MY BELOVED WIFE

MY BELOVED WIFE
Cinta yang sama


__ADS_3

2 Hari menghabiskan waktu hanya bersama Ailee sama sekali tak membuat Gamma puas. Rasanya jika bukan karena ia telah melanggar janji mengulur waktu untuk memulangkan Ailee, Gamma pasti enggan membawa wanita itu pulang ke rumah utama Canis. Bagaimanapun ia tau betul sifat sang ayah yang pasti akan mencari-cari kesempatan untuk menghukumnya. Atau bisa jadi pria tua itu malah semakin mempersulit dirinya untuk bersama kembali dengan Ailee.


“Ada apa Al, kau terlihat murung?” melihat Gamma, sang suami dengan wajah gelap dipagi hari membuat Ailee bertanya-tanya. Sejak Ailee memaksa Gamma untuk pulang ke rumah mertuanya, pria itu terlihat murung seolah tak menyukai hal itu. Padahal niat Ailee untuk cepat pulang agar Adam tak semakin marah pada Gamma.


“Aku hanya tak ingin membawamu kesana...” Lipatan terlihat jelas didahi pria itu. Namun walau moodnya sedang tak baik Gamma masih tetap menuruti keinginan Ailee. Ia sebisa mungkin tetap fokus mengendarai mobilnya dan melesat menuju rumah orang tuanya. Meski marah Gamma harus mengerti bahwa semua juga berawal dari dirinya. Hukuman yang diberikan Adam padanya sesungguhnya tak sebanding dengan semua kesalahan yang Gamma lakukan sehingga melukai hati Ailee. Melukai wanita itu juga sama dengan menyakiti hati kedua orang tua Gamma yang merestui pernikahan mereka.


“Maaf Ailee... jika aku egois, tapi sekarang aku hanya takut dad akan mempersulitku untuk membawamu pulang ke rumah kita.”


Rumah Kita. Telinga Ailee yang dengan jelas mendengar itu dibuat tersenyum. Hatinya seolah melambung tinggi. Ia senang Gamma terus memikirkannya dalam setiap waktunya, kini tak ada barang sedetik pun Gamma tak memikirkan Ailee. Bahkan meninggalkan wanitanya seolah berat bagi pria itu meski hanya sebentar.


“Al... kau tau sekarang aku benar-benar bahagia. Kau membuatku jadi wanita terpenting dalam hidupmu... dan aku senang, pada akhirnya harapanku yang aku kira semu semuanya tercapai. Jadi seberapa besar kesalahanmu saat ini berhentilah meminta maaf untuk semua... semua sudah berlalu, kau berhak egois atas istrimu...”


Ucapan yang panjang yang penuh makna. Yang membuat hati Gamma semakin terikat oleh wanita bernama lengkap Ailee Kanedy itu. Entah karena cinta Ailee yang begitu besar atau karena terlalu sayang padanya, seberapa besarpun kesalahan yang Gamma buat yang bahkan sulit baginya untuk memaafkan dirinya sendiri tetapi Ailee dengan mudahnya mengatakan bahwa semua sudah berlalu. Mungkin Gamma lah yang paling beruntung memiliki Ailee.


“Terima kasih sayang... aku mencintaimu...” dan entah keberapa kalinya Gamma mengucapkan kata klise. Bagi pria itu sekarang jika hanya ucapan saja, Gamma sanggup mengatakannya sepanjang hidupnya selama Ailee mau. Karena yang paling dihargai dari cinta bukan hanya dari ucapan semata tapi juga perbuatan dan keikhlasan hati. Tak banyak yang Gamma lakukan untuk membahagiakan Ailee makanya mengatakan kata cinta bagi pria itu bukanlah apa-apa.


Ailee mengangguk dengan jawaban didalam hati bahwa wanita itu juga sangat mencintai sosok Algamma, “Al...”


“Ya?”

__ADS_1


“Apa kau juga bersikap semanis ini pada kak Aily...?” Didetik itu Gamma dibuat terkekeh ringan oleh pertanyaan kecil yang dikeluarkan dari bibir menggoda istrinya.


Pria itu menoleh sesekali, “Memangnya kenapa? Apa kau cemburu?”


Wanita yang duduk disamping Gamma itu terlihat murung. Ucapan sang suami mengenai dirinya dengan telak dan Ailee malu membisu. Sebenarnya sudah sejak lama ia ingin menanyakan sebaik apakah dulu perlakuan Gamma pada Mikaily, apakah sebaik sifat Gamma padanya ataukah Gamma lebih romantis kepada Mikaily dibanding Ailee. Berbagai pikiran itu bersatu padu dan baru bisa Ailee keluarkan hari ini. Ia sedikit memandang Gamma dari sudut matanya dan masih melihat pria itu sedikit tersenyum kecil yang membuat Ailee semakin malu. Padahal susah payah Ailee mengatur keberaniannya hari ini tapi tetap saja Gamma malah menertawakannya.


