MY BELOVED WIFE

MY BELOVED WIFE
Sangat Mempesona


__ADS_3

Seminggu Kemudian...


Kehidupan keluarga kecil Ailee dan Gamma mulai kembali seperti semula. Alpha yang kembali menunjukan sinar wajah bahagianya saat bersama Ailee sedangkan Gamma yang tetap pada kebiasaannya. Pria itu masihlah sangat takut dengan gelap dan masih sangat menyebalkan bagi Ailee.


Disisi lain setelah banyak hal menimpa Ailee, wanita itu tak lagi menunjukan air matanya. Menurut Gamma yang entah mengapa selalu melihat kondisi Ailee, wanita itu kini lebih ceria. Bahkan ada beberapa hal yang berubah dari Ailee. Setiap 24 jam dia selalu on time untuk Gamma juga Alpha, dia menjelma sebagai istri dan ibu yang baik yang sama sekali tidak ada dalam list tugasnya sebagai istri kontrak Gamma. Namun entah mengapa melihat hal itu Gamma tak bisa menghentikannya, Gamma mulai terbiasa dengan hadirnya Ailee dalam kesehariannya. Ia seperti melihat sosok Aily yang lain.


Ting tang


Bunyi detingan sendok dan piring saat itu tengah menjadi suara hangat yang memenuhi rumah keluarga kecil Gamma. Kali ini mereka tengah menikmati sarapan pagi sebelum memulai hari dengan aktivitas yang menyibukkan terutama bagi Gamma. Sehabis menyelesaikan sarapannya pria itu harus segera berangkat ke perusahaan Canis Kingdom. Meskipun dia adalah seorang pemilik sah perusahaan namun tetap Gamma harus sering melakukan pemantauan di perusahaannya begitu pula dengan perusahaan sang ayah mertua yang ikut diserahkan kepadanya.


Gamma melirik Alpha yang dengan bahagia menerima satu persatu suapan dari Ailee dan begitu pula dengan Ailee yang terlihat keibuan, dia menyenangkan hati Alpha dengan begitu telaten. Melihat hal itu selama beberapa hari ini membuat sisi lain hati Gamma mulai menghangat, biasanya saat di Amsterdam Gamma hanya menghabiskan waktunya dengan mengenang kenangannya bersama Aily. Tak membuatnya tersenyum lebar malah semakin menambah rasa rindunya kepada sang istri tercinta. Namun hanya itulah yang bisa ia lakukan disela kesendiriannya, setelah Aily meninggal ada sisi kosong yang sekarang entah bagaimana bisa terisi dengan kehadiran Ailee Kanedy.


“Al... ada apa? Apa ada yang perlu kuambilkan lagi?” tanya Ailee dengan nada yang begitu lembut. Dan inilah salah satu keanehan wanita itu. Ailee benar-benar menjelma bagai istri idaman dan Gamma sama sekali tak bisa menolaknya. Pria itu terlena dengan kehangatan Ailee.


Gamma terpaku, ia melihat wajah Ailee yang entah sejak kapan baginya terlihat begitu cantik dipandang. Gamma seolah tak bosan, “Ta—tak ada...” hal itu membuatnya salah tingkah. Ia sadar baru saja memuji Ailee.


“Oh iya ada yang ingin kubicarakan denganmu..”


Ailee mengernyitkan dahinya disela membenahi peralatan makan Alpha, “Apa?” tanyanya penasaran.


“Ada undangan dari kolega bisnis perusahaanku,” Ia memandang Ailee, “Aku harus hadir bersama denganmu...”


“Aku?” Ailee menunjuk dirinya sendiri, dalam hati ia terlihat heran Gamma mau mengajaknya ke acara formal soal bisnis. Ailee jelas sangat mengingat bagaimana pria itu sangat enggan melibatkannya dalam hal itu. Baginya mungkin membawa Ailee dihadapan umum hanyalah mengganggu dan tidak termasuk dalam kontrak mereka.


