MY BELOVED WIFE

MY BELOVED WIFE
Terima Kasih


__ADS_3

“Astaga kak Gamma!!” Valery yang melihat hal tak senonoh yang dilakukan kakak ipar pada sahabatnya itu langsung menutup mata Alpha yang ada didepannya, “Tidak bisakah kalian melakukan hal itu dikamar saja! kenapa harus melakukannya didapur?!” Gadis itu memandang keduanya garang. Tebakannya benar bahwa sang kakak ipar pasti membawa Ailee kesini membiarkan kedua mertua Ailee khawatir karena putra mereka tak kunjung pulang. Niatnya setelah memastikan Ailee dan Gamma disini. Valery ingin menjelaskan kesalah pahaman antara Gamma dan Ailee yang disebabkan oleh dirinya dan meminta maaf. Tetapi matanya malah ternodai dan hampir saja Alpha melihat hal itu juga.


Gamma terlihat tak menggubris omelan Valery. Tatapannya berubah tajam seolah mengeluarkan belati dari ujungnya kepada Valery. Akibat kedatangan gadis itu yang tiba-tiba, kegiatan yang sudah ditunggu tunggu Gamma terganggu. Pria itu kesal karena tak berhasil menyalurkan nafsu biologisnya. Sedangkan Ailee, ia dengan terburu-buru membenahi letak kemejanya dengan pipi tersipu malu. Kepergok bermesraan dengan Gamma oleh sahabat dan putranya adalah hal paling memalukan dalam hidup Ailee dan itu semua disebabkan oleh Gamma yang tak bisa menahan kebuasannya.


“Ck dasar peganggu... Arsss!!”


Ailee mencubit kecil pinggang suaminya. Wanita itu terlihat kesal dengan wajah yang siap meledak bila Gamma bertindak sesuka hatinya lagi, “Ailee ini sakit...” rengek manja Gamma tetapi Ailee lebih memilih menghampiri Valery. Ia memeluk Alpha dengan erat seolah sudah lama tak bertemu putra kecilnya itu.


“Alpha hari ini bagaimana sekolahnya? apakah mendapatkan teman yang banyak?” Alpha yang ditanya seperti itu tersenyum kecil. Ia menyodorkan sebuah kertas pengumuman dari TK-nya kepada Ailee dan dengan senang hati wanita itu menerimanya.


“Jadi akan diadakan lomba disekolah Alpha?” Alpha mengangguk pelan. Ia maju hendak membisikan sesuatu kepada Ailee, “mommy ibu guru bilang Alpha bisa mengajak mom dan dad pergi bersama, tapi apakah dad mau?” tanya Alpha dengan suara yang ia kecilkan namun masih mampu didengar Gamma dari kejauhan.


Ehem


“Akan kuusahakan untuk datang...” Gamma terlihat malu-malu mengatakannya sehingga membuat Ailee dan Valery terkekeh geli. Syukurlah setelah Gamma berkeinginan menebus segala kesalahannya pada Alpha dulu, pria itu benar-benar serius ingin berubah menjadi ayah yang baik bagi Alpha. Walau masih canggung Gamma sebisa mungkin menuruti keinginan putranya dan hal itu sungguh amat membahagiakan untuk seluruh keluarga yang menyaksikannya.


“Te—terima kasih dad...”

__ADS_1


Ailee tersenyum ia mengacak rambutnya dan hendak mengangkat tubuh Alpha yang begitu wangi bayi. Tetapi Gamma yang melihat sang istri hendak menggendong Alpha langsung menghentikannya, “Kau sedang hamil... apa kau tak ingat Ailee...” Gamma memberi peringatan kepada istrinya tersebut. Namun karena perkataannya yang terdengar dingin dan tajam tanpa sadar sedikit menakuti Alpha. Anak itu jelas masih mengingat bagaiamana sang ayah dengan cuek dan dinginnya mengabaikan kehadiran Alpha selama lebih dari beberapa tahun terakhir. Ingatan itu masih tersimpan meski Alpha berusaha memaafkan sang ayah sekalipun.


“Kau membuatnya takut Al...”


Gamma memandang Alpha dan benar bahwa didalam tatapan putra kecilnya masih tersimpan rasa takut yang terlihat begitu jelas disana. Hingga tanpa sadar membuat tangan kanannya bergerak dan terulur mengusap lembut rambut sang putra, “Maaf. Dia sedang hamil aku tak ingin ia terluka...” ucapan juga usapan Gamma membuat perasaan takut Alpha menghilang dan tergantikan dengan tatapan bahagia. Alpha bahagia setelah sekian lama Gamma mau bicara padanya. Ia mengangguk mengerti.


