MY BELOVED WIFE

MY BELOVED WIFE
Amarah yang Meledak


__ADS_3

“Makasih lee untuk hari ini...”


Valery tersenyum riang. Wanita itu beralih menatap Alpha seraya memberi kode pada anak itu agar berpamitan dengan Ailee sebelum pergi meninggalkan SA. Alpha pun mengerti maksud dari Valery, ia melambaikan tangannya diatas gendongan Valery senyuman imut anak itu terpatri dibibirnya. Ailee ikut membalas pamitan hangat Alpha.


“Sampai jumpa mommy Ailee!!” Suara Alpha begitu melengking. Valery yang mendengarnya dibuat tak nyaman karena suara Alpha yang sangat cempreng ditangkap langsung oleh telinganya. Namun sepertinya semua itu kalah, Alpha terlihat bahagia dari biasanya, bahkan dengan berani ia mengganti panggilan untuk Ailee. Valery rasa Ailee benar-benar hampir mendapatkan hati Alpha dalam waktu sehari. Entah itu kabar bahagia atau awal dari hal buruk.


Sedangkan Ailee terus tersenyum sembari memandangi siluet Valery dan Alpha yang perlahan menghilang dan tak terlihat lagi. Ia kembali memutar ulang ingatannya tentang anak bernama Alpha itu. Tentang bagaimana awal mulanya dia memanggil Ailee dengan kata sakral yang seharusnya dimiliki oleh ibu dari Alpha sendiri, Aily, nama yang terdengar mirip dengan namanya.


“Tante tau surga dimana?” Alpha bertanya begitu polosnya kepada Ailee yang sangat memahami maksud dari perkataan anak itu. Singkatnya mommy Alpha itu telah pergi meninggalkan bocah berumur 5 tahun itu sendirian dan tak akan pernah kembali.


Dan karena pertanyaan Alpha. Ailee sadar ia yang selama ini merasa amat menyedihkan karena dialah satu-satunya yang tak memiliki sesuatu bernama ‘keluarga’, menjadi bukan apa-apa dihadapan Alpha. Mereka berdua terlihat sama, namun Alpha sudah merasakan apa itu artinya kehilangan, Ailee? Dia hanya ingin kasih sayang.


“Surga ya...” Ailee terlihat berpikir, ia mengurai jawaban sebelum menjawab pertanyaan Alpha, “Surga itu tempat terbaik untuk orang baik seperti mommy kamu,” ia menyisir rambut Alpha yang hitam legam. Mata bocah itu terlihat berbinar karena ucapannya.


“Kalau begitu Alpha boleh kesana?”


Ailee terkikik cantik didepan Alpha, “Nanti kalo Alpha jadi anak baik...” Alpha menunduk menangkap maksud lain dari perkataan Ailee. Ia jadi ingat sikap dad-nya. Mungkin karena Alpha kurang baik.


“Hei? Kenapa?”Wanita itu menyadari perubahan Alpha, “Kalo Alpha begitu pengennya punya mommy kenapa gak panggil tante mommy aja...” Ailee terlihat menawarkan namun sepertinya ia juga menginginkan Alpha memanggilnya seperti itu. Sejak pagi tadi bertemu Alpha dan belajar memenangkan kepercayaan anak itu, Ailee merasa ada perasaan asing ia seolah menjadi sangat keibuan.


Alpha menatap Ailee begitu intens, “Mommy?” sebelumnya tak pernah terucap kata itu dari bibir Alpha. Yang anak itu tau dia hanya punya Dad. Dia tahu soal Aily pun dari sang oma yang bercerita banyak tentang apa yang Aily suka apa yang Aily tidak suka dan tentang seberapa cintanya Dad-nya pada sang Mommy. Sampai ia sendiri pun tak kuat menanpung karena otaknya terlalu kecil. Namun sepertinya memiliki Mommy itu sangat menyenangkan.


