MY BELOVED WIFE

MY BELOVED WIFE
Putri Dalam Semalam


__ADS_3

Ah ya kembali pada kisah Gamma dan Ailee. Bukankah malam itu Ailee terlihat kecewa karena penolakan pangeran berkudanya. Wanita itu terus menunduk menatap lantai yang dipijak oleh kakinya. Entahlah dilantai itu ada bayangan dirinya yang begitu menarik dipandang. Wajah sedihnya yang kembali dan itu karena seorang Gamma. Pria itu menghilang ditengah kerumunan tamu undangan meninggalkan putri cantiknya sendirian.


“Ailee...”


Si empu menoleh ketika telinganya menangkap suara pria yang begitu dikenalnya. Dan betapa terkejutnya Ailee mendapati Arslan Sirius kini berdiri tegak dihadapannya. Ini seperti kisah dongeng bagaimana pangeran utama menolak seorang wanita dan datanglah pangeran lainnya. Pengeran itu adalah Arslan dengan jas abunya yang entah mengapa juga sangat senada dengan dress Ailee malam ini.


Bersamaan dengan kedatangan Ars. Musik  sebagai pengiring dansa diputar begitu indahnya. Semua pasangan mulai meliuk-liukan tubuh mereka diatas lantai Ballroom. Saling memandang penuh cinta, saling memeluk dan menukar senyum yang menurut Ailee terasa begitu romantis. Hingga belum sempat Ailee bertanya bagaimana mantan suaminya itu bisa disini, Ars malah mengulurkan tangan kanannya. Dia bagai pangeran yang saat ini tengah meminta izin mengajak seorang putri untuk ikut berdansa bersamanya.


Ailee tersenyum begitu menawan dengan mudahnya ia menerima uluran tangan Ars. Membiarkan dirinya ikut terbawa arus bersama lantunan musik indah dan barisan pasangan yang terlihat sama-sama jatuh cinta. Arslan memandangnya dengan intens, meski Ailee tak melihatnya begitu jelas, ia merasa perlakuan Ars padanya terselip cinta yang begitu dalam.


Dan tanpa mereka sadari tatapan elang Gamma terarah menuju kedua pasangan itu. Dimana istrinya berdansa dengan pria lain yang beberapa hari ini sangat dibenci Gamma. Tangannya kirinya yang kosong mengepal begitu erat dengan emosi didalamnya. Padahal Gamma hanya emosi sesaat tadi dan berharap dengan mencari minuman ia bisa sedikit melegakan rasa panas yang membara dihatinya. Namun sayangnya pemandangan didepan mata Gamma kembali membawa rasa panas itu membara keseluruh tubuhnya.


Matanya mulai mengitari seisi gedung entah mencari apa. Hingga iya melihat seseorang yang dikenalnya. Seorang Gadis yang selama ini selalu Gamma hindari karena obsesinya pada dirinya. Dia adalah Ellisha, gadis yang tak Gamma sangka adalah saudara kandung istrinya. Dengan segera Gamma melangkahkan kakinya dengan begitu penuh keyakinan menuju Ellisha. Dia menarik lengan gadis itu, mengeluarkannya dari  kerumunan rumpi-rumpi seorang wanita yang entah membicarakan apa.


Dia membalik badannya dan memandang Ellisha penuh dengan emosi yang membara, “Berdansalah denganku...” ucapnya penuh kedinginan. Bahkan Ellisha tak sempat merasa senang, bulu kuduknya seperti meremang melihat Gamma yang seperti ini.


Gamma mulai mengambil langkah pertama sebagai ancang-ancang. Ia memperhatikan sekelilingnya berusaha menemukan tempat yang strategis agar Gamma dan pasangannya bisa melesak masuk tepat disamping Ailee dan pria bernama Ars itu.


Hingga akhirnya Gamma berhasil berada tepat disamping Ailee. Ia ikut berdansa mengikuti irama musik bersama Ellisha namun pandangan pria itu hanya terus tertuju pada istrinya. Ia tersenyum menang karena berhasil menarik perhatian Ailee. Wanita itu menatapnya dengan tatapan yang tak bisa Gamma mengerti. Dan pada saat bersamaan kedua pasangan itu sama-sama memutar langkah membuat Gamma semakin dekat dengan  Ars dan berbisik pelan padanya.


“Kau sudah berani menyentuh istri orang ya...” bisiknya penuh kebencian. Entahlah Ars bisa melihat nada cemburu yang tersirat dari bisikan Gamma, padahal waktu itu Ars yakin pria itu tak akan pernah menganggap Ailee sebagai istrinya. Namun kini? Apakah Gamma benar-benar tak menganggap Ailee sebagai istrinya? Bukankah dengan cemburu cukup membuktikan seberapa penting Ailee dimata pria itu.


Ars menatap wajah cantik Ailee. Ah dulu gadis ini adalah miliknya, semua kecantikannya dan segalanya tentang Ailee adalah miliknya bahkan hati Ailee. Tetapi semua itu hilang dalam sekejap, semua bagaikan sihir cinderella yang akan menghilang bila pergantian jam. Arslan menyesal, penyesalan akan terus terasa karena baginya itulah  pembalasan untuk dirinya yang terus mencampakan Ailee. Cinta yang begitu tulus diberikan wanita itu, Arslan tolak mentah-mentah.

__ADS_1


“Ailee...” Ars memanggil pasangan dansanya yang hanya fokus memandang penuh kesedihan kearah Gamma. Yang tak lain dan tak bukan adalah suaminya. “Ailee...”


“Ars ada apa?” disela itu, Ailee bahkan masih sempatnya begitu lembut padanya.


