MY BELOVED WIFE

MY BELOVED WIFE
Saudari Kandung


__ADS_3

“Dia istriku paman.” Gamma semakin mempersempit jarak tubuh mereka. Dia memamerkan kemesraannya tanpa persetujuan Ailee yang merasa risih karena kelakuan tiba-tiba Gamma. Pria itu seolah memanfaatkan situasi kondisi.


Disaat Ayah tirinya melihat Ailee dan Gamma dengan begitu intens seolah ia baru saja mendengar kabar itu. Disaat itu pula seseorang datang dari sisi yang lain. Seorang gadis dengan dress hitam pekatnya diikuti bunyi hak tinggi yang terdengar begitu nyaring ditelinga. Disamping gadis itu ada seorang pria tampan yang terlihat sebaya dengan Gamma.


Ailee menoleh dan menyadari wajah tak asing itu. Gadis berdress hitam itu adalah gadis yang sempat datang mengacaukan resepsi pernikahannya waktu itu. Bahkan dengan begitu penuh amarah ia menumpahkan segelas wine pada Ailee. Mengingat hal itu membuat Ailee mengingat betapa tak pedulinya Gamma kala itu.


Sedangkan Ellisha ia terkejut, mendapati pria yang masih tersimpan rapi dihatinya itu datang diacara pernikahan  ibu dan ayahnya. Yang tak lain adalah Gamma dan betapa marahnya Ellish melihat ada Ailee juga disamping Gamma, terlebih Gamma merangkul pinggangnya dengan begitu mesra. Membuat seluruh hati Ellish merasakan gejolak panas yang akan segera meletup dan meledak.


Moodnya pagi ini sudah begitu buruk karena pernikahan dadnya dan kini ia harus melihat Gamma begitu dekat dengan sang istri. Entahlah mungkin Ellish merasa ia tak seharusnya datang kesini. Semuanya begitu terasa memuakan didepan matanya. Seharusnya yang bahagia adalah dirinya, berdiri disamping pria yang selalu ia dambakan dan ia tunggu-tunggu sejak kecil.


“Untuk apa kau datang kesini? kau tak harusnya ada disini.” Tatapan mata Ellish masih sama saat pertama kali bertemu dengan Ailee. Namun kali ini tatapan itu terlihat amat begitu membenci Ailee.


Ailee hendak menjawab pertanyaan Ellish namun Gamma langsung menahan Ailee dengan menggenggam tangan kanannya  begitu erat, Gamma menggeleng pelan lalu ia maju seolah menjadi tameng bagi Ailee. Entah berapa kali Gamma mengejutkan Ailee dengan tingkah lakunya baru-baru ini.


“Apa urusanmu?”


“Ak—“ Ellish terbata ketika berhadapan dengan Gamma. Ia juga ikut terkejut karena pembelaan Gamma bahkan sebelum Ellish melancarkan aksinya. Padahal waktu itu jangankan membela untuk sekedar menghentikan Ellish menampar Ailee pun pria itu terlihat enggan. Gamma seperti tak pernah mencintai Ailee, Ellish yakin dia tak bahagia dan hal itulah yang juga menjadi semangat Ellish untuk merebut Gamma. Jika harus menunggu lagi Ellish tak akan bisa.


“Ailee lebih baik sekarang kita pulang...” Gamma menggeret lengan Ailee.


“Tunggu Gamma...” Itu adalah suara Ayah Ellisha. Dia menghentikan Gamma dan Ailee untuk pergi begitu saja, “Ellisha Jaga sikapmu. Mereka ini tamu kita...” Pria itu tak segan memarahi anak gadisnya didepan Ailee dan Gamma.


“Dad. Kau membela mereka? Kau tau dialah yang merebut Kak Gamma dariku!” Ellisha semakin dibuat geram. Ia tak akan mengalah bahkan meski itu ditengah keramaian sekalipun, baginya Ailee tak patut dibela oleh ayahnya juga.


