
Lana masih terdiam setelah mengalami mimpi yang tidak menyenangkan yang baru saja ia alami. Ia menatap kepada tiga orang yang sedang terkekeh bersama.
Ia menatap Mak Alisa dan Papi Gilang bergantian. Sadar jika kedua orang itu terus ditatap sedari ia bgnun tadi seperti orang terkejut, Papi Gilang mendekati dan bertanya padanya.
''Kamu kenapa? Apa yang kamu rasakan? Masih mual kah? Atau.. ada sesuatu yang terjadi di dalam tidurmu??''
Deg!
''Bagaimana Papi tau jika Abang bermimpi buruk ??'' selidik Lana. Ia menatap Papi Gilang dengan lekat.
Papi Gilang terkekeh. ''Papi nggak bilang kamu mimpi buruk ya? Tapi kamu sendiri yang mengatakan nya! Dan ya. Kamu memang benar. Papi tau. Tau segalanya!'' jawabnya dengan wajah yang begitu serius menatap Lana.
Lana semakin terkejut dengan ucapan Papi Gilang. ''Apa yang Papi tau dari mimpi Abang?'' selidik Lana lagi.
Ia masih belum percaya jika Papi Gilang tau tentang mimpinya. Papi Gilang yang tadinya serius menatap Lana kini berubah menjadi terkekeh.
''Kamu kenapa? Kok yang kayak Papi ini tersangka aja kamu tatap kayak gitu! Apa sih memang nya yang menjadi mimpi kamu? Hingga kamu begitu serius menatap Papi, Mak dan adik ipar mu! Kenapa, hem?'' tanya Papi Gilang pada Lana.
__ADS_1
Ia menatap Lana dengan sorot mata yang begitu serius. Lana pun demikian. Mereka saling bertukar informasi melalui tatapan mata.
Papi Gilang menghela nafasnya. ''Terkadang sebuah mimpi itu merupakan tabir rahasia yang tidak bisa kita pecahkan. Sebenarnya Allah sengaja mengirimkan mimpi itu kepada kita sebagai petunjuk untuk masa depan ataupun yang ada sekarang. Kita tidak bisa menebak rahasia itu seperti apa. Karena yang kita pikirkan tidak sesuai dengan kenyataan yang akan kita dapat nantinya. Kamu ingat dulu tentang mimpi kamu yang bertemu Papi di dalam mimpi??''
Lana mengangguk, sedangkan Mak Lisa dan Ali menatap mereka dengan tatapan seriusnya. Mereka mendengar kan dengan seksama apa yang akan Papi Gilang dan Lana katakan.
''Ya, Abang masih ingat. Saat itu Abang bermimpi bertemu Papi disebuah taman. Abang mendatangi tempat itu untuk mencari Papi. Tapi Abang tidak menemukan Papi disana. Yang Abang temukan saat itu adalah seorang pemuda memakai celana jeans berwarna biru laut, kaos oblong putih dan memakai jaket denim berwarna hijau tua sedang menatap lurus ke depan.'' Papi Gilang tersenyum.
Ia masih ingat dengan mimpi ini. Mimpi yang menghubungkan dirinya dengan masa depannya sekarang.
''Abang melihat seorang pemuda menatap lurus ke depan. Tak sengaja saat itu kaki ini memijak ranting kecil hingga patah. Membuat Papi berbalik dan melihat Abang. Abang tertegun saat itu. Abang tersenyum saat menyadari jika itu adalah Papi. Papi Abang!'' cerita Lana. Mata itu berkaca-kaca melihat Papi Gilang.
Grep!
Papi Gilang memeluk tubuh Lana dengan erat. Papi Gilang terkekeh namun air mata itu mengalir deras di pipinya.
''Sudah Tau jawaban dari mimpi itu??'' tanya Papi Gilang pada Lana.
__ADS_1
Lana mengangguk, ia semakin erat memeluk tubuh tegap Papi Gilang. Tubuh yang sedari ia berumur delapan tahun selalu membawanya bermain dan yang begitu menyayangi nya.
Bahkan ketika maut menjemput mereka berdua, mereka tidak bisa terpisahkan saat itu. Mak Alisa tersedu. Dengan segera Ali memeluk tubuh wanita paruh baya yang telah melahirkan istrinya itu.
Sedikit tidaknya Ali sudah mendengar cerita ini dari Lana ketika mereka pertama kali bersahabat sekaligus menjadi rekan. Ali pun menitikkan air mata nya saat Lana bercerita perjuangan hidup mereka sebelum akhir nya bertemu dengan Papi Gilang.
''Hiks.. hiks.. Abang sayang Papi! Sangat sayang!'' kata Lana masih dalam pelukan Papi Gilang.
Papi Gilang pun memeluk erat tubuhnya. ''Papi pun sangat menyayangi mu, nak!'' balasnya tak kalah erat memeluk tubuh tegap Lana.
''Sudah, sekarang sudah paham kan apa arti dari mimpi yang pernah kamu alami dulu??''
Lana mengangguk dengan wajah sembab dan basah air mata. ''Ya,'' sahutnya.
''Inilah jawaban dari mimpi kamu dan mimpi Papi dulu. Mimpi yang ternyata berhubungan dengan masa depanmu dan masa depan Papi. Begitu juga mimpi yang baru saja kamu alami. Papi tidak akan bertanya. Tapi Papi cukup menjelaskan saja. Terkadang mimpi itu adalah petunjuk masa depan untuk kita. Sebuah tabir rahasia yang tidak bisa kita tebak seperti apa jalan dan peristiwa nya. Tapi tetap terhubung dengan masa depan kita.''
''Apapun mimpi kamu itu, jangan jadikan beban. Tapi jadikan ladang pahala untukmu. Apapun petunjuknya, kamu pasti bisa menemukan nya. Jadikan mimpi itu untuk penyemangat hidupmu. Buat dirimu menjadi kuat agar ketika suatu saat nanti kamu mendapati kenyataan tidak sesuai dengan apa yang kamu pikirkan selama ini, kamu bisa lebih berlapang dada dan ikhlas menerima jawaban dari mimpi yang baru saja kamu dapat kan. Paham??''
__ADS_1
Lana mengangguk dan tersenyum, ''Paham, Pi!'' jawab Lana sama persis ketika ia kecil dulu.
Mak Alisa dan Ali Terkekeh-kekeh melihat ayah dan anak sambung yang begitu akur itu. Ya, mimpi itu merupakan tabir rahasia yang tidak pernah kita tau jawabannya seperti apa. Tapi tujuan dari mimpi itu tetap satu. Yaitu MASA DEPAN!