“Tapi—“


Gamma melirik tajam Ailee. Baru mengucapkan tapi dengan suara meragu, Ailee sudah ditatap begitu mematikan apalagi jika Ailee menolak, “Tapi apa?” Gamma bertanya dengan nada dingin tak suka bila Ailee selalu beralasan padahal Gamma begitu susah untuk memintanya. Merupakan hal yang tabu seorang Gamma meminta langsung Ailee mendampinginya, “Kau sekarang berstatus istriku jadi mana mungkin aku mengajak wanita lain. Hanya mengucapkan ‘iya’ saja begitu sulit untukmu Ailee.”

__ADS_1


Ailee sedikit tak suka namun ia hanya bisa mengangguk pelan sembari memperluas rasa sabarnya, “Baiklah tapi Alpha, bagaimana dengannya?”


“Valery ada—“


Ailee segera memotong ucapan Gamma, ia ingat dengan betul bagaimana Alpha sempat tak mau menemuinya karena bertemu dengan Ellisha, “Tidak, bagaimana jika Ellish datang lagi dan bicara macam-macam dengannya...”


“Aku hanya ingin bilang, Valery ada acara dan kita bisa menitipkannya dirumah mom,” Gamma mengelap mulutnya dengan tisu sebelum melanjutkan berbicara, “Kelihatannya kebiasaan burukmu belum juga terhapus ya, selalu memotong omonganku...” Ailee menggaruk tengkuknya dan menyengir lebar. Ia seperti bocah yang berbuat salah dan dimarahi oleh ayahnya.


Gamma bangkit dari posisi duduknya. Ia sudah selesai menikmati sarapan paginya dan kini waktunya ia bergegas pergi memantau perusahaan, “Acaranya jam 8 malam. Aku akan kirimkan kau dress dan menjemputmu malam nanti...” ucapnya sebelum bergegas pergi.


Namun Ailee menghentikan langkahnya, “Tunggu Al...” Ia tanpa aba-aba menarik dasi Gamma yang terlihat sangat tak rapi dikenakan, “Kau ini seperti anak kecil saja tak bisa mengenakan dasi dengan baik...” Ailee menarik simpul dasi dan membenahinya.


“Aku bisa membenahinya dikantor, tak perlu seperti ini...” karena ini bahaya bagi jantungku, cepat menyingkir Ailee.


Tetapi Ailee tak membiarkan Gamma melepas dirinya sebelum tugasnya selesai. Di wajah wanita itu tercetak senyum memuaskan melihat hasil karyanya, entah mengapa hanya sekedar merapikan dasi seorang Gamma membuat Ailee merasa sempurna. Ia menepuk pelan dada Gamma tanpa merasa bersalah, “Seperti ini lebih baik, lebih terlihat sebagai pemimpin...”


Gamma lagi dan lagi memandang Ailee dengan netra hitam legamnya. Dagunya berdegup begitu kencang dan terasa sakit apalagi ketika Ailee menyentuh dadanya dengan begitu enteng. Oh tuhan ada apa denganku, jantungku benar-benar tak sehat hari ini, pikir Gamma.


Ailee baru melepaskan Gamma dan membiarkan pria itu pergi begitu saja sembari memandang punggung tegap suaminya dengan senyuman puas yang tercetak dibibir, “Dasar tak tau terima kasih...” gumamnya, “Tapi tak apa Al... aku bisa melakukan hal yang lebih dari ini demi melelehkan hatimu...”


[]


Tepat Jam 07.00 Malam. Gamma benar-benar menjemput Ailee setelah mengantar Alpha kerumah kedua orang tuanya. Ia menunggu Ailee sembari bersandar di bemper mobil dengan memainkan layar ponselnya. Sudah lebih dari 15 menit Gamma menunggu Ailee namun wanita itu tak kunjung keluar menghampirinya. Membuat Gamma sedikit geram.


Tetapi kegeramannya terganti ketika Ailee muncul dengan anggunnya dihadapan Gamma. Wanita itu terlihat malu-malu mengangkat wajahnya untuk memandang respon Gamma mengenai  dirinya. Ailee mengenakan dress panjang hingga mata kaki dengan aksen bunga bewarna emas yang menghiasi pinggangnya dengan cantik, dress bewarna putih dan gradasi abu itu terlihat sangat menyatu dikulit Ailee yang begitu putih. Ditambah lagi polesan natural diwajahnya dengan rambut panjang yang dijepit setengah dibagian tengah. Malam itu Gamma kembali melihat Ailee menjelma bagai seorang putri. Ia terus dan terus dibuat terpesona oleh Ailee.


