MY BELOVED WIFE

MY BELOVED WIFE
Benci tapi Cinta


__ADS_3

Warning 18++


Tolong lebih cermat ya!


Ailee Kanedy dengan Arslan Sirius. Lagi-lagi mereka ditakdirkan bertemu. Arslan mendadak rindu pada Ailee saat itu, dengan mimpi panjang yang begitu menyeramkan. Ia bermimpi Ailee terlihat amat bahagia namun Ars tak bahagia dibuatnya. Wanita yang terlanjur Arslan cintai begitu dalam itu bahagia bukan dengan dirinya. Ailee bahagia dengan Algamma bukan dengan seorang Arslan.


Rasa bersalah, penyesalan, ketakutan bercampur aduk dalam diri Arslan. Dia berusaha menerima bahwa kini Ailee bukan lagi miliknya tetapi ada sisi lain yang begitu keras menolak. Bagi Arslan selama ia belum mendengar bukti cinta Ailee pada suami barunya, Ia masih memiliki banyak kesempatan. Kesempatan untuk mengambil apa yang seharusnya menjadi milik pria itu.


“Ailee... ” Arslan mulai menangkap tangan Ailee yang terabai diatas meja. Saat ini pria itu benar-benar menemui Ailee menuruti keinginan hatinya, “Sekali lagi aku minta maaf, maaf pernah menyia-nyiakan kesempatan yang seharusnya kuambil, maaf tak seharusnya aku membiarkan kau bersama pria sebrengsek Algamma itu, dan maaf dulu aku menyia-nyiakan pernikahan kita, memilih abai lalu kini mengemis cinta lagi padamu...”


“Aku hanya ingin kita bersama lagi Ailee. Kembali bersamaku dengan janji bahagia, bukankah itu yang kau inginkan? aku berjanji tak akan mengulangi kesalahan yang dulu. Kita mulai semua dari awal lagi...” Ailee melihat hal yang tak biasa dari Arslan. Pria itu seperti gelisah akan sesuatu, sesuatu yang akan menghilang.


“Tak bisa Ars jika yang kau minta adalah rujuk. Aku berulang kali bilang bahwa pernikahan kita tak seharusnya terjadi apa kau tidak mengingatnya...?” ujar Ailee lalu melanjutkan kembali ucapannya, “Lagi pula ada apa denganmu. Aku tak merasa kau melakukan kesalahan mengapa kau terus meminta maaf...”


Suatu saat kau pasti akan mengerti Ailee.ujar Arslan didalam hatinya. Ia memandang Ailee begitu intens, “Aku mencintaimu Ailee. Hanya itulah yang perlu kau tahu sedangkan Gamma apakah dia bisa mencintamu seperti diriku?”


Ailee melepaskan kedua tangannya yang digenggam erat oleh Arslan, “Gamma memang tidak mencintaiku Ars...” Ailee membalas tatapan mata Arslan dengan kelembutan sehingga pria itu juga ikut tenggelam kedalam tatapannya, “Tapi aku kini mencintainya. Sama seperti kau yang juga mencintaiku dan selalu ingin kembali memiliki, aku juga ingin memiliki hatinya...”


Rupanya kesempatan itu sudah lama terhapus. Harapan Arslan seolah pupus mendengar kejujuran dari mulut Ailee. Padahal  ia telah berjuang walau tidak selalu ada namun akhirnya apa yang ia takutkan terjadi. Jadi itulah maksud dari mimpinya. Mimpi itu memberi pertanda bahwa ini saatnya Arslan benar-benar mundur. Ailee mencintai Gamma, entah sejak kapan. Mungkin sejak Ars memilih menyerah saat pesta dansa dan menyerahkan Ailee pada pangeran berkuda aslinya. Atau sejak Arslan membiarkan Ailee selalu bersama Gamma.


