MY BELOVED WIFE

MY BELOVED WIFE
Gulali Untuk Alpha


__ADS_3

“Hi Alpha sayang... kangen sama mom?”


Bocah berumur 5 tahun itu tersenyum antusias. Setalah turun dari gendongan Valery, Alpha berlari ke arah Ailee. Anak itu merentangkan kedua tangannya dengan berani, mengkode agar Ailee menggendong tubuh mungilnya dan dengan senang hati Ailee membawa Alpha kedalam pelukannya.


“Mommy Ailee hari ini kita main yuk...”


Netra coklat Ailee menatap teduh Alpha dan tersenyum seolah mengiyakan permintaan anak yang baru ditemuinya 1 hari yang lalu itu. Mereka sudah terlihat akrab, bahkan mungkin orang akan terkecoh dan menganggap Alpha dan Ailee adalah pasangan ibu dan anak.


“Val... ini bener aku boleh ajak dia kemana ajakan?” tanya Ailee pada sosok sahabatnya itu. Valery mengangguk dengan tenang.


“Justru Alpha yang ngajak kesini Lee. Dia kayaknya bener-bener nganggap kamu mommynya deh, kamu kasih apaan sih Alpha sampe bisa luluh gitu?” Ailee tersenyum kikuk. Kasih apa? Ailee tak memberikan apapun pada Alpha, Ailee hanya memancing anak itu untuk lebih dekat dengannya saja. Ailee tahu hanya dengan melihat saja, bocah berumur 5 tahun itu terlihat banyak menyimpan beban, untuk dekat dengan Alpha memang tidaklah mudah. Ia bukan bocah polos yang kalau diberi permen langsung mendadak ramah. Hanya dengan menjadi apa yang Alpha butuhkanlah Ailee bisa begitu mudah akrab dengan Alpha. 


“Ngeliat Alpha antusias buat keluar hampir satu keluarga seneng liatnya...” timpal Valery. “Aku gaktau kamu kasih apa Alpha sampai dia bisa akrab dan bahkan manggil kamu mommy, tapi aku bersyukur banget  Alpha bisa seneng kayak gitu. Semenjak kakakku meninggal aku yakin Alpha ingin sekali punya pengganti ibu baru. Dari lahir dia tinggal sama oma dan opahnya aja... makanya jadi tertutup gitu deh...”


Dahi Ailee mengkerut, “Loh Dad-nya Alpha gak tinggal bareng sama dia?” tanya Ailee. Dia memberikan Alpha satu cupcake coklat dan menyuruh Alpha untuk ikut keruang kerjanya bersama Ira, salah satu pegawainya. Pembicaraan ini kelihatannya tak bagus bila didengar Alpha.


Valery menggeleng pelan, “Mau tinggal gimana lee... kakak iparku ngerawat Alpha aja kaya ga sudi gitu. Selalu aja kabur-kaburan keluar negeri, baru sekarang aja karena kebetulan opahnya Alpha mau pensiun dia dipaksa pulang... “


“Kasian Alpha...” saut Ailee tanpa sadar. Ia terlihat begitu simpati pada bocah berumur 5 tahun yang juga keponakan dari sahabatnya itu. Ailee merasa kurang lebih hidup Alpha persis seperti dirinya yang berdiri tanpa kasih sayang orang tua.


“Kamu aja kasian. Apalagi aku tantenya... mamanya udah pergi, ayahnya gamau ngerawat dia, aku sampe gangerti lagi bisa-bisanya hal malang kaya gitu harus nimpa Alpha. Makanya dia jadi anak yang kurang aktif bahkan buat bergaul pun susah...” Valery terlihat menerawang perjumpaan pertama kalinya dengan sang keponakan. Ia merasa Alpha saat bayi lebih baik dibanding Alpha yang sekarang.


“Yaudah lee aku titip Alpha ya... aku mohon banget tolong bikin dia happy, jarang-jarang dia minta keluar rumah karena inisiatif sendiri...” Valery dan Ailee sama-sama bangkit. Ailee mengangguk pelan, tentu saja ia akan dengan senang hati menghibur Alpha sebisa mungkin. Setidaknya selain dia mencoba menyenangkan anak itu, Ailee juga bisa terhibur dengan adanya Alpha kecil. Ia bisa melupakan sejenak masalah hidupnya yang membingungkan.


Valery memeluk Ailee. Tak lupa gadis berambut bob itu mencium kedua pipi kanan dan kiri Ailee sebagai tanda salam perpisahan, “Kabari aku kalo dia mau pulang oke...” bisik Valery. Ailee mengangguk paham.


“Baiklah Ailee... waktunya membuat Alphamu senang...”


[]


“Mom itu apa?”


Suara antusiasme seorang anak laki-laki bersatu dengan keramaian taman mini yang padat akan pengunjung itu. Diantaranya ada Alpha, dia terus menarik-narik gaun Ailee dengan gembira sembari jemari kecilnya menunjuk-nunjuk komedi putar besar. Ailee dibuat senang melihat tingkah Alpha, ternyata seorang anak kecil tetaplah anak kecil.

__ADS_1


Tangan Ailee bergerak mengelus puncak kepala Alpha dengan lembut, “Itu komedi putar... Alpha mau naik?” tanyanya dengan lembut, Alpha hanya berbinar mendengarnya cukup memberi Ailee jawaban bahwa Alpha memang ingin menaikinya.