“Ya panggil Mommy Ailee...” Ailee tersenyum begitu mudahnya sebelum jemari lentiknya membuka tutup kotak putih yang tersaji didepan Alpha. Muncul cake cantik yang membuat Alpha berbinar melihatnya. Jadi inikah hadiah untuk ulang tahun dad... Alpha juga tak sabar merayakan ulang tahunnya.


[]


Akhirnya tiba waktu bagi seorang Gamma untuk kembali ke rumah keluarga Canis. Setelah berhari-hari disibukkan dengan urusan perkerjaan Gamma dipaksa pulang. Tiada lagi alasan yang tepat untuk menghindar dari rumah itu, rumah yang pasti akan mempertemukan dirinya dengan Alpha—putranya.

__ADS_1


Kriet


“Happy Birthday Son!!”


Suara teriakan yang begitu bersatu padu terdengar ditelinga Gamma. Didepan matanya tersaji pandangan membahagiakan dengan penuh senyuman. Disana nampak mom dan dad-nya, wanita pertama yang bagi Gamma itu terlihat memeggang sebuahcake ulang tahun cantik yang disodorkan pada Gamma dengan lilin yang menyala-nyala, sedangkan di gendongan dad-nya terdapat Alpha yang juga menyambutnya dengan bahagia.


Gamma menghampiri mereka. Hari ini biarlah ia menampik rasa bencinya pada Alpha karena Aily. Sudah lama ia tak lagi merasakan kehangatan keluarga semenjak Aily pergi yang ia sibukkan hanya menghindar, baik itu dari Alpha maupun Aily. Gamma tak pernah lagi mau memeluk kekasih hatinya ditempat peristirahatannya, dia terlalu terluka mendapati Aily yang tak menapak lagi dibumi yang sama dengannya.


“Terima kasih, mom..” Gamma mencium pipi ibunya dengan sayang, ia meniup lilin yang ada di cake cantik itu. Kembali mengingat ulang tahun terakhir yang ia rayakan bersama Aily ketika wanita itu masih mengandung Alpha, dia mengatakan ‘anak kita, akan jadi hadiah terindah untuk kamu bee’betapa lembutnya perkataan Aily saat itu.


Tap


Adam menepuk bahu putranya, sengaja membuat Gamma agar menoleh kepadanya. Gamma menghadap Adam, sang ayah yang begitu ia hormati mengacak rambutnya sambil tersenyum penuh keringanan. Tanpa mengucapkan kata apapun pada Gamma, pria itu seolah tau dibalik kediaman dad-nya selalu ada doa terbaik untuknya disemakin bertambah umurnya.


Lalu tatapannya beralih pada Alpha. Anak itu terlihat ragu-ragu akan mengucapkan kalimatnya. Diam diam Gamma menunggu entahlah bagaimanapun Gamma hendak menolak menjadi ayah dari Alpha, perasaannya tetaplah nuraini seorang ayah yang tak akan pernah hilang dengan kebencian.


Gamma mengucap terima kasihnya hanya dari lubuk hati. Ia seolah ingin Alpha menganggap bahwa Gamma akan selalu mengabaikannya, biarlah seperti itu. Gamma belum lupa bagaimana perjuangan istrinya melahirkan Alpha, hingga nyawanya pun ikut hilang.


Pria itu mengikuti Ellen ketaman belakang. Ia disambut hangat oleh Valery, adik dari Almarhumah Aily dan juga Aiden. Lalu matanya menangkap orang lain yang ikut hadir, seharusnya cukup Valery dan Aiden namun disana ada wanita asing yang pernah ia jumpai dikantor Canis Kingdom, Ellisha. Gadis itu terlihat anggun dengan dress merah yang membalut tubuh rampingnya. Tapi Gamma tak suka melihatnya. Jika hanya Valery dan Aiden ikut serta merayakan ulang tahunnya tak akan jadi masalah, tapi ini Ellisha, dia pantas disebut sebagai pengusik.