Sedangkan disisi berlainan. Ada Gamma yang belum sepenuhnya mendengar percakapan antara istri dengan mantan suaminya. Ia terlalu terburu-buru pergi dengan membawa kesimpulan buruk dikepalanya. Hingga akhirnya Gamma memilih menjejalkan rasa frustasinya di suatu tempat yang sudah lama tak ia kunjungi lagi. Ia bersama dengan Aiden meluapkan segala emosinya di sebuah bar, tempat hiburan dengan minumannya yang mungkin bisa membuat Gamma lupa walau sekejap saja.


“Gamm!!” Aiden meneriaki nama Gamma, karena suaranya teredam oleh suara musik bar yang memekakan telinga, “Ada apa denganmu?! Kenapa tiba-tiba ingin ketempat ini?!” Tetapi Gamma hanya sibuk meneguk satu persatu gelas winenya tanpa berniat menggubris Aiden. Pikirannya hanya terus melayang-layang pada ucapan Ars.


“Aiden... aku ingin mengulang semuanya kembali!!” Pria itu mulai kehilangan kesadaran dan merancau tak jelas. Aiden hanya bisa membiarkan hal itu, sebelum-sebelumnya Gamma sering melakukan hal ini terutama saat dia masih begitu tak merelakan Aily pergi. Pria itu bisa menjadi amat kacau bila merindukan istri tercintanya itu. Padahal Aiden sempat berfikir bahwa pria dihadapannya ini sudah mulai mengikhlaskan dan memilih menemukan cinta baru. Rupanya salah.


“Aku ingin Aily yang jadi istriku!! Dia tak akan mengkhianatiku...” Aiden hanya mengangguk-anggukan kepalanya seraya menguap. Setelah ini pasti Gamma akan mengeluarkan segala kefrustasiannya dengan banyak bicara, karena Aiden sudah terlalu biasa hal itu jadi terasa membosankan untuknya. “Aily mencintaiku tidak seperti Ailee Kanedy itu!!”


Aiden berhenti membuka mulutnya. Sepertinya ia salah duga, rupanya selain Mikaily seorang Ailee Kanedy juga mampu membuat Gamma seperti ini, ini benar-benar hal baru dan itu membuatnya tertarik, “Dia wanita penuh dengan tipu daya!! Kau tahu Aiden...” Gamma memeggang bahu Aiden menatap sayu wajah sahabatnya itu, “Sebelumnya Ailee pernah menikah dengan pria lain dan dia tak memberitahuku...”


Lagi lagi Aiden dibuat terkejut. Ailee Kanedy pernah menikah? Ya tuhan fakta apalagi ini mungkinkah itu sebabnya seorang Algamma dengan wajah marahnya mengajak Aiden ke tempat hiburan ini. “Bisa-bisanya wanita itu membohongi dan mempermainkaku...”


“Aku tak akan membiarkannya, dia harus menerima akibat membohongi diriku...” Gamma mengepalkan tangannya dengan mata penuh amarah. Dalam kondisi mabuk pun dia sama sekali tak bisa melupakan fakta itu. Fakta bahwa ia menikah dengan wanita yang pernah menikah dan wanita itu dengan tega membohonginya.


“Bukankah kau tak peduli tentangnya? Lalu kenapa kau harus marah atas fakta bahwa Ailee sudah pernah menikah toh akhirnya kau juga akan berpisah dengannya...”

__ADS_1


“Aku benci pembohong...”


Arslan tersenyum tanpa sebab. Entah karena melihat wajah Gamma yang linglung diliputi amarah atau karena sesuatu yang besar akan terjadi, “Itu hanya  dalihmu... sebenarnya kau tak terima dibohongi karena kau mencintainya Gamm...” gumamnya amat pelan sengaja agar Gamma tak mendengar.


[]


Malam yang begitu panjang dan sunyi. Ailee terliputi dengan rasa khawatir yang begitu kentara terlihat diwajah cantiknya. Ia terus berulang kali melihat jam dinding yang tak berhenti berjalan dan menunjukan pukul 01.00, ini benar-benar sudah terlalu malam. Namun batang hidung suaminya belum juga Ailee lihat. Padahal Gamma tak pernah pulang selarut ini. Berbagai pikiran buruk menghantui Ailee.


