MY BELOVED WIFE

MY BELOVED WIFE
Tetap Percaya


__ADS_3

Matahari mulai menampakan wujudnya menjadi pertanda hari baru telah dimulai. Ailee masih dengan keadaannya yang hancur tetap berusaha menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri sesuai dengan keiinginan hatinya. Menyiapkan menu sarapan yang bisa memuaskan putranya juga Gamma dengan bangun lebih pagi dari biasanya.


Tak lupa dalam setiap paginya Ailee selalu memasang senyuman penghibur dibibirnya. Ailee harus selalu senang dengan perasaan dan ingatan yang tak asing. Ia merasa pernah melakukan hal ini sebelumnya, berjuang dengan tujuan yang serupa. Mendapatkan haknya sebagai seorang istri untuk selayaknya dicintai. Menyiapkan dengan ikhlas berbagai kebutuhan pendampingnya meski penolakan yang ia terima. Namun Ailee tak menyerah, ia tetap tegar walau akhirnya dia yang akan terluka.  Itu dulu, ingatan tak asing yang bahkan tak dikenalnya. Sedangkan untuk sekarang dan seterusnya, ia akan berjuang sampai Gamma memintanya untuk menyerah dan pergi. Agar kedepannya Ailee tak lagi menangis sendiri, agar kedepannya luka Ailee tak membesar kembali.


Disamping itu tanpa Ailee sadari. Gamma mengintip Ailee, melihat bagaimana wanita itu tetap keras kepala menjadi istri yang baik bagi pria brengsek sepertinya. Ah wanita itu benar-benar tak gentar. Bahu wanita itu bergerak kesana-kemari bagai irama dengan tangan yang berkutat bersama alat-alat dapur. Ailee dan Aily, mereka berbeda namun mereka sama-sama berhasil membuka genangan rasa bersalah di hati Gamma. Pria itu bimbang, ia mencintai Aily sangat, tetapi haruskah cinta yang ia punya membuatnya berlaku jahat nan kasar pada istri keduanya. Haruskah Gamma kembali membangun dinding yang lebih kokoh hanya untuk menjauhi Ailee sedangkan sisi lain hatinya merasa terlalu nyaman dengan wanita itu. Ailee benar-benar sudah melesak dalam hatinya yang tengah kosong dengan perasaan hampa dan kesepian.


Drap drap drap


Derap kaki kecil Alpha yang berlari kearah Ailee membuat Ailee menoleh untungnya Gamma segera menyembunyikan dirinya sebelum diketahui oleh dua ibu dan anak itu. Gamma mengintip lagi, melihat Alpha yang menangis entah karena apa sembari menjulurkan kedua tangannya mengkode Ailee agar menggendong tubuh mungilnya dan dengan senang hati wanita itu membawa Alpha kedalam dekapan hangatnya, ia mengelus puncak kepala Alpha lembut. Berusaha meredakan tangis Alpha yang terdengar ketakutan.


“Alpha sayang... kenapa nangis... hmm?” tanya wanita itu begitu enak didengar.


Sembari sesenggukan Alpha membuka suaranya, “Alpha mimpi... mommy pergi hiks... mommy pergi ninggalin Alpha dan dad hiks, Alpha gamau...” Alpha menggeleng-gelengkan kepalanya.


“Sayang untuk apa mom ninggalin kamu... mommy kan sayang sama Alpha...”


Alpha memandang Ailee dengan kedua bola matanya yang berkaca-kaca, “Tapi dad tidak sayang sama mommy dimimpi itu dad biarin mommy pergi...” ujar bocah itu dengan pilu yang membuat siapapun mendengarnya pasti merasakan seberapa takutnya Alpha saat ini. Gamma sendiripun merasakannya.


Sekian lama tinggal dengan Ailee, pria itu juga ikut terbiasa dengan Alpha. Gamma tak lagi menghindar dari duplikat kecilnya itu tapi juga tak berusaha mendekati Alpha. Ia hanya melihat keseharian bocah itu dari jauh. Perlahan tapi pasti, rasa benci Gamma mulai berkurang dan ia juga merasa telah menerima semuanya. Mengingat bagaimana Ailee berulang kali menyindirnya sebagai seorang pria yang tak pantas menjadi ayah.

__ADS_1


“Alpha...” Gamma kembali memasang telinganya untuk mendengarkan percakapan antar dua orang itu, “Walaupun Daddy kamu gak sayang sama mom tapi mom akan berusaha supaya dia bisa mencintai kita berdua... jangan takut...” Alpha mengangguk dan percaya. Sedangkan hati Gamma disini terenyuh begitu saja. Andaikan waktu bisa diputar Gamma akan memilih menyanyangi Alpha dan mungkin ia tak akan bertemu dengan Ailee, bertemu dengan wanita itu adalah badai terbesar dalam kapal Gamma.


