MY BELOVED WIFE

MY BELOVED WIFE
Karena Pinggang Ailee


__ADS_3

Ailee membuka matanya ketika matahari benar-benar sudah memunculkan wujudnya. Ia terbangun dengan kondisi mengenaskan, seluruh tubuh dirasanya sangat sakit terlebih pinggangnya yang sangat encok karena tidur dikarpet. Ia melirik Gamma yang ternyata masih terlelap dengan nyenyaknya. Pria itu begitu nyaman bergelung dalam selimut.


Ailee merenggangkan tubuhnya baru setelah itu ia beranjak bangun hendak mencuci muka dan menggosok giginya.


"Ahhss..." Ia meringis pelan sembari memeggang pinggangnya. Ini semua gara-gara Algamma, pria keterlaluan.


Setelah mencuci muka dan menggosok giginya, Ailee melangkah keluar dari kamar. Ia turun ke lantai satu akan menuju dapur. Ketika Ailee sampai didapur ia melihat Ellen yang begitu sibuk. Wanita paruh baya itu mengenakan apron pink yang ia pasang ditubuhnya.


"Pagi mom..."


Ellen sedikit terjengkit karena terkejut melihat Ailee kini ada dibelakangnya, "Pagi sayang... apa yang kau lakukan? kenapa bangun sepagi ini?"


Ailee menjawab, "Akukan seorang istri. Tentu saja harus bangun pagi mom..." ungkapnya. Ellen menatap Ailee penuh bangga. Ia berpikir jika itu Ellisha apakah gadis manja itu juga akan bangun karena tau status barunya.


"Ah iya maaf soal resepsi... ellish keterlaluan padamu. Salah mom juga tak memberi tahu bahwa Gamma punya calon sendiri..."


Ailee menyentuh bahu Ellen pelan, "Tak apa mom. Oh iya apakah ada yang bisa kubantu..?" ia melirik sekelilingnya barang kali Ellen membutuhkan tenaga dari orang lain.


"Tak perlu Ailee. Setiap pagi sarapan memang selalu aku yang memasaknya... lagipula ini hampir selesai. " Ellen menolak dengan halus. Ia melihat wajah Ailee yang nampak lelah, matanya terlihat masih menggelap seperti orang yang kurang tidur.


"Sayang apa kau baik-baik saja?" Ellen melanjutkan memasaknya sembari bertanya membelakangi Ailee yang duduk di pantry.


Ailee mengangguk walau tau Ellen tak akan bisa melihatnya, "Aku baik-baik saja mom..."


"Benarkah?"


"Ya I'm really fine," Ailee memijat pinggangnya, "Meski pinggangku sedikit encok," ia sedikit bergumam agar Ellen tak mendengarnya namun sepertinya Ellen memasang telinganya baik-baik. Ia mendengar gumaman Ailee dan sontak hal itu membuat Ellen tersenyum lega.


Ellen berucap syukur dipagi harinya yang menyenangkan sedangkan Ailee diam-diam menyimpan dendam pada Gamma. Lihatlah pinggang dan seluruh tubuhnya menjadi sakit karena keegoisan pria itu.


"Ailee. Tolong bangunkan suamimu ya... Oh iya Alpha juga... mom akan membangunkan Dad untuk sarapan." pinta Ellen. Ia melepaskan apronnya dan beranjak membangunkan suaminya sedangkan Ailee menuruti apa yang Ellen katakan. Meski dalam hatinya ia merasa malas.


Ketika sampai dikamar Gamma. Ia masih melihat bagaiamana suaminya itu bergelung dengan manja diatas ranjang nikmatnya itu. Ia berjalan pelan menghampiri Gamma lalu menggoncang badan pria itu, "Al..." lirihnya namun suaminya itu tetap tak bergeming.

__ADS_1


"Al... bangun, sarapan.." Ailee terus mengguncang tubuh Gamma.


"Emh..."


"Al..." Ailee memutar bola matanya. Ia menjadi muak karena Gamma tak kunjung bangun. Pria itu malah berulang kali mencari posisi nyaman dalam tidurnya, "Al... bangun..."


Grep


Gerakan kilat Gamma malah menarik Ailee dalam keterkejutannya. Pria itu menarik tangan Ailee hingga membuat Ailee jatuh diatas dadanya. Rambutnya yang tergerai menggelitik wajah Gamma membuat pria itu terusik dan secara perlahan membuka matanya.


Pertama kali yang ia lihat adalah siluet seorang wanita yang ada diatasnya, Gamma berusaha membuka matanya lebih baik lagi. Dan disanalah Ailee benar-benar menindihnya dengan wajah setengah kesal dan terkejut. Netra wanita itu terpaku pada pandangan Gamma yang menyipit, "Apa yang kau lakukan?" tanya Gamma galak.