“Suatu hari nanti...” Ars menjeda ucapannya. Kini mereka sama-sama berpandangan intens, membuat Gamma semakin emosi lagi, “Saat kau mengetahui semua... semuanya tentang kita, kuharap kau tak pernah membenciku...” Ailee sama sekali gagal paham dengan pernyataan Ars.


Pria itu malah tersenyum dan tak bermaksud menjelaskan perkataannya barusan, “Ini adalah salah satu dari keiinginanmu dulu, menjadi putri dalam semalam dan berdansa bersama.”  Ars mendekatkan wajahnya pada telinga Ailee, “Dan aku sudah berhasil mengabulkannya...”


Lalu tiba saatnya pergantian pasangan. Arslan melepaskan dirinya dari Ailee dan membiarkan wanita yang amat dicintainya itu kembali kepada pengeran berkuda yang sebenarnya, dialah Gamma. Pria itu dengan sigap membawa Ailee kedalam pelukannya bersamaan dengan pergantian musik. Sebuah lagu berjudul ‘Love Story-Taylor Swift’ dengan tema slow mengiringi kedua sejoli itu.


Ellisha yang melihat Gamma begitu mudah memberikannya kepada pria asing yang tak ia kenal merasa jengkel, pria itu tak lain Arslan. Ia pergi meninggalkan Arslan begitu saja membawa seluruh kekesalannya pada Gamma dan Ailee.


Gamma memandang Ailee menenggelamkan dirinya di telaga indah yang tersaji didepan matanya. Kini pria itu bisa menggenggam tangan Ailee dan memeluk pinggang wanita itu dengan penuh kebanggaan. Ada rasa lega dihatinya ketika Ailee kini malah menjadi pasangan dansanya dan memang hanya Gamma lah yang berhak berdansa dengan Ailee. Hanya dia.


Pada lirik itu Gamma mengangkat tangan kanannya dan membawanya menyentuh wajah Ailee. Ia menyelipkan satu persatu anak rambut kebelakang telinga Ailee dengan begitu lembut. Hilang sudah rasa marahnya pada Ailee ketika melihat wajah Ailee yang kini sempurna ditatapnya. Ailee hanya bisa memejamkan matanya, ia menikmati sensasi bagaimana tangan Gamma menyentuh kulit wajahnya dengan begitu lembut. Ailee merasa dicintai.


“Al...”


“Kau hanya milikku Ailee...” gumamnya penuh kesadaran. Gamma benar-benar sadar dengan ucapannya. Tak pernah ia merasa sepanas dan setak rela ini melihat miliknya bersama yang lain. Namun dihadapan Ailee, wanita itu entah mengapa mengubah segalanya tentang Gamma, ia membuat seorang Gamma menjadi sosok protektif yang tak ingin miliknya disentuh oleh orang lain.


Keinginan Gamma akan Ailee menjadi begitu besar. Kembali hasrat yang berhasil Gamma tahan muncul begitu saja melihat kecantikan Ailee terpampang jelas dimatanya. Perlahan ia mendekatkan wajahnya pada wajah Ailee, hingga jarak mereka hanya sekitar beberapa centi saja. Dan...


Cup

__ADS_1


It’s Love Story, baby just say ‘yes’


Gamma berhasil mendarat tepat dan merasakan benda kenyal milik Ailee di bibirnya. Rasa manis menjalari pria itu ketika mengecup lembut bibir Ailee, hal itu membuat Gamma tak bisa hanya sekedar mengecup. Ia ingin meraup habis bibir milik Ailee yang ternyata begitu memabukan dan mungkin... bibir ini segera akan menjadi candu baru bagi Gamma. Rasanya melebihi wine yang beberapa tahun belakangan menemani kesehariannya untuk mengenang kepergian Aily.


Bug bug bug


Ailee memukul dada Gamma pelan. Ia merasa tak lagi bisa menghirup udara dengan baik karena Gamma yang begitu nafsu mencium bibirnya. Pria itu bahkan dengan seenaknya menggigit bibir Ailee, memaksa untuk membuka mulut dan mengacak-ngacak segalanya. “Al... sudah Al...” Ia terus memukul Gamma, guna menyadarkan pria itu.


“Hosh...” Dan akhirnya Gamma pun melepaskan kontak bibir mereka, Ailee mengatur nafasnya sembari memandang Gamma, “Kau benar-benar buas seperti singa jantan...”


“Ya dan kau telah menikahi singa jantan itu...” ujarnya sambil tersenyum puas. Entahlah malam ini Gamma sama sekali tak teringat sedikitpun dengan Aily, ia menjadi lupa akan pantangannya. Dan Ailee lah yang bisa membuatnya sekacau ini.


[]


Di tengah-tengah hal mengejutkan yang terjadi antara Ailee dan Gamma. Ternyata banyak mata-mata yang mengelilingi kehidupan mereka. Dialah Aiden, pria itu menunjukan raut bahagia nan jenaka ketika menyaksikan pemandangan yang menjadi kabar baik bagi keluarga Canis. Ia mengambil benda pipih didalam kantongnya dan menari-narikan jarinya disana.


“Ya itulah yang harus kau lakukan Al... jangan lepaskan Ailee, karena jika dia bersinar bukan karena dirimu. Aku yakin kau pasti akan menyesal..” Aiden bergumam masih dengan senyum yang terpatri diwajahnya.


Pria itu juga ikut tertawa pelan. Aiden melihat dari kejauhan ada Ellisha yang juga sama tengah memata-matai kedua pasangan yang tak lain adalah Gamma dan Ailee. Gadis itu terlihat begitu muram bahkan meremas dressnya, membuat Aiden yakin dress itu akan rusak ditangan Ellish.


[][]


Oke All cukup segini dulu ya hehe. Jangan lupa tinggalkan jejak. Selamat Hari Raya Idul Adha ya untuk umat yang beragama islam...

__ADS_1


 


__ADS_2