[]


“Boss kau dimana?” Aiden berbicara dengan seseorang di ponselnya. Orang itu adalah Gamma. “Jangan katakan kau baru berangkat? kau tau banyak klien yang menagih janji temu, oh ayolah Gamm...” Pria itu merengek pada orang diseberang sana, ia merasa geram pada Gamma.


Sembari menimpali Gamma dengan kekesalannya, Ellish yang berjalan dengan begitu senangnya menarik perhatian Aiden. Ia mengikuti arah jalan Ellisha yang ternyata menuju kearah Gamma, dimana pria itu tengah berjalan ke arah lobby kantor. Gadis itu mengubah cara jalannya menjadi begitu tergesa-gesa dan...


Brugh


Ellish berhasil menabrak Gamma yang menurut pandangan Aiden adalah tindakan yang disengaja, “Ah maaf kak, aku tak sengaja...” ujar Ellish dengan akting yang patut diberi piala oscar. Dia terus membiarkan tubuhnya bersandar pada Gamma, terlihat sekali gadis itu menikmati memeluk Gamma.


Ellish tersenyum semakin menempeli Gamma, “Kakakku bilang dia akan mampir ke tempatmu kak...” ucapnya dengan suara dimanja-manjakan.


Gamma yang risih dan tak menyukai tindakan Ellish mendorong gadis itu. Moodnya jadi hancur berantakan karena gadis dihadapannya, ia melihat Aiden yang berjalan mendekatinya, “Aiden.”


“Siap Boss..”


“Belikan aku jas baru, dan buang pakaian ini...” ujarnya dingin lalu mereka berdua beranjak pergi meninggalkan Ellish. Ellisha yang biasanya mendengar itu menghentakan kedua kakinya dengan kesal kini tak lagi melakukannya. Gadis itu malah tersenyum penuh misteri.

__ADS_1


“Kita lihat bagaimana kau menjelaskan hal ini pada istrimu itu kak...”


[][]


Tring!


Dering ponsel tanda Masseger masuk menarik perhatian Ailee yang kini tengah melayani pelanggan di SA. Sebentar lagi Alpha akan masuk sekolah paud, otomatis Ailee tak mungkin bisa sering mengunjungi SA. Alhasil hari ini ia menghabiskan waktu sebanyak mungkin di Cafenya itu.


Ailee membuka ponselnya. Melihat pesan melayang dan membuka pesan itu. Sebuah foto Gamma dengan seorang wanita yang begitu Ailee kenal menjadi pembuka awal pesan singkat itu. Nomor si pengirim benar-benar tak diketahui Ailee. Foto itu menunjukan bagaimana Ellisha memeluk manja suaminya sedangkan Gamma hanya diam saja.


Jujur pertama kali melihat foto itu membuat Ailee sedikit syok. Ia bukan  terluka atau apapun. Pasalnya Gamma sangat membenci Ellisha, menikah saja dibatalkan apalagi disentuh pasti pria itu akan sangat marah kini. Ailee bisa membaca maksud dari si pengirim mengirimkan foto tersebut hanyalah ingin membuat hubungannya dan Gamma menjadi hancur karena kepercayaan.


Ailee meletakan ponselnya kembali. Hanya sebuah foto yang tak mendasari apapun. Ia mengakui mencintai Gamma namun bersamaan dengan cinta itu dia juga percaya pada pria itu. Cintanya saja belum tentu terbalas lalu bagaimana bisa Gamma mencari kepuasan dilain hati disaat hatinya hanya milik Aily seorang. Bagi pria itu mungkin sudah cukup menjadikan Ailee sebagai yang kedua tak perlu ada yang ketiga lagi.


Dan lagipula meski Ailee cemburu melihat Gamma suatu saat nanti bersama wanita lain. Apakah pada saat masa itu terjadi Gamma akan peduli padanya. Banyak orang yang ingin menghancurkan hubungan suami istri antara Ailee dan Gamma, karena dirasa pernikahan mereka memanglah tanpa cela. Namun semua orang juga tak mengetahui bahwa dibalik pernikahan yang sempurna ada beling kaca yang siap melukai siapapun yang terlibat dalam pernikahan itu. Contohnya Ailee, ia terjebak dalam perasaan cinta, cinta untuk pria yang mungkin tak akan pernah menoleh padanya.


Sungguh Amatir...


[][][]

__ADS_1


Yahuu aku udah beres hehe. Jangan lupa tinggalkan jejak.


__ADS_2