
Satu hal sifat Adam yang dirasa menurun juga pada Gamma. Adam yang sangat suka memaksa begitu pula dengan Gamma yang tak suka dibantah. Ailee saat ini merasakannya, bagaimana seorang Gamma membangunkannya dengan wajah yang begitu gusar campur kesal.
Ailee juga tertular kesal dipagi harinya. Bagaimana tidak Gamma membangunkannya dengan mengetuk pintu dan berteriak begitu keras tanpa memikirkan Alpha yang juga sedang tertidur kala itu.
Dan penyebab sang suami membangunkannya begitu pagi adalah karena siang ini mereka harus ke Maldive. Adam memberikan mereka tiket bulan madu yang keberangkatannya siang ini. Ailee juga kesal karena pria itu memberitahunya begitu mendadak dikala Ailee bahkan belum melakukan prepare apapun.
Ia memandang langit biru yang dikelilingi sejumlah awan putih bagai kapas dari jendela pesawat. Pemandangan yang begitu indah menawan mata. Namun tidak bagi Ailee, ia tak bisa menikmati pemandangan itu dikala pikirannya melayang entah kemana.
Bulan Madu? Tak pernah ada dipikirannya terlebih dengan Gamma, pria tampan yang duduk disampingnya sembari fokus membaca buku. Entah apa yang pria itu baca dengan wajah yang begitu serius sedangkan Ailee yang berada disampingnya pun begitu kusut.
Seharusnya Bulan madu adalah peristiwa yang akan dipastikan menjadi sesuatu paling membahagiakan. Namun sayangnya Ailee tak akan merasakan itu terlebih tanpa Alpha disisinya. Anak itu tak boleh dibawa dalam bulan madu mereka, padahal dengan adanya Alpha Ailee tak akan menghadapi Gamma sendirian.
Huft
"Ada apa? Sepertinya kau sangat terganggu pergi denganku."
Bugh
Gamma menutup buku tebalnya yang saking tebalnya membuat Ailee mual untuk sekedar berminat membaca. Mereka duduk berdua di pesawat khusus kelas VIP yang memang biasanya akan sangat sepi namun dengan fasilitas yang mewah.
Ailee menoleh tak lagi berminat menatap jendela pesawat. Dalam hati Ailee menjawab pertanyaan Gamma dengan begitu jujur bahwa memang dia sangat tak nyaman berpergian dengan pria disampingnya itu terlebih selama hampir 3 hari lebih. Gamma yang kaku, suka memerintah dan menyebalkan pasti akan membuat hari-hari Ailee di Maldive jadi lebih menyedihkan.
"Tidak aku hanya ngantuk." Jawab Ailee sekenanya. Wanita itu menarik penutup mata yang ada didahinya hingga ke mata. Ailee ingin tidur, setidaknya dengan menutup matanya dapat mengistirahatkan sejenak untuk melihat pria es disampingnya itu.
[]
"Hei bangun putri tidur..." Suara Gamma juga tangannya yang menepuk-nepuk pipi Ailee membuat wanita itu terusik dari tidurnya. Ailee mengerjap dan pemandangan yang berbeda sudah mengelilinginya.
Sebuah kamar dengan cat bewarna coksu dan putih dikelilingi ornamen bewarna senada. Tak mewah tapi juga tak terlalu sederhana. Ailee melirik balkon yang di setiap pintunya terdapat bunga lily pink yang begitu indah dipandang. Sedangkan Gamma dari tadi berdiri memandang Ailee dengan wajah menyebalkan. Pria itu merasa pemandangan kamar Apartnya lebih menarik dari pada wajahnya yang tampan ini.
"Sudah selesai menikmati pemandangannya?" Gamma berkacak pinggang. Ailee baru menoleh menatap pria itu.
"Emh... Al, kenapa kita bisa disini?" tanya Ailee dengan muka bantalnya.
__ADS_1
"Menurutmu?"
Ailee mencebikan bibirnya karena jawaban tak jelas yang diberikan Gamma, "Oh iya sekarang jam berapa?" wanita itu merenggangkan tangan dan sendi-sendi tubuhnya sembari melenguh panjang lalu mencari-cari jam dinding.
"Jam 07.00 malam"
Ailee terkejut bahwa ia tidur selama itu, "Ya ampun Al, kenapa kau tak membangunkanku seharusnya tadi kita menikmati sunrise sebelum ke hotel..." pikir Ailee yang ternyata tak tercapai. Padahal Wanita itu masih memiliki harapan dan rencana untuk mencoba bersenang-senang menikmati 3 harinya di Maldive. Namun sialnya Ailee malah tertidur begitu lelap.
"Aku tak tertarik."
"Lalu kenapa kau membangunkanku?"
"Aku takut kau mati kelaparan." Jawab Gamma begitu acuh tak acuh. Pria itu melenggang pergi meninggalkan Ailee dengan muka bantalnya.
"Huh.. kuatkan dirimu Ailee..." Dia mengelus dadanya pelan-pelan seraya meyakinkan dirinya untuk belajar sabar dalam menghadapi Gamma karena ini hanya berlangsung satu tahun saja.