Ayah Ellisha memelototi putrinya, “Dad bisa terima jika kau kekanakan dirumah... tapi tidak dengan disini!” Pria itu menaikan suaranya satu oktaf, “Ini adalah pernikahan Dad dan—“


Ucapan ayah Ellisha terpotong oleh Ellisha sendiri, “Dan apa? Hah? Dan wanita murahan ini!” Ia menelanjangi Astoria dengan menatap dari atas sampai bawah siluet wanita didepannya itu.


“Jaga Bicaramu!” Ayah Ellisha hendak menarik tangan putrinya namun dihentikan oleh sentuhan lembut Astoria yang tersenyum penuh keteduhan, “Mas... jangan bertengkar dengan Ellish demi aku,” Ia menenangkan pria yang baru saja sah menjadi suaminya. Dan hal itu  tak pernah lepas dari mata Ailee, pandangan bundanya, senyumannya, semua itu membuktikan bahwa wanita itu memang telah menemukaan kebahagiaannya namun tak ada Ailee disana.

__ADS_1


“Tidak bisa Astoria. Jangan menghentikanku...” fokus pria itu kembali kepada Ellisha, “Ellish dia adalah ibumu bukan wanita murahan dan dad ingatkan sekali lagi Ailee adalah saudari tirimu, dia bukan sekedar tamu disini hormati dia!” tegasnya.


Sedangkan Ellish, sama sekali gagal mencerna. Ucapan tegas dadnya seolah terulang-ulang dan membuatnya tak percaya. Ia menggeleng kencang, “Bagaimana mungkin dia saudari ku!” Ia memandang Ailee jijik, begitupun dengan Ailee yang juga tak percaya bahwa Ellish adalah anak dari suami bundanya.


“Tidak dia bukan hanya saudari tirimu tapi dia—“


“Mas...” Astoria menggeleng pelan seolah tak mengizinkan suaminya itu untuk bicara lebih lanjut.


Namun sepertinya larangan Astoria tak bisa menghentikan niat suaminya itu, “Tapi dia adalah saudari kandungmu. Ibumu juga ibunya...”


Dan didetik itu juga Ailee mulai mengerti akan semuanya. Sebab mengapa ayahnya bersikeras menjauhkan dirinya dari ibu kandungnya sendiri, sebab mengapa waktu itu ayahnya mengusir Astoria bahkan disaat sedang cinta-cintanya. Semua itu memang karena ulah ibunya sendiri.


Semua orang mengatakan ibunya bukanlah wanita baik-baik dan dengan bangganya Ailee masih tetap mengelak, meski dia sendiri sudah melihat semua buktinya. Ibu mana yang tega menjual putrinya untuk dijadikan wanita penghibur.


Ailee langsung melepaskan tangannya dari genggaman Gamma, “Tidak dia bukan ibu kandungku...” Setelah mengatakan itu Ailee langsung berbalik dengan membawa semua rasa kecewanya. Ia ingin segera pergi dari tempatnya berpijak sekarang. Menghirup satu udara dengan ibunya, hanya membuatnya menyadari bahwa ibunya memang tak pernah bahagia baik dengan dirinya maupun ayahnya.


Gamma melihat Ailee lari begitu saja. Ia sama terkejutnya dengan Ellisha, “Ailee...”


[]


“Ailee... Tunggu!” Akhirnya Gamma berhasil meraih lengan Ailee. Langit mulai terlihat begitu gelap, disela sunyinya malam kala itu Gamma perlahan mendengar tangisan Ailee. Wanita itu menangis dengan membengkap mulutnya sendiri, ia enggan berbalik kepada Gamma karena kondisinya yang tak memungkinkan untuk dilihat pria itu.


