MY BELOVED WIFE

MY BELOVED WIFE
Tak Pantas Dicintai


__ADS_3

Bruk


Tubuh Ailee jatuh tepat diatas pusara putrinya. Arslan gagal menangkap tubuh rapuh itu karena terlalu terkejut dengan kehadiran Gamma. Kini ia kembali dikejutkan lagi  dimana Ailee terbaring dengan mata tertutup disampingnya, “A—ailee...” tangannya bergetar hendak menyentuh tubuh Ailee.


Namun sebelum Arslan sempat menyentuh Aileee. Gamma lebih dahulu membawa tubuh istrinya dalam dekapannya, ia menggendong Ailee dan memandang wajah pucat wanita itu. Ailee membuat pandangan khawatir Gamma terlihat, dia menutup matanya dengan begitu rapat seolah tak ingin bangun “Apa yang kau lakukan!?” itu adalah teriakan Arslan yang baru sadar akibat tingkah laku Gamma.


“Bukan urusanmu.” Gamma melangkah menjauh tetapi Arslan dengan gesit berdiri tepat dihadapannya.


“Berikan dia padaku!!” Arslan menghalangi jalan Gamma. Kemanapun pria itu hendak melangkah Arslan selalu ada dihadapannya.


“Minggir.”


Arslan tetap berdiri dengan kokohnya. Netra dua orang itu saling beradu, menguarkan tatapan benci, tak suka yang begitu kentara seolah ada sengatan listrik diantara mata mereka, “Berikan dia padaku.” Arslan berkata tegas berusaha merebut tubuh rapuh Ailee tetapi Gamma tak menyerahkannya dengan mudah.


“Kubilang minggir!” Kali ini Gamma menaikan suaranya. Ia terlalu marah dengan semua kejadian dan kebenaran yang baru saja terbuka, sedangkan kini digendongannya ada Ailee yang sedang butuh pertolongan. Gamma panik juga emosi.


“Apa kau tuli! Berikan dia padaku...”


Gamma memajukan langkahnya, “Kaulah yang tuli!! Dia istriku apa hakmu menyentuhnya!! Aku sudah cukup kesal atas kebohongan kalian, jangan sampai kau melakukan hal lebih dari ini!! Sadarilah bahhwa dia bukan lagi milkmu...”


“Dia hanya milikku...”


Arslan terdiam seribu bahasa, tak mampu lagi menjawab atau berdebat dengan seorang Gamma. Sepertinya Gamma selalu menang dengan telak. Dia mengatakan kebenaran bahwa memang Ailee bukan lagi milik Ars tapi atas dasar apa pria itu mengeklaim Ailee sebagai miliknya. Namun Arslan memilih membiarkan Ailee dibawa Gamma, ia terlalu tak pantas untuk Ailee.


Sedangkan Gamma yang akhirnya dengan begitu panik dan kalut, ia memandang wajah Ailee yang begitu damai. Ini yang kedua kalinya Ailee pingsan dengan keadaan begitu lemah, melihat itu emosi Gamma entah mengapa hilang entah kemana, “Kenapa tubuhmu begitu ringan Ailee...” tetapi bebanmu begitu berat


[]


Ailee yang pingsan dilarikan ke rumah sakit keluarga Canis. Dengan kekhawatiran yang tersisa Gamma menunggu Ailee, ia terus menatap ruangan dimana Ailee tengah diperiksa didalam. Gamma sungguh tak sabar dan berharap wanita itu baik-baik saja disana. Lagi lagi rasa bersalah menggerayanginya, tak seharusnya Gamma bertingkah seolah tak peduli pada Ailee padahal pria itu sadar bahwa pagi tadi Ailee tak baik-baik saja.


“Semoga kau baik-baik saja, Ailee...” ujarnya harap harap cemas.


Cklek

__ADS_1


Suara pintu terdengar hingga mengusik Gamma. Seorang wanita paruh baya keluar dari ruangan itu membuat Gamma tergesa menghampirinya, “Bagaimana kondisi istri saya?” tanya Gamma.


