MY BELOVED WIFE

MY BELOVED WIFE
Pria Paling Bahagia


__ADS_3

“Jangan mengatasnamakan perusahaan, aku tau kau hanya ingin memiliki waktu berdua dengan Ailee bukan?” Itu adalah suara bariton Adam. Ia dan Gamma bersiteggang saling memandang dengan tatapan yang sama-sama tajam.  Adam yang tak setuju Ailee pergi bersama Gamma sedangkan Gamma yang bersikeras membawa Ailee untuk ikut datang ke acara ulang tahun perusahaan ayah Eizen.


“Apa masalahmu dad..” Gamma menggeram, terlihat guratan  emosi diwajahnya yang sebentar lagi meledak karena sejak tadi Adam selalu melarangnya bertemu dengan Ailee. “Lagi pula Ailee telah memaafkanku, biarkan aku bicara dengannya...”


“Tidak akan kubiarkan,” Adam juga ikut keras kepala, “Hanya karena Ailee mamaafkanmu bukan berarti kalian bisa bebas bersama. Dulu aku memberimu kesempatan itu malah kau sia-siakan dengan menyakiti Ailee, setidaknya sekarang kau harus merasakan akibatnya...”


“Aku sudah merasakannya dan itu menyakitkan, tidak bisakah dad melihat itu dimataku aku kini benar-benar mencintai Ailee...” Kedua bola mata hitam kelam itu dipandang oleh Adam, kejujuran ada dimata Gamma yang nampak tulus, putranya benar terlihat mencintai Ailee Kanedy. Dan hal itu membuat relung hati Adam merasa bahagia, ia pernah menyaksikan bagaimana Gamma hancur karena perempuan yang ingin ia jaga pergi selamanya. Gamma pernah sekali terjatuh, namun Adam dan Ellen tak menyerah mereka mengkhawatirkan Gamma juga Alpha hingga menemukan Ailee. Wanita itu kini benar-benar menjadi berarti bagi kedua laki-laki yang sama menderita karena skenario tuhan yang tak terduga, “Aku berusaha menahan karena Ailee memintaku menjauh tapi aku mohon untuk kali ini saja... dad taukan rasanya merindukan istri sendiri...”


Adam hampir terbahak melihat putranya menjadi sebucin ini. Mendadak ia mengingat masa-masa pernikahannya dengan Ellen. Gamma persis sepertinya setelah sadar bahwa mereka telah jatuh pada pesona sang istri, jangankan untuk berpisah berhari-hari, 1 jam pun Adam sudah merasakan rindu yang membeludak karena Ellen tak ada disampingnya.


“Aku tahu lebih darimu... dan aku tahu seharusnya waktu itu aku menghajarmu habis-habisan, setelah menyakiti Ailee dengan mudahnya mengatakan rindu, kau taukan menjauh sementara itu bukanlah hal yang sepadan, ingatlah dengan baik bagaimana kau meluk—“


“Al... kau disini..?” Suara yang terdengar penuh kelembutan itu memotong perbincangan antara ayah dan anak. Ailee dengan wajah yang segar seperti baru saja mandi memandang suaminya yang ternyata ada disini. “Ailee...” Gamma memandang Ailee, semenjak Gamma mengatakan bahwa ia benar-benar mencintai sang istri, pria itu mulai berubah. Bukan hanya dari sikap tetapi juga dari cara ia menatap Ailee. Gamma selalu betah berlama-lama menatap istrinya baik dalam kondisi apapun. Seperti sekarang meskipun Ailee nampak sederhana dengan dress rumahannya, ia tetap terlihat cantik mempesona.


“Ah maaf apakah aku menganggu pembicaraan kalian?” tanya Ailee dengan wajah tak enaknya. Tadinya selepas mandi, ia ingin meminta tolong Ellen untuk membuatkan rujak, karena hari ini Ailee benar-benar ingin sesuatu yang asam dan pedas. Tetapi karena melihat Gamma niatnya terurungkan, ia tanpa sadar malah menganggu pembicaraan antara Gamma dan ayah mertuanya.


Tep


Gamma menghampiri Ailee. Tanpa aba-aba ia memeluk istrinya, membawa Ailee kedalam dekapan hangat seorang Gamma, “Aku merindukanmu... sayang...” dan didalam pelukan itu Ailee menyembunyikan wajahnya yang merah merona didada suaminya. Padahal ia baru bertemu Gamma, tetapi pria itu sudah membuatnya terbang sejauh ini dengan tindakan dan kata-katanya.


