
“Eungh...”
Didalam sebuah kamar terdengar lenguhan seorang pria. Pria itu adalah Gamma. Dia perlahan membuka kedua matanya dan berusaha meraih fokusnya diantara cahaya terang disekitar kamar. Ia menyipitkan pandangan, melihat sekeliling yang begitu sunyi.
“Ssshh...”
Gamma meringis pelan. Ketika ia hendak bangkit, keplanya terasa begitu berat untuk terangkat seperti ada berjuta-juta ton batu yang menghantamnya. Dan ia baru menyadari bahwa kini pria itu ada dikamarnya sendiri. Gamma mengingat betul semalam karena terlalu diliputi amarah dia mengunjungi bar, merasa minuman dapat menangani pikirannya yang saat itu kalut karena Ailee. Walau hanya sementara Gamma berharap fakta kebohongan Ailee bisa ia lupakan, entahlah mendengar wanita itu pernah menikah membuat dada Gamma begitu sesak mendengarnya.
Pria itu menarik selimut yang menutupi sekujur tubuhnya, “Dimana pakaianku?” ia bertanya pada diri sendiri. Setau Gamma semalam pakaiannya masih begitu lengkap membungkus tubuhnya namun kini sehelai pun tak ada. Gamma mencoba mengingat apa yang terjadi sebelumnya, namun ia sama sekali tak bisa mengingat apapun, akibat pengaruh alkohol ingatannya seperti menghilang setengah.
Krieet
Seorang wanita memasuki kamar Gamma dengan sebuah nampan yang berisi gelas, diatas gelas itu mengepul asap panas entah apa isinya. Dia Ailee, wanita itu menghampiri Gamma dan meletakan gelas yang mengepulkan asap itu diatas nakas. Seperti biasanya Ailee masih begitu lembut pada Gamma bahkan wanita itu tetap menjalankan tugasnya.
Ailee tersenyum menyapa suaminya, “Al... ini teh jahe... emm minumlah, ini bisa mengurangi hangover mu..”
Gamma mengubah mimiknya menguarkan hawa tak suka. Melihat Ailee mengingatkannya pada pembicaraan wanita itu dengan mantan suaminya, “Siapa yang mengizinkanmu masuk kamarku?” tanya Gamma dengan nada sinis yang kentara sekali tak menyukai kehadiran Ailee.
Sedangkan Ailee hanya bisa menahan rasa sakitnya didalam hati. Gamma tak berubah, masih tetap dingin, sinis dan tak tersentuh. Itu membuat Ailee kecewa namun wanita itu tetap tersenyum, hanya senyumlah yang bisa menyemangatinya saat ini, “Maaf Al... aku akan pergi sekarang...” Ia berbalik dan melangkah. Tanpa Ailee sadari Gamma telah melihat luka yang terbersit di mata wanita itu. Ailee menatapnya penuh sedih dan kecewa dan Gamma tak menyukai itu. Semua bahagia wanita itu seolah menghilang karena dirinya.
Sial
__ADS_1
[]
Seminggu Kemudian
Selain Gamma yang berubah menjadi dingin dan tak lagi peduli soal Ailee. Ada Ailee yang Gamma rasa juga mulai berubah. Wanita itu jadi lebih banyak diam semenjak mengantarkan teh jahe pagi itu. Bahkan senyuman Ailee tak lagi sama, senyuman tulusnya seolah penuh dengan beban namun hal itu hanya ditunjukan saat Ailee berhadapan dengan Gamma. Lihatlah wanita itu tersenyum dan tertawa begitu ringan saat bersama Alpha. Dan itu semua tak lepas dari mata Gamma.
Bugh
Gamma memukul tembok disampingnya seolah mengantarkan kekesalan, “Dia bisa tertawa seperti itu didepan orang lain sedangkan bersamaku?” ia benci ini, ia benci melihat Ailee terlihat tersiksa seolah Gamma menjadi penyebab segala lukanya. Berulang kali beberapa hari ini Gamma mengingat setiap kelakuannya yang mungkin membuat Ailee tak nyaman namun hal itu sama sekali tak membantunya. Terlalu dinginkah dirinya? atau terlalu sinis dan acuh tak acuh pada Ailee? tapi Gamma selalu merasa Ailee tegar menghadapinya, tak peduli meski bermacam amarah dan penolakan juga ancaman yang Gamma tunjukan Ailee tetap tulus padanya. Lalu mengapa sekarang wanita itu bahkan seperti enggan melihat wajahnya. Gamma tak suka itu.