“A—aku akan menjaga mom dan adik bayi dad...”


Bola mata Gamma bergerak melihat Alpha dengan tatapan sendu. Lalu bibirnya menyunggingkan sebuah senyum ramah, seolah mengatakan bahwa semuanya telah berlalu. Tak ada lagi kebencian untuk mutiara berharga yang ditinggalkan wanitanya. Gamma sudah ikhlas dan menganggap semua adalah takdir termasuk pengorbanan Ailee. Pria itu yakin jika saat itu harus memilih antara dirinya, Alpha atau Ailee yang pergi. Pada saat itu mungkin Gamma lebih memilih dirinya tetapi sayangnya ia tak ada diantara pilihan itu. Dan itulah mungkin yang menjadi penyebab Gamma tak bisa menerima Alpha. Ia ingin membenci dirinya karena tak bisa menyelamatkan sang istri namun malah berbalik dan membenci putranya.


[]


“Maaf kak...  sebenarnya akulah yang meminta Ailee merahasiakan status jandanya...”


Valery tertunduk dalam-dalam. Ia merasa benar-benar bersalah sekarang. Karena dirinya pernikahan Gamma dan Ailee yang baru seumur jagung hampir hancur dan terancam pisah. Juga Ailee harus menanggung rasa sakit hati hanya karena Gamma yang terlalu termakan emosi dan rasa cemburu.


Tatapan menusuk yang penuh intimidasi dari mata Gamma tak pernah menghilang, tajam dan menyeramkan untuk Valery, “Kenapa kau melakukan itu?” Gamma mengubah posisi duduknya. Mengubah kaki kanan menyangga kaki kirinya seolah menunjukan bahwa pria itu benar-benar serius mengintrogasi Valery.

__ADS_1


“Aku sebenarnya melakukan itu agar kak Gamma tak menolak Ailee. Aku hanya ingin kau menikah dengan Ailee kak...” Gadis itu menunjukan ekspresi memelas. Ingin proses introgasi ini segera diselesaikan dan kabur menghampiri Ailee.


“Kau salah Valery, aku akan tetap akan menikah bagaimanapun status Ailee saat itu. Aku hanya terluka mengetahui fakta bahwa kalian merahasiakan ini dariku.” Jika Gamma harus jujur ia memang terluka mendengar semua fakta yang disembunyikan Ailee. Meski saat itu Gamma belum yakin apakah ia sudah jatuh cinta pada wanita ceria itu. Tetapi getaran di hati dan rasa cemburu yang sampai ke urat nadi sudah cukup membuktikan bahwa saat itu Gamma mencintai Ailee. Ia benci melihat miliknya dilihat dan disentuh oleh orang lain—tak terkecuali Arslan Sirius.


“Maaf kak...” Valery mengangkat wajahnya dengan berani, “tolong jangan benci Ailee hanya karena hal itu.”


“Dia pasti memaafkanmu Valery...” Ailee menghampiri kedua sejoli yang seperti kakak beradik kandung itu dan hendak menjembatani mereka berdua. Melihat Valery yang terlihat penuh penyesalan dan ketakutan pada ketegasan Gamma sedikit membuatnya tak rela, “Minumlah...” ia menyodorkan segelas orange juice pada Valery untuk sekedar meringankan ketegangan diantara mereka.


Gamma yang melihat Ailee berdiri dan hendak duduk disampingnya itu langsung menyambar pinggang wanitanya dan mengarahkan Ailee untuk duduk dipangkuannya. Kedua tangannya terulur memeluk Ailee begitu intens dan protektif sembari mencium wangi vanila yang tercium diantara lehernya. “Aku tak bisa membencinya Valery. Aku sudah terlalu mencintainya...” Gamma menjawab ketakutan Ailee tanpa malu. Tanpa sadar ia mengusap lembut permukaan perut Ailee dengan lembut.


“Terlebih dia sedang mengandung buah hatiku... jadi bagaimana aku bisa membencinya? Aku malah bersyukur kau mempertemukanku dengan sahabatmu ini...”


Gamma tersenyum, senyuman yang hangat dan terlihat bahagia, “Terima kasih...”


[][]


 

__ADS_1


__ADS_2