MY BELOVED WIFE

MY BELOVED WIFE
Siapa Dia?


__ADS_3

"Ars?"


Ditengah keramaian dan kemeriahan resepsi Ailee terjadi hal yang tak terduga. Dan kini Arslan muncul didepannya seolah pria itu tengah melindungi Ailee dari tamparan seorang Ellisha yang terlihat amat marah saat ini.


Gadis itu memandang Arslan penuh kekesalan. Kemarahannya benar-benar memuncak apalagi ketika pria didepan yang bahkan tak ia kenal itu datang dan mengganggu dirinya untuk melampiaskan amarah dan kecewanya.


"Siapa kau!" Ellisha menambahkan suaranya satu oktaf kepada Arslan.


Arslan memandang Ars dengan tatapan tajam menusuk, sadar itu sedikit membuat Ellish merinding karenanya, "Jangan pernah kau menyentuhnya." ungkap pria itu penuh penekanan. Ia melirik sinis Ellish sembari mengelap pipinya yang terkena tamparan gadis itu.


Lalu Arslan berbalik. Semula mimik wajahnya yang muram dan dingin berubah menjadi penuh senyum. Ia tersenyum begitu hangat yang makin menambah ketampanannya berkali lipat.


"Ailee aku merindukanmu..." ucapnya. Tak banyak yang mendengar ucapan lirih Arslan. Hanya Ailee, Gamma dan beberapa yang ada didekat Ailee yang mampu mendengar ucapan penuh cinta itu.


Arslan hendak memeluk Ailee, ia hampir merengkuh wanita cinderella pemakai gaun pengantin itu kedalam rengkuhannya. Namun Ailee bergerak cepat ia segera menghindar dari Arslan. Saat ini mereka tak bisa seperti biasanya yang akan berpeluk dengan begitu akrab dan mesra. Hal itu hanya akan menambah banyak masalah.


"Ars... bagaimana kau bisa kesini...?" tanya Ailee. Gamma yang berada disamping keduanya terlihat penuh tanya, ia yang semulanya acuh tak acuh melihat Arslan seolah ingin tahu siapa pria didepan istrinya itu.


"Ailee siapa dia?" Ailee menoleh pada Gamma. Pertanyaan yang sudah ia duga akan terlontar dari mulut Algamma.


"Dia pacar ku kak..." Saat itulah Valery yang semula hanya diam saja melihat ketiganya ikut ambil alih. Ia merangkul lengan Arslan dengan tiba-tiba. Arslan terlihat terkejut terlebih dengan ucapan gadis yang bahkan tak ia kenal itu.


"Pacar?" Gamma terlihat tak yakin. Valery yang melihat itu mengode Ailee untuk meyakinkan kakak iparnya itu.


"Dia pacar Valery kami berteman saat kuliah dulu..." Ailee menjelaskan sekenanya. Jika bukan karena janjinya pada Valery mana mungkin ia mau pusing-pusing menyembunyikan fakta bahwa Ars adalah mantan suaminya.


Sedangkan Ars yang tak mengerti sama sekali terlihat ingin bicara dengan Ailee, "Ai dia bukan--"


"Ars nanti kita akan bicara. Sekarang aku perlu menyambut para tamu disana..." Ailee menyusul Gamma yang terlebih dahulu menyambut rekan bisnis atau apalah itu yang baru datang.


Ailee terlihat tak lagi peduli dengan Ellish yang menatapnya tajam seolah sedang diabaikan. Ia juga tak peduli akan sikap Gamma yang bahkan tak berniat membelanya itu. Ailee pikir memang begitulah Gamma, dia hanya akan peduli pada orang yang penting untuknya. Sedangkan Ailee siapa dia? menjadi istrinya saja hanya sekedar kontrak.

__ADS_1


Gamma menghentikan langkahnya sebelum menghampiri para tamu baru itu. Ia memandang Ailee dari sudut matanya, "Aku tak peduli siapa dia? atau apa hubunganmu dengannya. Tapi tolong jangan mengacau dan membuat keluargaku malu." Selanjutnya Gamma melangkah lagi setelah berbisik begitu tajam pada Ailee.


Ailee yang semula memaklumi sikap suaminya itu mendadak ingin menyumpah serapahi Gamma. Dia pikir siapa yang dipermalukan disini, itupun oleh Ellish, mantan atau bisa dibilang calon pengantin yang sebenarnya.


"Dasar menyebalkan." rasanya baru sekarang Ailee menyesal pada fakta bahwa ia menikahi pria seperti Algamma. Hidupnya hanya tentang Aily.


[]


Ijab kabul, resepsi pernikahan dan semuanya sudah selesai dilakukan. Waktu yang begitu panjang dan melelahkan. Ailee memijat pergelangan kakinya yang ia rasa menjadi kebas dan keram karena seharian ini ia memakai heels tinggi.