“Al...” Ailee berbolak-balik melangkah kesana dan kemari. Perasaan takutnya semakin membuatnya kalut terlebih belakangan ini hubungannya dengan Gamma memang sedang tak harmonis karena perubahan Gamma. Ailee takut karena hal itu jangankan menunggu setahun Gamma mungkin malam ini tak akan pulang dan esok akan langsung mengiriminya surat perceraian. Ailee tak bisa menerimanya. Dia sudah terjebak dan satu-satunya yang dia inginkah hanyalah bersama Gamma juga Alpha.


Tok tok tok


Suara pintu yang diketuk dengan sopan membuat Ailee menoleh penasaran. Tak seperti Gamma yang selalu menyelonong masuk ke rumah bahkan tanpa salam.


Tok tok tok


Suara itu berbunyi lagi dan kali ini Ailee mulai melangkahkan kakinya dengan tergesa. Perasaan buruk menghantuinya.


Kriet...


Dimata Ailee kini terlihat Aiden, asisten Gamma merangkul suaminya yang dalam kondisi lunglai. Ailee pun segara menggapai tubuh Gamma sampai ia pun memundurkan langkahnya lagi karena hidungnya tak sengaja mencium sesuatu ditubuh Gamma, “Apa dia baru saja minum?” tanya Ailee.


“Ya... dia akan selalu begini jika suatu menganggunya...” Ailee menunduk sesuatu menganggunya? mungkin itu Aily lagi ujarnya semakin merunduk karena kecewa.


“Baiklah emm...”


“Aiden.”


Ailee tersenyum cantik, “Baiklah Aiden terima kasih, aku akan membawa Al kekamarnya dan kau bisa duduk terlebih dahulu didalam setelah itu aku akan membawakan minum untukmu...” di pandangan Aiden sekarang Ailee benar-benar terlihat ramah. Ia bahkan merasa Gamma mendapatkan keberuntungan plus-plus menikahi wanita ini. Tapi sayang yang Gamma bisa lihat hanyalah ribuan keburukannya dibanding sejuta kebaikan Ailee.


“Tak perlu Ailee. Aku akan pulang jagalah dia...” Ailee mengangguk pelan. Setelah itu Aiden langsung pamit pergi dan Ailee mulai memapah tubuh tegap Gamma kedalam kamarnya. Jika diingat ini yang kedua kalinya Ailee memapah dengan susah Gamma yang tak berdaya.


Bruk


Ailee menjatuhkan tubuh suaminya itu pada ranjang king size. Ia memandang wajah Gamma yang terlihat damai, Gamma lebih tampan dengan kondisi seperti ini tapi sayang ketampanan ini tak bisa Ailee nikmati selamanya. Ailee menyentuh pipi Gamma dengan begitu lembut, “Al... apa kau serindu itu dengan Aily?” tanyanya tanpa menuntut jawaban.

__ADS_1


Cup


Ailee mengecup pelan kening pria yang ternyata amat penting itu, “Tidurlah Al... semoga esok kau tak dingin lagi padaku... aku merindukan dirimu yang dulu...” ujar Ailee dengan nada kesedihan. Ia terus memandang Gamma, hingga samar-samar mata pria itu bergerak dan terbuka sebelum Ailee sempat pergi darinya.


Gamma menarik Ailee memeluknya begitu erat, “Aily aku merindukanmu... aku sangat merindukanmu sayang... kau jangan pergi lagi...” Hati Ailee dibuat bergetar mendengarnya. Apakah secepat itu harapannya dikabulkan? *PS disini Ailee gatau ya kalau Gamma nyebutin nama Aily bukan Ailee


Lalu Gamma melapaskan Ailee, ia memeggang bahu wanita dihadapannya lalu tersenyum sembari memandang Ailee begitu intens. Mereka saling menatap dan tenggelam dalam tatapan satu sama lain. Hingga Gamma mulai mendekatkan wajahnya ke arah bibir ranum Ailee.