Padahal seharusnya inilah yang ia nantikan. Ailee tak lagi mencampuri urusannya, begitu pula dengan Gamma yang tak lagi mencampuri urusan Ailee. Mereka akan sama-sama seperti ini sebelum pernikahan mereka berakhir dan seharusnya Gamma senang. Namun mengapa tak melihat tawa dan senyuman wanita itu karenanya membuat Gamma menjadi rindu. Mendadak ada cemburu saat melihat Alpha yang bisa dengan leluasa bersama Ailee sepenuhnya tanpa halangan. Sedangkan Gamma...
Tep tep tep
Set
“Al...” Ailee menatap Gamma lalu kembali melirik Alpha, “Lepaskan tanganku. Maaf jika aku berbuat salah aku tak akan mengulanginya lagi... jadi lepaskan kau tak lihat Alpha ketakutan karenamu...” Bukannya dilepaskan Gamma malah semakin erat mencengkram tangannya sehingga Ailee yakin akan meninggalkan bekas merah nanti. Gamma terlihat geram karena selain Ailee tak seperti dulu, wanita itu juga berubah menjadi lebih penurut, dia selalu melakukan apapun yang Gamma perintahkan dan berulang kali meminta maaf. Ailee terlihat seperti tak betah lagi berlama-lama dengannya.
“Cih...” Gamma membuang tangan Ailee dan menatap wanita itu tajam. Lagi dan lagi Ailee menundukan pandangannya seolah enggan melihat Gamma, “Bersiaplah mom mengundang makan malam.” Ailee mengangguk dalam diam.
Setelah itu Gamma benar-benar pergi ke lantai dua. Ailee menatap tangan kirinya yang benar-benar memerah akibat cengkraman suaminya lalu menoleh ke arah Alpha ketika bocah kecil itu menarik-narik rok Ailee, “Ada apa sayang?”
__ADS_1
Alpha terlihat khawatir, “Mom... apa itu sakit?” Alpha menunjuk-nunjuk salah satu pergelangan tangan Ailee yang memerah tadi. Ailee pun tersenyum, ia duduk berjongkok mensejajarkan tingginya dengan putra kecilnya, “Ini tidak sakit sayang, hanya luka kecil...” jawab Ailee menenangkan Alpha.
Namun tindakan Alpha selanjutnya membuat Ailee merasa hangat. Anak itu membawa tangan kirinya, memeggang lalu meniup lembut pergelangan tangan Ailee. Alpha bahkan mengecup kulit yang memerah itu, “Saat Alpha sakit... oma selalu melakukan ini, supaya sakitnya cepat menghilang...”
Ailee mengelus rambut Alpha, “Terima kasih anak mommy...”
Alpha memeluk Ailee dengan eratnya, “Mom... jika mom sakit bersama daddy, kita bisa pergi... Alpha tidak apa-apa, dad kan memang tidak pernah menyayangi Alpha..” Alpha melepas pelukannya ia menatap ibu sambungnya penuh kasih, “Alpha sudah tak menginginkan disayang dad lagi...”
Alpha, didunia ini tidak ada seorang anak yang tidak menginginkan kasih sayang orang tuanya.
[][]
Malam ini Ailee, Gamma dan Alpha dengan tentramnya menikmati hidangan buatan sang mama mertua. Keluarga Canis begitu tentram seperti biasa saat kembali makan malam bersama. Ellen yang melihat Ailee masih tetap begitu menyayangi Alpha dan menjaga Gamma merasa beruntung mendapatkan menantu sepertinya. Keluarganya seperti perlahan kembali, putranya yang selalu bersedih dan tak pernah mau kembali ke negera asalnya. Kini selalu ada disini. Alpha yang tak pernah bisa didekati orang lain bahkan jarang menunjukan wajah bahagiannya. Anak itu kini justru terlihat bahagia disamping Ailee. Sungguh sebuah keberuntungan.
Tuhan mengambil apa yang paling penting untuk putranya Algamma lalu ia gantikan dengan seorang Ailee Kanedy. Wanita yang begitu baik hati dan bersedia merawat putra juga cucunya. Sungguh Ellen bersyukur dan berharap tuhan tak mengambil Ailee dari mereka.
“Ehem...” Itu adalah suara Adam. Ayah mertua Ailee itu terlihat ingin memulai pembicaraan, “Ailee...” ia memanggil Ailee.
“Iya Dad...” Ailee menyauti panggilan itu lembut.
“Jadi kapan aku menerima kabar baik tentang kehamilanmu?”
__ADS_1
[][][]
Hi Maaf Lama ya. Aku udah coba UP ke 4 kali dan ini yg kelima kalinya. Bismillah semoga berhasil pliss hiks. Panik aku hehe