Wanita itu membawa Alpha ke arah komedi putar itu berada. Setelah mendapatkan tiketnya Ailee segera mendudukan Alpha diatas salah satu patung kuda, ia duduk dibelakang Alpha memangku bocah itu agar tak jatuh. Komedi putar terlihat berjalan membawa Alpha dan Ailee menyelami kebahagiaan. Alpha yang bahagia karena bisa naik wahana itu sedangkan Ailee yang bahagia bisa bersama Alpha. Rasanya menjadi seoarang ibu tidaklah buruk.


“Alpha seneng?” tanya Ailee kepada Alpha, anak itu sejak tadi melihat sekelilingnya dengan binar-binar lucu seoalah menemukan dunia baru.


“Seneng banget!! Alpha bisa naik kuda!” ungkapnya. Sungguh sangat lucu melihat Alpha. Mendadak ia mengingat hidupnya yang menyedihkan. Tumbuh tanpa kasih sayang Astoria, memiliki seorang ayah yang hanya sibuk bekerja, bahkan dengan mudahnya meminta Ailee menikah dengan Ars yang berakhir kegagalan rumah tangganya. Ailee benar-benar merasa hidupnya terpuruk. Netranya menatap sedih Alpha, kurang lebih anak itu sama dengannya tumbuh tanpa orang tua.


Mendadak rasa ingin melindungi anak itu tumbuh begitu saja dihati Ailee. Wanita itu tau Alpha masihlah seorang anak kecil yang butuh kasih sayang orang tuanya, tak bisa dibiarkan bila Alpha harus tumbuh seperti dirinya yang terus memendam rasa benci. Ailee bisa menjadi kuat kapanpun sedangkan apa yang bisa dilakukan anak kecil seumuran Alpha. Ayahnya saja tak sudi merawat anak itu.


“Coba saja dad ikut kemari...” Alpha merenung, pikirannya tiba-tiba saja terlintas pada Algamma. Ia ingin mengajak ayahnya kemari, bermain bersama pasti akan sangat menyenangkan. Terlebih melihat setiap anak di taman mini itu yang banyak didampingi kedua orang tuanya membuat Alpha mengeluh iri tanpa sadar.


Puk


“Jadi gak seneng naik kuda sama mom?”


Pandangan Alpha teralihkan, anak itu mendongak menatap Ailee ia menggoyang-goyangkan kepalanya dengan keras, “Alpha seneng kok, seneng banget...”


“Suatu saat... pasti Alpha bisa kesini sama dad, Alpha gausah sedih lagi...” Alpha mengangguk.


“Nah komedinya sudah berhenti... Alpha ayo turun... sekarang kita makan gulali!!” Ailee mengendong Alpha.


“Gulali?”


“Kamu pasti suka sayang...”


Ailee membawa Alpha ke kedai Gulali. Menunjukan anak kecil tampan itu proses dan cara-cara pembuatan si manis gulali itu, “Mom hebat ada awannya...” ucap Alpha begitu polos seraya menunjuk-nunjuk gulali yang sedang dibuat itu.


“Cancan! Ini Gulali untuk Alpha-nya mommy...” Ailee memberikan makanan seperti bola kapas itu kepada Alpha. Anak itu menerimanya dengan jemarinya yang kecil. Alpha terus memandingi makanan itu, Ailee yang melihatnya dibuat terkekeh kecil, “Ada apa?”


“Ini lucu mom... apa memang bisa dimakan?”


“Tentu saja bisa sayang..” ia mencuil Gulali ditangan Alpha dan menyuapi anak itu. Alpha terlihat ragu namun tetap memakannya, “Gimana?”

__ADS_1


“Manis hehehe...”


Ailee tersenyum, “Kan udah mom bilang.”


“Tapi rasanya ga semanis senyuman mommy Ailee...”


[][]


Matahari mulai terlihat menurunkan wujudnya, tak terasa bersama Alpha menghabiskan waktu hingga sore. Tanpa sadar anak kecil itu membuat Ailee lupa waktu, yang ia sibukkan hanya membuat Alpha senang seperti janjinya.


Wanita itu menatap Alpha. Kepala anak itu kini ada dipangkuannya, ia mengelus dan menyingkirkan poni-poni kecil di dahi Alpha dengan sayang dan hati-hati agar anak itu tak terbangun dari tidurnya. Setelah bermain mengitari taman mini seharian Alpha terlihat lelah dan malah jatuh terlelap dipangkuan Ailee.


“Hemm...” Ailee tersenyum lucu melihat siluet Alpha yang tertidur ahh betapa menggemaskannya Alpha.


Saat ini mereka berdua tengah ada didalam sebuah mobil taxi, kebetulan Ailee tak membawa kendaraan pribadinya hari ini. Sudut matanya beralih menatap kaca mobil, menatap lalu lalang jalanan raya menerawang jauh kesana. Setidaknya dengan bersama Alpha hal-hal tentang Astoria kemarin dapat ia lupakan begitu saja.


Tring! Tring! Tring!


Ailee mengangkat ponselnya yang tiba-tiba bergetar. Dengan pelan ia mengambil ponsel itu agar tak menganggu tidur Alpha. Ia tertegun saat melihat nama Valery muncul sebagai si penelpon.


“Hallo...”


“Lee.... mom mengundangmu untuk makan malam dirumah...”


 [][][]


Hi Ketemu lagi.


Jangan lupa tinggalkan jejak ya.


Semangat untuk puasanya, stay at home aja ya kalian jangan kemana-mana dulu apalagi kepasar.


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2