulang kerumahnya. Nara tersenyum saat melihat ransel baju Ali. Dengan segera ia menggenakan nya dan keluar dari kamar itu.


Tap.


Tap.


Tap.


Semua yang disana menoleh pada Nara yang begitu anggun saat ini. Lana dan Papi Gilang melototkan matanya saat melihat Nara yang begitu cantik memakai baju Kemeja Ali yang kebesaran di tubuhnya.


Belum lagi Ragata dan Algi, mulut mereka menganga lebar. Maura berdiri dan menuju dimana Nara berdiri sambil terkekeh kecil melihat seluruh keluarga nya.


''Dek... ini kamu?'' tanya Maura pada Nara. Ia berkeliling memutari tubuh Nara untuk memastikan.


Nara Terkekeh kecil. ''Iya Kak. Ini adek. Kinara Zivanna. Ada yang salah kah??'' tanya Nara masih dengan terkekeh kecil.


''Waaauuwww.. your so amazing Dek! Your so beutiful!! Masya Allah...'' seru Maura begitu takjub pada kecantikan Nara yang tiba-tiba saja menguar dari tubuhnya.

__ADS_1


''Kenapa??'' tanya Mak Alisa.


Nara tersenyum dan ia mendekati paruh baya itu. Kemudian mengecup keningnya begitu lama. Mak Alisa terisak. Nara tersenyum, ia mengusap bulir bening yang mengalir di pipi Sang Ratu di hati Papi nya itu.


''Tidak ada jawaban dari pertanyaan Mami itu. Cuman... adek ingin berubah dan mencari suasana baru. Biarlah yang sudah terjadi tetap terjadi. Toh, dengan kita meratapinya kehidupan ini tetap berjalan pada porosnya bukan?? Biarlah semua yang terjadi selama beberapa bulan terakhir ini menjadi kenangan untuk adek. Semua ini demi membuka lembaran baru untuk masa depan. Masa depan yang lebih baik lagi. Adek percaya, jika kami di takdir kan untuk bersama, maka kami akan tetap di pertemukan dan di persatukan. Walau di dunia bagi kalian itu tidak mungkin terjadi, tapi di akhirat pasti mungkin. Adek akan di pertemukan denganya kelak di Surga Nya Allah SWT. Amiiinnn...''


Semua yang mendengar penjelasan Nara tertegun hingga tubuh itu mematung seketika. Semua mata itu menatap haru pada Nara.


Papi Gilang mendekati putri bungsunya itu dan memeluknya dengan erat. Di susul Mak Alisa, Lana, Ira dan terakhir Algi. Ragata menitikkan air matanya saat melihat ketegaran yang terjadi pada diri Nara saat ini.


Kehidupan yang baru saja ia mulai untuk mendapatkan pahala banyak malah terputus karena Ali pergi untuk selama-lamanya. Kini, Ali Jaber Al Basri hanya tinggal kenangan di mata mereka semua. Namun tidak untuk Nara.


Hati dan pikiran nya tetap sinkron. Bahkan hatinya begitu yakin, kalau Ali masih hidup dan saat ini sedang tersesat di tempat antah berantah yang Nara sendiri pun tidak tau.


Keluarga ini kembali bahagia setelah tadi sempat berduka dengan kepergian Ali yang begitu mendadak.


Perjalanan Muara cinta Maulana sudah berakhir. Tapi tidak untuk penantian Kinara. Penantian itu akan terus berlanjut menunggu sang pemilik hati untuk pulang menemui dirinya.


Kalaupun tidak, maka mereka akan di pertemukan di surga Nya Allah SWT kelak.


Extrapart End.


💕💕💕💕


Assalamualaikum semua...


Hehehe...


Beneran tamat ye? Bagi yang ingin lanjut boleh kok. Ada karya saya yang berjudul Penantian Kinara.


Othor mau ngucapin Terimakasih sama kalian yang sudah setia mengikuti cerita Muara cinta Maulana ini hingga selesai.


Tanpa kalian apalah othor remehan rengginang ini. Tapi berkat dukungan kalian, othor bisa ada di titik ini.

__ADS_1


Terimakasih buat kalian yang udah like, sedekah kembang walau sedikit, dan juga sering komen. Othor baca kok setiap komenan kalian.


Walau hanya satu satu sih. hihihi... ✌️✌️


Jangan marah ye..


Ini memang fakta yang sebenarnya. Hanya beberapa orang saja yang betah menunggu cerita ini hingga selesai. Terimakasih banyak buat penggemar setia Bang Lana.


Mak othor ucapin terima kasih banyak. Dan ya, untuk kelanjutan cerita adek Nara udah othor rilis ye dan akan update rutin di tanggal satu besok pagi.



Noh, itu ye covernya? Sok atuh kepoin!


Tinggalkan jejak kalian disana saat kalian singgah walau hanya sekejap saja. Hiks .. sakit hati othor ! 🤧🤧🤧


Othor tunggu kalian disana untuk meramaikan cerita adek Annisa. Jikalau kalian nanti baca adek Nara ada part disini disana, jangan marah dan jangan kabur! 😒


Cerita adek Nara dan bang Lana saling berkesinambungan. Sambung menyambung menjadi satu! 😪


Jangan marah dan jangan kabur ingat itu! hihihi..


Othor tunggu ye??


Tanpa kalian apalah othor ini! hiks.


Oh, ya jangan lupa follow akun menulis othor agar kalian tau kalau ada cerita baru rilis lagi tiap bulannya.


Berkarya itu tidaklah mudah. Tanpa dukungan kalian, kami penulis bukankah apa-apa. Terimakasih banyak buat kalian yang sudah setia mengikuti cerita ini. Semoga Allah selalu melimpahkan rahmat-Nya kepada kalian semua yang telah mendukung othor dari awal mula cerita ini othor rilis.


Akhiru Kalam.


Wassalamu'alaikum wr. wb.

__ADS_1


...Salam hangat Othor...


...MELISA...


__ADS_2