“Al... jangan seperti ini, aku malu,” Gamma terkekeh kecil. Pria itu mengendurkan dekapannya pada Ailee lalu berpindah menangkup wajah sang istri, wajah wanita itu benar-benar menggemaskan dipenuhi dengan rona merah yang membuat Gamma ingin sekali mengecupinya.


Ehem


Adam mengencangkan suara dehemannya. Kedua sejoli ini seolah lupa akan kehadirannya disini dan malah mengumbar kemesraan didepannya. Hal itu membuat Adam jadi ingin bertemu dengan Ellen dan bermesraan dengan sang istri juga tetapi jika ia kabur itu artinya ia membiarkan Gamma dengan mudah membawa Ailee, “Ailee apa kau ingin ikut dengan suamimu menghadiri acara ulang tahun perusahaan ayahnya Ellisha?”


Gamma memandang ayahnya dengan tatapan yang mematikan sedangkan Adam tersenyum smirk. Bagaimana bisa sang ayah dengan mudahnya bertanya hal seperti itu. Menghadiri acara yang berkaitan dengan keluarga Mahony, itu artinya Ailee juga harus bertemu dengan sang ibu ditambah lagi dengan Ellisha, itulah yang membuat Gamma sedikit kesulitan memberitahu istrinya. Ia takut bila wanita itu tak menyetujuinya untuk ikut hadir, maka semua khayalan Gamma ingin berdua dengan Ailee gagal sudah.


Ailee mendongak menatap Gamma, “Jika itu mengharuskanku untuk hadir sebagai pasangan, aku bisa ikut dad...” ujar Ailee membuat senyum sumringah terbit diwajah Gamma. Ketakutannya telah menghilang dengan sempurna, sedangkan kini wajah Adam malah berubah menjadi masam. Niatnya untuk menyulitkan Gamma malah gagal total.

__ADS_1


Huft


Adam menghela nafas pelan, ia memijat pelipisnya. Ia lupa dua orang yang sedang jatuh cinta tak mungkin bisa dipisahkan bagaimanapun caranya, “Baiklah aku mengizinkan kalian. Tapi ingat Gamm, kau tak boleh membawa Ailee kemanapun, jangan pulang terlalu larut juga. Aku tak akan memaafkanmu jika sedikit saja sesuatu terjadi dengan menantu dan cucuku. Ingat itu!!” Tegas Adam yang disetujui Gamma. Lalu pria itu pun memilih melenggang pergi, ia tahu jika tetap diruang keluarga, Adam hanya akan menyaksikan kemesraan sejoli dimabuk cinta itu.


“Jadi jam berapa kita harus hadir?” Ailee bertanya sembari mengikuti Gamma yang menuntunnya penuh kelembutan untuk duduk di sofa panjang.


“Jam 7.” Jawab Gamma singkat. Ia terlihat tak tertarik lagi membahas itu. Inilah kesempatan lain yang Gamma tunggu, saat Adam pergi ia bisa menghabiskan waktu dengan Ailee sebelum ke acara perusahaan dan itu adalah keberuntungan double untuknya. Ia mengangkat tubuh Ailee yang tadinya duduk disofa menjadi dipangkuan Gamma. Mereka kini saling berhadapan. Gamma terus memendangi Ailee tanpa merasa bosan sedikitpun. Tangan kanannya terulur menyelipkan masing-masing anak rambut Ailee sembari tersenyum hangat dan memberi pandangan meneduhkan pada Ailee, “Kau selalu terlihat cantik Ailee...”


Ailee ikut tersenyum manis, “Kau juga selalu tampan Al...” Setelah sekian lama. Ailee sampai ditahap ini, tahap dimana Gamma kini benar-benar berubah seperti apa yang dia harapkan bahkan mungkin lebih. Pria itu menjelma menjadi suami yang amat manis dan terlihat amat mencintai Ailee. Jika ini mimpi Ailee tak pernah ingin terbangun lagi.


“Apa dia sehat-sehat saja didalam?” Ailee terenyuh. Ia menunduk baru menyadari bahwa tangan kiri suaminya tengah menyentuh perutnya, Gamma mengusap pelan perut Ailee yang terlihat mulai bulat dan membuncit. Hal seringan itupun mampu mengalirkan air mata dimata Ailee—Air mata bahagia.