"Harusnya aku yang bertanya..." Ailee menunjuk kedua tangan Gamma dengan pandangannya yang memeluk pinggangnya dengan begitu posesive membuatnya tak bisa bangkit. Gamma membeku.


Cklek


"Mommy... " Alpha berdiri diambang pintu sembari tangannya memeggang handel pintu kamar Gamma. Ia melihat betapa mesranya Ailee dan Gamma, tubuh mereka saling menyatu.


[]


"Kalian ini kalo mau bermesraan jangan didepan Alpha... dia masih kecil," Ailee tersenyum masam. Ellen, Adam dan Valery yang salah paham membuat Ailee dan Gamma tak bisa berkata-kata lagi.


"Terlebih kamu Gamma," Kini giliran Gamma yang siap diberi wejangan, "Kamu itu pria. Perlakukan Ailee dengan lembut... ini baru malam pertama kalian dan kau sudah membuat pinggangnya patah begitu.."


Gamma melirik Ailee dari sudut matanya. Ia memandang istrinya itu penuh tanda tanya, karena tak mengerti apa yang dimaksud oleh Ellen. Ailee mengendikan bahunya tak tahu menahu.


"Lagipula masih banyak waktu untuk membuat adik untuk Alpha. Jadi jangan membuat Ailee sampai kelelahan begitu... dad tau kau sudah lama tak melakukannya..." kini giliran Adam yang berkata. Gamma yang semula tak mengerti kemana arah pembicaraan keluarganya ditengah sarapan. Kini ia tahu bahwa Dad dan momnya itu sudah salah paham.


"Mom... dad Ini bukan apa-apa. Pinggangku sakit karena semalam aku tidur dikar--awh!" Ailee meringis ketika satu kakinya diinjak secara tiba-tiba oleh suami yang duduk disampingnya itu.


"Mom, dad, Valery Ailee memang sangat lelah setelah melalui malam bersama kemarin, karena Ailee lelah aku akan membawanya ke atas lagi..." Ailee membelalakan mata cantiknya pada Gamma. Dia bahkan belum selesai menghabiskan sarapannya dan pria itu dengan semena meminta izin keatas dengan alasan dirinya. Benar-benar keterlaluan.


"Tap--"

__ADS_1


"Benarkan Ailee?" Gamma menatap Ailee dengan tatapan mematikan. Tentunya agar wanita itu tak menolak perintahnya. Dan dengan enggan Ailee mengikuti Gamma, membiarkan lagi-lagi Gamma menuntunnya dengan bergelirya merengkuh pinggangnya. Ailee muak bahkan kemarin di resepsi pria itu tak memeggangnya seperti ini saat Ellish, wanita yang begitu tergila-gila padanya hendak menamparnya.


"Lepaskan..." Ailee menampik tangan Gamma. Karena mereka sudah sampai didepan kamar Gamma yang artinya Dad dan Mom tak ada disini.


"Diamlah!" Gamma menarik paksa hingga mereka memasuki kamar. Ia baru melepaskan Ailee disana.


"Kau kan yang buat mom dan dad salah paham pada kita?" selidik Gamma.


Ailee bingung, "Maksudmu apa? aku bahkan tak tau apa yang mereka bicarakan. Lagi pula pinggangku memang sakit dan itu karena kau Al... kau yang menyuruhku tidur di karpet itu.." Ailee menunjuk-nunjuk karpet beludru dengan kesal.


"Siapa yang minta tidur seruangan?"


"I--itu mom..." Lagipula juga bukan Ailee yang mau tidur dengan harimau jantan didepannya ini. "Ah sudahlah aku muak denganmu. Aku mau turun aku belum selesai sarapan tadi!"


"Turunlah jika kau mau dad dan mom mengejekmu terus.."


Ailee berbalik dengan kebingungan, "Mengejek bagaimana?"


Gamma memajukan langkahnya ke arah Ailee. Sedangkan Ailee was-was ia ikut memundurkan langkahnya, "Kau mau tau?"


"Ti--tidak." Jawab Ailee dengan terbata-bata karena Gamma yang semakin mendekatinya.


"Benarkah?"


"Menjauh al..."


Gamma tak mengindahkan ia terus maju, "Bukankah kau ingin tahu?" Ailee menggeleng takut. "Mereka mengira kau kelelahan karena malam pertama kita..." bisik Gamma tersenyum miring. Sedangkan Ailee yang mengerti ucapan Gamma pipinya yang cubby berubah menjadi merah karena malu. Malu karena baru sekarang ia mengerti maksud dari mom Ellen.


"Untuk apa kau mundur-mundur begitu... aku kan hanya ingin mengambil handuk..."


[][]


Aku up lagi semua. Ini part Gamma Ailee aja. Untuk Ars besok lagi pai pai.

__ADS_1


__ADS_2