__ADS_1


Bibir wanita itu begitu ranum, merah merekah seolah memanggil-manggil Gamma untuk memagut si penggoda itu. Mencicipi dan mengkhayalkan betapa manisnya bibir Ailee saat ini. Dan entah mengapa Gamma tak menyukai Ailee yang secantik ini, ia tak rela membiarkan semua orang nanti melihat Ailee dan ikut terlena sepertinya. Yang seharusnya melihat Ailee secantik ini hanyalah Gamma.


“Seharusnya aku tak memberikanmu dress ini...”


Ailee mendongak, ia kecewa akan respon Gamma. Kelihatannya pria itu tak suka dengan penampilannya hingga membuat Ailee entah mengapa merasa sedih, “Al... apa kau tak menyukai penampilanku?”


Ingin sekali Gamma mengatakan bahwa malam ini Ailee sangat-sangat sempurna dimatanya tetapi Gamma tak bisa. Hal itu hanya akan membuatnya menjatuhkan dirinya sendiri, “Apa aku harus berganti lagi?” Ailee melirik jam tangannya, “Sepertinya waktunya masih sempat...”


“Tidak perlu. Kau cukup pantas seperti ini walau sebenarnya Aily terlihat lebih cantik mengenakannya...” Bohong Gamma. Nyatanya Ailee jelas sangat berbeda dengan Aily, dia tak pernah suka dengan dress pilihan Gamma. Karena Gamma selalu memilih dress panjang yang menutupi kaki jenjang Aily sedangkan Ailee benci mengenakan dress panjang.


“Ya... Aily memang terlihat sangat cantik bila mendampingimu...” Ailee berkata lirih penuh dengan nada kecewa. Sudah sejauh inipun Ailee belum cukup menandingi Aily.


Gamma yang menangkap raut kecewa Ailee berucap dalam hatinya, Mungkinkah aku menyakiti perasaannya?


[][]


Gamma dan Ailee. Kedua pasangan itu terlihat begitu serasi tanpa celah sedikitpun. Kedatangan mereka berdua disambut hangat semua orang yang memuji keromantisan pasangan itu. Padahal kenyataannya hal yang terlihat dimata belum tentu benar seperti itu.


Ailee merangkul lengan Gamma yang ditutupi jas putihnya sedangkan Gamma seperti biasa, pria itu memeluk  pinggang Ailee namun kali ini terlihat begitu erat. Seolah ada keprotektifan disana. Tatapan kagum terus menghampiri mereka dan Ailee dengan begitu mudahnya menebar senyum bidadarinya yang membuat Gamma diam-diam tak menyukai hal itu.


“Bisakah kau tak tersenyum?” Gamma terlihat jengah. Ia gerah ketika melihat semua pria dan teman bisnisnya menatap Ailee dengan begitu lapar. Benar dugaannya membawa Ailee yang seperti ini hanya membiarkan singa-singa kelaparan bangun dari tidurnya dan itu membuat tangan Gamma terus mengepal sejak tadi. Ada rasa panas dari hatinya lalu menjalar dan menumpuk ditangannya minta dilampiaskan.


“Al... kenapa kita tak berdansa...?” Ajak Ailee ketika melihat ditengah-tengah acara jamuan ada pasangan yang juga berdansa di tengah gedungnya.


Gamma melepas rangkulannya dari Ailee. Ia terlihat marah dimata Ailee membuat wanita itu kebingungan, siapa yang berani membuat macan tidur ini terlihat sangat tak mood. Namun kembali Ailee mengajak Gamma berdansa dengan polosnya.


“Berdansalah sendiri. Jangan mengajakku...” Gamma berlalu begitu saja dari hadapan Ailee. Dan lagi-lagi hati Ailee dibuat kecewa oleh seorang Gamma. Entahlah padahal penolakan itu bukan yang pertama kalinya bagi Ailee.

__ADS_1


[][][]


Hi aku jadi up ya. walau kemalaman hehe soalnya Alhamdullilah migran aku udah mendingan. Jangan lupa tinggalkan jejak ya.


__ADS_2