“Mom... mengapa ada gadis itu disini?” Gamma mencoba terlebih dahulu bertanya sebelum mengusir Ellisha secara tak terhormat.


“Tanyalah dad Gamm...”


Pria itu menghampiri Adam. Ia tengah menyerahkan Alpha pada Aiden. Pria itu seolah tahu bahwa Gamma akan bertanya padanya, “Dad kenapa dia disini?” mata Gamma menuju arah Ellisha mengkode ‘dia’ yang dimaksud Gamma adalah gadis yang duduk tak jauh dari Aiden. Ia terlihat mendekati Alpha dan bersikap seolah akrab namun seperti Alpha sama sekali tak menyukai Ellisha, terlihat anak itu hanya mengobrol dengan Valery dan Aiden menikmati barbeque.


“Duduk dulu Gam.” Gamma mengikuti ia duduk berhadapan dengan Adam. Menunggu pria itu menjelaskan tentang kehadiran Ellisha yang jelas amat mengganggu Gamma.

__ADS_1


Adam mangatur kalimatnya sembari menunggu Ellen ikut duduk disampingnya. Ini pembicaraan antar orang tua dengan anaknya tentu Ellen sebagai ibu dari Gamma juga harus ikut serta. “Dad dan Mom ingin menjodohkan kamu dengan Ellish.” Tanpa basa-basi Adam mengatakan hal itu dengan mudahnya. Sedangkan Gamma hampir tak percaya dengan ucapan Adam.


Ia terlihat menahan marah, tatapannya berubah menjadi dingin, “Jangan seenaknya dad,” Gamma mencoba tak meledak, lagi dan lagi Adam bertingkah seenaknya, “Usir dia dari sini... aku tak suka padanya...”


“Gamma dengarlah dulu...” Momnya mencoba meminta Gamma memberi mereka waktu agar tak terburu-buru. Tapi memangnya apa, mau diulur sebanyak mungkin Gamma bahkan tak akan pernah mau dijodohkan dengan Ellisha.


“Tolong. Kalian jangan memaksa aku lagi...” Gamma hendak bangun, apanya yang acara ulang tahun ini hanyalah rencana Adam untuk mengatur hidupnya, “bagiku sudah cukup sulit kehilangan Aily dan pulang ke sini lagi. Ini sudah cukup mom... dad...” pria itu ingin melangkahkan kaki. Seharusnya ia tak pernah kerumah ini meski dipaksa sekalipun, meski ia rindu sekalipun dengan kehangatannya.


“Gamma!” Gamma terhenti karena suara Adam yang terdengar tegas menahannya, “Coba kabur lagi... kau akan melihat mayatku, jika kau kabur lagi!” Adam terlihat serius. “Menikah dengan Ellish Gamm, menikahlah... ikhlaskan Aily. Dia sudah pergi.”


Gamma berbalik, kini wajahnya memerah lagi-lagi ancaman dibuat agar mengikatnya, “Kubilang jangan seenaknya dad!!” Gamma meledak amarahnya meletup. Biarkan saja ia menjadi durhaka  sekarang asal satu ia tak akan pernah mau menikah dengan Ellisha. Baik itu karena Aily maupun bukan karena dia, dad-nya terlalu naif jelas Ellisha bukanlah gadis yang pantas Gamma jadikan pengganti Aily.


“Aku sudah cukup menuruti kalian pulang ke Indonesia... bagiku semua juga berat. Kalian begitu mudah mengatakan mengikhlaskan Aily? Tapi tidak bagiku saat Aily pergi cintaku dad, cinta dan hati anakmu ini sudah dibawa habis oleh Aily!! Kalian tak akan mengerti itu!!” Gamma tersenyum skartik, “Dia adalah satu-satunya wanita yang aku cintai!! Wanita rubah seperti Ellisha tak akan pernah pantas menggantikannya!!”


“Lalu katakan siapa yang pantas untukmu hah!!!? Katakan!!”


[][]


Siapa ya yang pantas untuk Gamma?


Ingat jempol all


See you


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2