Dokter paruh baya itu tersenyum penuh arti pada Gamma. Ia mengenal baik sosok yang ada dihadapannya itu, sudah lama ia tak melihat penampakan tuan muda yang begitu mencintai istrinya itu. Namun kini ia melihat lagi sosok Gamma, sosok Gamma yang baru, “Tuan Gamma tenang saja...” ujarnya.


“Apa maksud dokter? Saya harus tenang...”


Dokter itu mengangguk pelan, “Nona Ailee baik-baik saja... dia hanya syok dan demam, tapi saya tak mengerti tuan...” Gamma mengernyitkan dahinya, “Saya tak mengerti, beliau sedang hamil tapi mengapa tubuhnya terlihat begitu kurus.. jangan membuatnya terlalu banyak pik—“


“Tu—tunggu dok...” Gamma memotong ucapan sang dokter. Ia memandang dokter itu seolah tak mengerti akan sesuatu, seolah telinganya salah mendengar, “Kau bilang hamil?” dokter itu mengangguk pelan sambil tersenyum samar menandakan bahwa apa yang baru saja Gamma dengar adalah kenyataan sesungguhnya, ia sama sekali tak salah dengar.


“Usia kandungannya masih sangat muda sekitar 13 hari...”


“Ba—baiklah terima kasih dok...”


Setelah itu dokter paruh baya itu pamit pergi dan meninggalkan Gamma dengan rasa syoknya. Oh tuhan entah sudah berapa kali Gamma dikejutkan dengan banyak hal beberapa hari ini, dan itu semua hanya tentang Ailee. Ia mengacak rambutnya hingga berantakan karena terlalu frustasi.


“Bagaimana bisa Ailee hamil?” sedangkan aku sama sekali tak pernah melakukan apapun dengannya, ujarnya dalam hati.


[][]


“Kau sadar juga ya...” suara bariton seorang pria yang nampak tak asing ditelinga membuat Ailee menoleh. Dan ternyata dia adalah Gamma. Pria itu memandangnya sampil bersidekap dengan kedua tangan didada.


“Al...” Ailee hendak bangkit dari posisi baringnya namun kepalanya masih terasa begitu berat ditambah perutnya terasa mual kini.


Gamma menghampiri Ailee dan menarik kursi, mendaratkan bokongnya disana. Ia menatap Ailee begitu serius dan intents, “Ada satu hal yang ingin kutanyakan padamu...” Ailee ikut menatap suaminya, ia masih sedikit takut dengan Gamma karena kebohongannya baru saja terbongkar. Walau bukan maksudnya menyembunyikan hal sebesar itu tapi ia terikat janji dan tanpa sadar janji itu malah membuat Ailee terjebak. Melihat wajah dingin Gamma yang sama sekali tak ada perubahan menimbulkan firasat buruk dihati Ailee, “Apa Al?”


“Siapa ayah dari anak dikandunganmu itu?” tanya Gamma skartik, tak membentak namun penuh tuntutan didalamnya.


Yang Ailee sendiri pun tak mengerti, “Maksudmu apa Al...?”


“Aku bilang, siapa ayah dari anak dikandunganmu itu?” Gamma terlihat menahan sesuatu yang hendak ia keluarkan. Rasanya melihat wajah Ailee yang pura-pura polos didepannya benar-benar membuat Gamma muak dan tak tahan.


“Ap—apakah aku hamil?” tanya Ailee takut takut. Kembali ia teringat akan kejadian malam itu yang selalu berusaha Ailee lupakan. Ia berusaha lupa karena mengingat dirinya yang sama sekali tak bisa membenci Gamma meski seberat apapun luka yang ia torehkan pada Ailee.

__ADS_1


“Kau tuli? Aku bertanya siapa ayah anak itu hah!?” Ailee melihat Gamma duduk dengan wajah memerah menahan amarah. Oh tuhan sudah sangat lama Ailee tak pernah melihat kemarahan Gamma yang sebesar ini, biasanya pria itu selalu bersikap dingin bagai es saat marah.