Namun percuma saja sebanyak apapun Ailee menghindar untuk tak dilihat. Gamma selalu mampu memaksanya dengan berbagai cara. Ia memutar tubuh Ailee agar mendekat kearahnya, dengan netra hitam yang tajam menusuk ia menatap Ailee yang terlihat sembab, “Ada apa?” tanya pria itu meski ia sendiri sudah mengetahui penyebab Ailee menangis.


Ailee ikut memandang pria dihadapannya dengan mata basahnya, “Tidak Al... aku tidak apa-apa.” ungkapnya dengan suara yang begitu serak. Lalu ia menghapus air matanya sendiri dan hendak melepaskan diri dari kukungan Gamma. Tetapi pria itu malah mengetatkan peggangannya dan terlihat seperti memeluknya.


Gamma terlihat memutar kedua bola matanya, “Bisakah kau berhenti terlihat baik-baik saja didepanku?” Dia mulai jengah dengan tingkah Ailee, “Sifatmu sama sekali berbeda jauh dengan ucapanmu Ailee. Aku muak melihat tingkahmu, jika kau ingin menangis, menangis saja...”


Ailee menggeleng, “Tidak Al... hiks” Namun ia tetap menangis bahkan kali ini tangisannya terlihat begitu memilukan. Tanpa meminta izin dari Ailee, Gamma memeluk wanita itu dengan begitu erat. Mendekapnya dalam kehangatan tubuhnya agar wanita itu merasakan bahwa ia bisa bersandar kepadanya. Karena hanya dengan mendengar tangisan Ailee membuat hatinya yang keras sejak Aily meninggal, menjadi lunak.

__ADS_1


Gamma seketika lupa bahwa ia pernah berjanji tak akan lagi melembutkan hatinya untuk Ailee, tak akan pernah lagi membiarkan wanita itu bersandar padanya. Karena hanya dengan itulah Gamma sanggup membatasi hubungan mereka. Namun tetap saja ia lemah akan Ailee. Ia terus mendekap wanita itu, bukan hanya dirinya yang memberikan kehangatan namun Gamma juga merasakan perasaan nyaman saat memeluk Ailee.


“Kenapa Al? hiks... kenapa bunda tega menduakan ayahku... hiks...” Ailee mengeluarkan semua beban hatinya setelah mengetahui fakta itu. Fakta bahwa Ellisha yang seumuran dengannya adalah saudari kandungnya. Entah berapa lama Astoria melukai hati alm ayahnya. “Padahal ayah sangat mencintai Bunda dia mencintai bunda bahkan disaat terakhirnya hiks...” Ia terus menangis tanpa mempedulikan bagaimana jas Gamma basah oleh derasnya air mata. Hingga malam itu Ailee habiskan waktunya hanya bersama Gamma, ia biarkan matanya membengkak ketika mengingat ayahnya dan ia biarkan dirinya terus terlena dengan dekapan Gamma.


“Mengapa tuhan begitu tak adil padaku dengan ayahku...” Sampai itulah ucapan terakhir Ailee sebelum wanita itu terlelap bersandar dibahu Gamma. Nafasnya yang teratur pelan menandakan bahwa Ailee sudah lelah. Gamma pun sekali lagi membiarkan dirinya repot dengan Ailee, ia membopong istrinya itu dan menatapnya penuh iba.


Begitu banyak hal yang menimpa Ailee persis seperti apa yang Ayah mertuanya ucapkan. Sepertinya Gamma salah menikahi wanita digendongannya itu, tak seharusnya ia menikahi Ailee dengan banyaknya penderitaan yang ia bawa. Dengan hal itu Gamma hanya akan semakin tenggelam karena kerapuhan Ailee.


“Tuhan adil Ailee... dia kirimkan aku untukmu..”


[][]


Ah udah berapa hari ya aku gak up. Hampir seminggu aku ngaret ;( tapi kalian tetep menambahkan jempol dikaryaku. Aku terhura sekali hihi. Makasih sebanget-bangetnya untuk kalian semua. Aku bener-bener cinta ama kalian wkwkw luv u :*


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2