“Ailee...” Gamma tetap fokus pada pandangannya, melihat jalan sembari menyusun kata yang tepat untuk menjawab pertanyaan sang istri, “emmm... jika kau tanya apakah perlakuanku padamu dan Mikaily sama atau berbeda? jawabannya adalah berbeda. Karena kalian berdua adalah dua orang dengan kepribadian bertolak belakang.” Ailee memasang telinganya sebaik mungkin dan untuk perlahan menyiapkan hatinya apakah akan tersakiti atau tidak dengan jawaban Gamma nanti.


“Mikaily yang tak menyukai dress panjangnya, Mikaily yang selalu manja dan kekanak-kanakan dan Mikaily yang tak pernah menurut denganku...” Dan semua sifat itulah yang membuat Gamma tercengang dengan sosok Mikaly yang tiba-tiba berubah dewasa dan mampu mengorbankan nyawanya hanya demi membahagiakan Gamma, “Sedangkan kau. Ailee yang rapuh yang selalu tersenyum, Ailee yang tak ingin menunjukan sedikitpun kesedihannya, Ailee yang dewasa dan Ailee yang pandai memaafkan...”


Gamma menghentikan laju mobilnya setelah mereka benar-benar sampai di perkarangan rumah keluarga Canis. Tetapi ia tak terburu-buru turun, ia memandang wanitanya dengan begitu intens membuat Ailee tenggelam dengan mata hitam kelam yang kini terlihat penuh cinta, “Aku mencintai dirimu dan Mikaly sama besarnya... tak ada yang kuspesialkan karena bagiku kalian berdua sangatlah spesial namun dengan dua waktu yang berbeda. Mikaly adalah masalalu yang selalu kusimpan dalam hati dan kuingat sedangkan Ailee Kanedy, masadepan yang akan selalu kubahagiakan kehadirannya. Dia adalah istri dan ibu dari anak-anakku kelak...”


[]


Belum beberapa menit mereka berdua saling mengutarakan pendapat. Kini kedua sejoli itu harus dihadapkan dengan tatapan mengintimidasi dari seorang Adam. Pria yang masih terlihat berwibawa diumurnya yang tak muda lagi itu bersidekap menatap putra dan menantunya dengan tajam, belati seolah keluar dari tatapannya.


Sedangkan Ellen sebisa mungkin tetap duduk disamping menemani sang suami. Ia sebenarnya juga marah karena selama 2 hari penuh itu, Ellen harap-harap cemas dengan kabar Ailee yang tak jelas. Gamma hanya bilang bahwa Ailee meminta waktu berdua dengannya. Padahal Ellen tau pasti putranya lah yang mencari-cari kesempatan untuk bersama sang menantu. Ia marah tetapi Adamlah yang lebih kesal.


Suaminya itu tak kesal karena Gamma ingin berdua dengan Ailee. Bukan haknya memisahkan suami istri yang sudah menyelesaikan masalah masing-masing itu. Tetapi Ellen tahu suaminya itu kesal karena gagal menyiksa dan menjahili putra semata wayangnya itu. Adam seolah tak rela melihat pria yang seperti duplikat mudanya terlihat bahagia padahal kesalahannya begitu besar termasuk membuat orang tua renta ini mengkhawatirkannya selama 5 tahun terakhir.

__ADS_1


“Enak sekali ya... setelah melanggar janji bukannya meminta maaf malah bergandengan tangan begitu mesra...” Kedua netra Adam terlihat menghunus ke arah tangan Ailee dan Gamma yang saling bertautan. Hingga pada akhirnya membuat Ailee tak nyaman dan hendak melepaskan genggaman tangannya namun Gamma yang tahu tak mengizinkan Ailee, pria itu malah mengeratkan tautan mereka semakin erat lagi.


Gamma dengan berani memandang sang ayah, “Maaf dad, mom jika aku membuat kalian khawatir tentang Ailee... tapi pada saat itu terjadi hal yang diluar perkiraan kami dan membuatku harus membawa Ailee pulang ke rumah kami...” jelas pria itu tanpa melebih-lebihkan atau mengurangi-kurangi.


“Itu tak menghilangkan fakta bahwa kau telah melanggar janji. Kemana sikapmu sebagai pria sejati, apakah melayang begitu saja hah?” Adam benar-benar kesal kini. Tega-teganya dua bocah bau kencur dihadapannya itu bermesra-mesraan didepannya yang tengah kesal.


“Aku tahu dan aku sedang meminta maaf kini...”


“Minta maaf saja tidak cukup. Sepertinya kau harus puasa selema beberapa bulan tanpa Ailee...” Gamma pun terpancing ia hendak mengeluarkan segala sumpah sarapahnya tetapi Ailee yang mengetahui gelagat sang suami segera menahan Gamma. Ia memandang Gamma seolah memintanya untuk bersabar dan membiarkan Ailee berbicara dengan sang ayah mertua.


“Dad mom... aku memutuskan untuk tinggal lagi dengan suamiku...”


“Apa!!” Jangankan Adam dan Ellen yang terkejut dengan perkataan itu. Gamma sendiripun dibuat jungkir balik karena perkataan Ailee. Keputusan yang benar-benar....


tepat.


[][]


 Hi tayo hi tayo hehe

__ADS_1


 


__ADS_2