Meski begitu sakit rasanya menerima bentakan Gamma yang seolah menghinanya, Ailee tetap tersenyum. Ia mengusap pelan perut datarnya, jika dia memang benar hamil itu adalah suatu kebanggaan yang dinanti Ailee, “Dia anak kita Al...” ujarnya begitu tulus dan masih amat lembut. Ailee sama sekali tak merasa ucapannya barusan berhasil memancing murka Gamma.


Krieet


Suara kursi yang berdecit dengan lantai akibat ulah Gamma begitu terdengar. Pria itu bangkit masih dengan tatapan mematikan memandang Ailee, ia lalu tersenyum smirk, “Anak kita? anak yang kau hasilkan bersama pria lain kau sebut anak kita?” Dia terlihat emosi, “Aku benar-benar tak menduga ini Ailee. Seorang Kanedy dengan reputasi baiknya, memiliki putri yang bahkan lebih buruk dari wanita bar. Aku salah, kukira kau wanita yang tepat untuk kutawari menikah... namun ternyata kau lebih menjijikan dari Ellisha...”


Ailee terkejut, Gamma mengatainya dengan begitu keterlaluan, “Maksudmu apa Al... jika aku hamil itu pasti anakmu...” ujar Ailee penuh keyakinan.


“Pertama pernah menikah lalu bercerai kedua kau pernah mengandung anak orang lain lalu ketiga kini kau hamil dan aku yakin itu adalah Arslan kan?! Kau sungguh hebat Ailee... aku tak percaya ini...”


“Dia anakmu Al... dia sungguh anakmu hikss...” Ailee sudah terisak lebih dahulu melihat Gamma yang seperti ini menakuti dirinya, “Sa—saat kau mabuk kau kau melakukan semuanya padaku...” dan itulah sisa bukti yang paling mutlak dalam pikiran Ailee sekarang. Meskipun dirinya sama sekali tak ingin membongkar hal ini, ini sungguh trauma baginya.


Namun sepertinya bukti itu gagal meyakinkan Gamma, pria itu malah semakin tersenyum menyeramkan, “Hanya pria bodoh yang percaya dengan omong kosongmu..”


“Terima kasih Ailee... kali ini aku tau ternyata ini alasanmu mau menikah denganku juga... hanya demi menyimpan skandal pernikahanmu bersama mantan suami mu itu heh?”


Ailee memandang Gamma dengan putus asa, ia menggeleng seolah tak menerima semua ucapan Gamma yang begitu menyayat hatinya, “Tidak Al... bukan seperti itu...” ia menggapai tangan Gamma berharap pria itu sedikit saja percaya padanya. Namun sepertinya percuma Gamma melepaskan peggangan lemah Ailee membuang tangan itu kasar.


“Aku muak melihatmu.” ia hendak berbalik pergi meninggalkan Ailee sebelum segala pertahan Gamma hancur. Ia bisa melakukan apapun saat perasaan tercampur aduk seperti ini, segala fakta ini mengguncang dirinya. Gamma merasa dirinya sakit hati dibohongi Ailee tetapi ia juga tak tahan melihat air mata buaya wanita itu.


“Tapi kau juga menikahiku demi Aily!!” Gamma membatalkan langkah kakinya ketika mendengar bentakan Ailee Kanedy. Suara wanita itu terdengar begitu pilu.


“Ya semua memang hanya untuk Mikaily, karena aku mencintainya... sedangkan kau, kau sama sekali tak layak dicintai...”


Tanpa Gamma dan Ailee sadari ada sosok lain yang mendengar semua pertengkaran pasangan suami istri itu. Salah satunya adalah Arslan, pria itu memang menyerahkan Ailee pada Gamma tetapi Arslan tetap ingin mengawasi Ailee dan mengikutinya. Ia terlalu khawatir dan tak menyangka wanita yang ia cintai terlihat hancur didalam sana.


[][][]


Akhirnya gaes hehe


 

__ADS_1


__ADS_2