Cup


Pria itu mengecup—ah ralat lebih bukan hanya sekedar kecupan tetapi ciuman penuh nafsu yang dapat Ailee rasakan dalam diri Gamma. Pria itu melakukan french kiss, melesakan lidahnya memaksa Ailee membuka mulut dengan nafsu yang begitu besar. Ailee sempat menolak namun karena rasa cintanya, tak lagi ia pedulikan bahwa saat ini Gamma sedang dalam pengaruh alkohol.


Bunyi-bunyi decakan memenuhi kamar Gamma begitu lama. Ailee kehabisan nafas sedangkan Gamma mulai menyentuh tubuh Ailee yang lain. Ia menggigit celuk leher Ailee lalu meninggalkan tanda kepemilikannya di tulang selangka wanita itu. Gamma terus membuat tubuh Ailee semakin panas hingga wanita itu tenggelam dalam kenikmatan, Ailee pasrah ketika satu persatu helai pakaiannya mulai terlepas dari tubuhnya.


Hingga tiba saatnya penyatuan antara suami istri itu. Ailee benar-benar siap, ia akhirnya bisa menyerahkan segalanya untuk Gamma. Pria itu mendekatkan wajahnya ketelinga Ailee dan berbisik pelan, “Mikaily aku sungguh mencintaimu... aku tak akan mencintai wanita lain termasuk Ailee kanedy itu, dia pembohong besar.”


Bisikan Gamma membuat bulu kuduk Ailee berdesir. Air mata Ailee perlahan melesak keluar  dari wadahnya. Hilang sudah nafsu dan rasa pasrahnya untuk Gamma, ia mendorong tubuh kekar suaminya, “Tenang Aily... kali ini aku tak akan membiarkanmu pergi lagi... kita harus bersama...” hati Ailee pilu tersayat sembilu. Ini memalukan. Ia sekuat tenaga mendorong Gamma bahkan kini memukul-mukul dada pria itu. Ailee terus menggeleng.


“Lepaskan aku Al.. hikss... aku bukan Mikaily... aku bukan dia...” tetapi Gamma terlalu buta. Pria itu terlalu kuat ditambah nafsunya kini begitu besar. Ia tak mendengarkan Ailee karena kesadarannya sedikitpun tak ada, baginya wajah tangis Ailee adalah wajah Aily yang merindukan dirinya. Dan Gamma melakukan semuanya pada Ailee Kanedy. Mengambil segala kenikmatannya sedangkan Ailee sama sekali tak mendapatkan itu.


Seluruh tubuhnya sakit. Karena bagaimanapun meski Ailee pernah melakukannya itu sudah amat lama dan hatinya saat ini hancur. Penderitaan Ailee begitu lengkap malam ini. Gamma menikmati setiap inci tubuhnya namun dalam bayang-bayang Aily. Pria itu terus membisikan kata cinta hanya untuk istri yang ia banggakan itu. Mikaily Adelson. Ahh betapa Aileee sangat ingin mati kini. Hatinya dihancurkan berkeping-keping oleh pria tampan yang amat ia cintai.


Brugh


Gamma menjatuhkan dirinya menindih tubuh mungil Ailee setelah mencapai puncaknya. Dia terlihat puas lalu tersenyum dan berbisik sekali lagi, “Aku mencintaimu sayang...” lalu tersenyum dalam lelapnya. Meninggalkan Ailee dalam keperihannya.


“Hiks..hiks... aku membencimu Al... aku benci..” Namun mengapa Ailee merasa disisa hancurnya hati, kepingan kepingan luka itu malah membuatnya semakin mencintai Gamma...


[][]


Duh aku ngetik panas dingin gitu wkwkw eh terus tiba-tiba sedih karena Ailee. Yaampun emang Alkohol musuh kaum pria ya...


Hiks Ailee ku... tenang aja ada author yang mencintaimu.


Eh Btw aku gak up kemarin karena ga sempet. Aku pulang dari rumah temen sore banget terus langsung cape rasanya kok males mikir hehehe. Padahal part ini aku udah jauh-jauh hari pikirin.

__ADS_1


__ADS_2