Wanita itu kini ada dirumah keluarga Canis begitu pula dengan Gamma yang juga ada disana. Ellen dan Adam harus memaksa mereka untuk tinggal. Sebenarnya Ailee merasa sedikit keberatan, karena berada satu rumah dengan orang tua Gamma membuat ia dan pria itu harus banyak melakukan sandiwara cinta yang tak menyenangkan. Namun juga Ailee merasa senang karena ada Alpha disini.


"Loh Ailee kenapa kamu ada disini sayang...." itu adalah suara lembut Ellen. Ia terlihat heran melihat menantu barunya itu duduk di ruang keluarga sendirian padahal Gamma sudah ada dikamarnya sejak tadi.


"Ah mom..." Ailee kebingungan. "Ini aku akan kekamar kok,"


"Sayang kamu mau ke kamar yang mana? kamar kamu kan diatas..." beritahu Ellen pada Ailee. Ailee mengikuti arah tunjuk Ellen yang menunjuk ke arah dimana kamar Gamma berada. Ia menepuk jidatnya sendiri. Ia lupa bahwa saat ini Ellen dan Adam hanya tahu bahwa mereka adalah pasangan suami istri yang memang saling mencintai.


"Iya mom... selamat malam." Ellen tersenyum dan mengangguk.


Saat Ailee sampai pada anak tangga terakhir. Ia melangkah takut sekedar untuk memasuki kamar Gamma. Maklum karena bagi Ailee si pemilik adalah harimau yang tak bisa diusik. Waktu itu juga saat mama Ellen meminta Ailee tidur dikamar pria itu, Ailee memilih tidur bersama Alpha. Karena takut Gamma tak nyaman. Kalo sekarang ini ia akan berdalih apa.


Tok tok tok


Ailee mengetuk pelan pintu beraksen kayu jati bewarna abu. Dia berharap ada langkah kecil dari Gamma namun tak terdengar apapun. Ailee mengetuk sekali lagi dan sekali lagi pula tak terdengar apapun didalam sana.


Tok tok tok


Cklek


"Ck... mom jangan menggangg--" Gamma mengucek kelopak matanya yang sangat berat. Ia baru sadar bahwa yang didepannya kini adalah Ailee.

__ADS_1


"Al... ini aku."


"Ada apa? aku ngantuk..."


"Mom menyuruhku tidur bersamamu..." ujar Ailee jujur.


Gamma yang semula menyipit membuka kelopak matanya Lebar-lebar, "Kenapa tidak dikamar Alpha saja. Kemarin kau juga tidur disana..."


"Dia sudah tidur Al... aku takut menganggunya..."


"Lalu kau berani mengganggu tidurku?" tanya Gamma sinis.


Ailee balik menatap Gamma, "Kau mau aku tidur dimana, disofa? saat ini kita berstatus pengantin baru. Kau mau semua orang tau kita menikah hanya settingan..." wanita itu mengancam. Dia sudah terlalu lelah terus mengalah dengan pria didepannya ini. Selalu memerintah seenaknya namun tak bisa mengerti kesulitan orang lain.


"Ck..." Gamma membuka pintunya lebar-lebar. "Masuklah... tapi kau tidur dikarpet itu..." tunjuk Gamma pada karpet berbulu yang ada disamping ranjang king sizenya.


Sedangkan Ailee terlihat tak suka dengan usulan pria itu. Seumur hidupnya Ailee tak pernah tidur dilantai, masih nyaman diapartnya. Sedangkan Gamma yang suaminya dengan begitu tega memintanya tidur dikarpet itu, "Aku tak mau. Kita berbagi ran--"


Gamma memotong protesan Ailee, "Tidur disana atau tidak sama sekali... kau bisa hadapi ocehan mom dan dad besok..." mau tak mau Ailee masuk dengan malas.


Ia mengambil satu bantal dan guling yang tergeletak diranjang Gamma. Ia menatap sinis suami jahatnya itu lalu membaringkan tubuhnya dengan paksa di alas yang seadanya. Tapi tetap saja Ailee merasa tak nyaman ia memandang Gamma dari atas yang terlihat menikmati tidurnya, "Al... " lirih wanita itu.


"Apa lagi?"


"Kau tega membiarkan aku yang seorang wanita tidur disini..." Ailee melembutkan nada bicaranya dengan permohonan yang terselip. Ia masih merasa setidaknya ada rasa simpati di hati Gamma.


"Kau bukan wanitaku. Ailee. ingat itu..." Setelah itu Gamma benar-benar terlelap dalam mimpi indahnya. Sedangkan Ailee harus berulang kali mencari posisi yang nyaman untuk tubuhnya. Hingga akhirnya gadis itu terlelap dengan sendiri karena terlalu lelah.


Ailee hanya berharap semoga setelah ini ia masih bisa menjumpai ranjangnya lagi. Benar-benar pernikahan yang malang.


[][]

__ADS_1


Halo hola!!! Alhamdullilah aku baru beres ulangan pagi ini semuanya. Hehe akhirnya beres juga, puyeng kalau mikir ulangan pas lagi covid begini.


Oh iya semoga kalian menikmati ya. Jangan lupa jempol. Bagi jempol gak mahal kok... malah dapet pahala hehe :)


__ADS_2