Ailee bangkit dari posisi setengah duduknya. Ia memutuskan melakukan ritual mandi terlebih dahulu sebelum turun kebawah untuk makan malam.
Beberapa menit kemudian wanita itu keluar dari kamar mandi dengan handuk. Sedikit was-was takut apabila ada Gamma didalam kamar namun sepertinya pria itu tak ada. Ia membuka kopernya dan mengacak-ngacak segala isinya. Wajah Ailee terlihat begitu terkejut ketika semua isi kopernya tak sesuai dengan apa yang ia masukan. Semua isinya berubah dengan pakaian seksi yang bahkan tak pantas ia kenakan.
Ailee segera menyambar kemeja itu dan mengenakannya. Ia tak mau memikirkan bagaiamana pria itu akan marah lagi karena menggunakan benda miliknya tanpa seizin si empu.
Ailee turun ke pantry sembari mengendap-endap. Ia meremas handuk yang tersampir menutupi rambutnya sembari berdoa agar Gamma tak melihat dirinya.
"Ada apa dengan--"
Suara bariton Gamma membuat Ailee terlonjak kaget ia memekik pelan. Dapat ia lihat Gamma memandangnya dari meja pantry dengan beberapa makanan berat yang tersaji didepan pria itu.
Gamma memandang heran Ailee, matanya melihat istrinya dari atas kebawah, "Itu kemejaku kan?"
Ailee mengangguk takut takut. Ia memajukan langkahnya dengan pelan sambil memberi jarak takut Gamma akan menerkamnya, "Ma--maaf Al aku pinjam kemejamu..." Ia menunjukan binar permohonan pada suaminya itu, "Semua pakaianku tertukar dengan pakaian tak layak pakai..."
Pria itu melirik sinis istrinya, "Duduk dan makan." ujarnya penuh dengan nada ditaktor namun pria itu bangkit berlalu pergi dan lagi-lagi meninggalkan Ailee menikmati makan malamnya sendirian.
__ADS_1
"Dasar pemarah. Apa salah meminjam satu kemeja saja?" protes Ailee sambil mengunyah makanannya.
[][]
Setelah selesai dengan makan malam menyedihkannya. Ailee hendak tidur lagi namun sebelum itu ia membuka ponselnya ada beberapa panggilan masuk dari mom Ellen juga Valery. Rasanya Ailee sudah merindukan Alpha saja, tanpa Alpha tak akan menyenangkan bersama Gamma.
Klik
"Mati lampu?" Ailee mengedarkan seluruh pandangannya ketika tiba-tiba semua pancaran lampu di kamarnya mati begitu saja. Ia segera menyalakan lampu senter yang ada diponsel. Ailee keluar untuk mencari Gamma siapa tau pria itu tahu letak saklar listrik di Apart ini. Ailee lumayan tak suka tidur dalam kondisi mati lampu.
"Al..." Ailee membuka semua pintu ruangan yang ada didalam Apartemen namun tak kunjung menemukan suami yang dicarinya itu.
"Hosh... hosh... To--tolong...."
Saat Ailee hendak turun menuju pantry samar-samar ia mendengar suara dari ruangan bawah. Ailee tak tahu itu ruangan apa namun tadi Ailee melihat Gamma masuk kedalam ruangan itu hingga malam. Ailee memutuskan untuk kesana.
Hingga saat ia melangkahkan kakinya sebuah kaki membuat wanita itu hampir terjatuh. Saat ia menerangi dengan ponselnya, Ailee dikejutkan dengan siluet Gamma. Pria itu terlihat lemah, ia bersandar lunglai didinding. Tubuhnya gemetar karena sesuatu.
Ailee berjongkok, "Al ada apa denganmu?" Ailee menunjukan raut khawatir yang mungkin tak akan nampak dilihat.
Gamma dapat melihat samar bahwa orang dihadapannya adalah Ailee, ia menyambar tubuh wanita itu dan memeluknya seolah mencari kenyamanan disana, "Ailee to--tolong aku..." ucapannya terdengar begitu serak dan lemah. Bahkan Ailee yang dipeluk oleh Gamma bisa merasakan bahwa pria itu tak baik-baik saja. Suhu tubuhnya seperti orang demam namun ini terlalu mendadak. Sebelumnya Gamma masih baik-baik saja saat terbang ke Maldive.
Ailee merangkul suaminya itu sembari tangannya memenggang ponsel untuk menerangi jalannya. Ia segara mendudukan Gamma di atas sofa ruang keluarga.
"Tunggu disini Al... "
Tep
"Ti--tidak jangan pergi..." Gamma menggenggam erat lengan Ailee dengan tangan gemetaran.
"Kumohon segera nyalakan lampunya. Minta siapapun tapi jangan tinggalkan aku..."
[][][]
__ADS_1
Hi aku up lagi sayang sayangku, jangan lupa tinggalkan jejak baik dengan komen kalian atau jempol kalian.
Terima kasih 😘💕