“Hei... kenapa akhir-akhir ini kau suka sekali menangis hmm? apa aku melakukan sesuatu yang salah sayang...” Gamma mengusap air mata Ailee. Wanita itu menggeleng pelan sebagai jawaban atas pertanyaan Gamma.


“Kau tak melakukan kesalahan Al...” Bibir tipis Ailee menerbitkan sebuah senyum termanis yang pernah Gamma lihat dan itu menambah pesonanya berkali-kali lipat, “Aku hanya bahagia, kukira kau tak pernah menginginkan anak ini...” melihat Ailee yang seperti itu membuat Gamma saling melekatkan kedua dahi mereka dengan mesra.


“Tatap aku Ailee... aku mencintaimu... sangat sangat mencintaimu...” Gamma mengelus pipi istrinya, “Tak ada alasan bagiku untuk tak menginginkan anak kita,” ia menegaskan kata ‘anak kita’ agar Ailee tahu satu hal, “Aku adalah suami yang paling bahagia setelah mendapatkan istri sesabar dirimu, aku juga diberi kesempatan menjadi ayah untuk anakmu... tak ada yang lebih membahagiakan dari itu..” dan bagi Gamma itu adalah kesempatan yang diberikan Tuhan. Kesempatan untuk menjadi suami dan ayah yang baik setelah dulu ia gagal melakukan itu.


Sssh...


Gamma menggeleng pelan, “Itu hanyalah masalalu, sama seperti dirimu yang menerima diriku apa adanya aku pun juga harus seperti itu. Jangan mengingat hal yang menyakitkan lagi Ailee...”


Cup


Pria itu beralih mengecup dahi istri tercintanya. “Aku berjanji setelah ini kau akan jadi wanita paling bahagia, tak akan kubiarkan kau menderita lagi seperti dulu...” ujar Gamma penuh keyakinan dan terdengar ada tekad disuaranya. Ailee bahagia mendengarnya, entahlah padahal ia jarang bertemu Gamma, tetapi setiap pertemuannya Gamma selalu membuat Ailee bahagia dengan segala ucapan dan kelembutannya. Inikah yang dirasakan Aily saat memiliki Gamma dahulu?


“Apa kau juga tak membenci Alpha lagi?”


Alpha ya? Selama ini selain Gamma sadar bahwa ia mencintai Ailee tulus, ia juga sadar satu hal ia tak lagi membenci Alpha. Kehangatan Ailee mampu meluluhkan dan mengikis perlahan rasa benci itu. Setiap pagi Gamma yang selalu melihat Ailee dan Alpha tertawa, melihat wanita itu merawat putranya dengan baik perlahan membuat Gamma terbiasa. Ia terbiasa melihat tawa bahagia Alpha setiap bersama Ailee, tawa yang persis seperti dirinya, tawa yang mengharapkan kehangatan seorang wanita “Semua rasa itu telah menghilang Ailee... aku menyesal tak pernah menjadi ayah yang baik untuknya... dan aku sedang berusaha melakukan kewajibanku sekarang.”

__ADS_1


Ailee tersenyum, entah sudah berapa kali senyumannya terbit karena Gamma, “Syukurlah Al... kau akhirnya sadar. Alpha adalah harta berharga yang berhak mendapatkan kasih sayang... dia pasti bahagia mendengar dadnya berkata seperti ini...” ujar Ailee.


“Ya kuharap dia memaafkanku...”


“Dia pasti memaafkanmu.. minta maaflah saat ia pulang nanti...” Ailee merangkulkan kedua tangannya ke leher Gamma, “Tapi sebelum itu...” Gamma memandang istrinya dengan penasaran.


“Sebelum itu apa?”


“Aku ingin rujak...” Ailee berkata manja pada suaminya. Gamma sekali lagi dibuat terkekeh ringan oleh tingkah Ailee. Ia kira Ailee akan mengucapkan apa... ternyata hanya menginginkan sesuatu. Ia pun mengelus perut Ailee dengan lembut.


“Baiklah aku akan membuatkan rujak spesial untuk istriku tersayang...”


“Kau bisa Al?”


“Jangan meremehkanku Ailee...”


[]


Ahh gatau ah baper aku bacanya hiks...


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2