MY BELOVED WIFE

MY BELOVED WIFE
Bukan Wanita Penghibur


__ADS_3

Ailee mematut dirinya didepan cermin besar. Dress biru dongker yang membalut sempurna tubuhnya terlihat pas dan menambahkan aura cantik wanita dengan status janda muda itu. Ia sekarang tengah menata rambut panjangnya dengan begitu rapi sembari menatap kagum dirinya.



Ahh menyebalkan mengapa aku harus berdandan begini, pernikahan juga bukan mauku."


Tangan Ailee berhenti merapikan rambutnya, bibirnya maju beberapa senti dan berganti menjadi wajah kesal karena ulahnya sendiri.


"Ini semua karena Valery... hanya pertemuan biasa malah memintaku berdandan..." wanita itu terlihat begitu lucu dengan mulut yang terus berkomat-kamit sendiri.


Ia melangkah keluar dari kamarnya setengah kesal karena terlihat terlalu mempercantik diri hanya karena pertemuan dengan seorang pria asing. Ailee ingat saat itu dia meminta bantuan sang sahabat untuk mencarikannya calon suami yang sesuai dengan kriteria Ailee dan mau diajak bekerja sama. Dan sepertinya Valery dengan mudahnya menemukan calon untuk dirinya, ya meski belum tentu pria itu benar mau jadi suaminya bukan karena alasan klise seperti cinta.


Bagi Ailee sekarang pernikahannya hanyalah awal dia untuk menyelamatkan SA. Tempat itu jangan ditanya sangat penting bagi Ailee, karena disanalah Ailee melapiaskan segala hobinya, semua kerja keras wanita itu ia tumpahkan di SA dan tanpa permisi sang ayah ingin menghancurkannya. Tentu saja Ailee tak akan membiarkan, jika menikah yang ayahnya inginkan maka biarlah Ailee menikah sekalipun bukan dengan pria yang ia cinta, bukan dengan pria yang baik hati bak pangeran asal SA baik-baik saja dan dia tak harus bersama dengan Ars.


Ars hanyalah serupa kakak ya hanya seperti itu. Ia mengira pernikahannya dengan Ars memang tidak sengaja dan murni perjodohan, seperti ada sesuatu yang hilang diantaranya namun setiap Ailee mencoba mengingat ia tak menemukan apapun. Ia tak menemukan alasan dia bercerai dengan Ars, ia tak menemukan dibalik perasaan enggan setengah mati rujuk dengan pria itu yang sudah jelas bahwa Ars mencintainya.


Ailee memandang mobil ciamik didepan matanya. Sudah lama dia tidak berpergian dengan kendaraan pribadi, biasanya dia hanya akan menggunakan taksi. Dia menaiki mobil yang senada dengan warna dressnya itu dan menginjak pedal gasnya. Perlahan Ailee bergerak menjauh dari gedung apart yang menjulang tinggi menuju tempat dimana ia dengan sang calon yang entah akan menjadi suaminya atau tidak, bertemu.


Sedangkan disamping Ailee yang sudah siap jalan. Algamma dengan kesal memandang adik iparnya. Dia kesal karena Valery terus memaksanya untuk memakai sesuatu yang terlihat formal, terbukti dengan jas biru dongker yang membalut tubuh tegap dan menyembunyikan otot-otot pria itu. Ia merasa ini hanyalah pertemuan seperti biasanya dengan bahasan yang berbeda namun Valery seolah membuatnya seperti hendak melamar seseorang.


"Memang benarkan kakak akan melamar temanku..." Valery menyaut dengan santai seolah mampu membaca pikiran Gamma. Dia dengan bangga menepuk-nepuk jas Gamma sembari tersenyum penuh kemenangan.


"Aku hanya ingin bertemu dengannya Vale, bukan mau menikahinya." tekan Gamma, ia mempertegas kalimat 'menikahinya' agar Valery berhenti berlebihan.


"Sudah jangan protes lagi... Ayo berangkat kita temui calon istri kakak!!"


[]


'Cafe De Romance'


Tempat yang jelas sekali terlihat nuasa romansa didalamnya. Orang bahkan mampu menebak dari papan nama yang terpampang besar di pintu masuk dengan warna merah maroon yang melambangkan hati. Pelayan penjaga pintu dengan jas hitam sempurnanya seolah memiliki wajah meyakinkan yang mengatakan bahwa cafe ini adalah tempat yang tepat untuk setiap orang yang ingin menghabiskan waktunya berdua dengan mesra.


Ailee dalam hati terlihat geli bahkan bulu kuduknya sampai meremang. Tingkah Valery yang terlalu sempurna membuat Ailee sedikit ketakutan. Sahabatnya itu benar-benar bertindak seperti ingin mempertemukan putri dan pangeran di negeri dongeng. Ia memandang Cafe itu dengan netranya, lalu dengan terpaksa melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam karena memang inilah alamat yang ditujukan Valery padanya.


Ia mencari-cari sosok diantara wajah sahabatnya itu. Netranya terkunci ketika melihat seseorang melambaikan tangan kanannya dengan begitu bebas sembari tersenyum layaknya anak-anak siapa lagi bila bukan Valery. Ailee langsung berjalan menghampiri gadis itu.

__ADS_1


"Apa apaan tempat ini Val?" protesnya pada Valery ketika dirinya sudah berhadapan dengan si pembuat masalah yang duduk begitu santai.


"Apalagi..." Valery mengendikan bahunya, "Aku hanya ingin membuatnya sempurna saja, setidaknya seperti kau menemui pasanganmu... Duduklah." Ailee menurut meski sedikit tak ikhlas.


"Lagipula dari mana kau menemukan cafe seperti ini... Benar-benar norak..." Ailee jelas sekali menunjukan rasa tak sukanya dengan pemandangan didepan mata dan itu membuat Valery yang memandangnya terkikik geli.


"Aku 5 kali berkunjung kemari dengan 5 pacarku..." ungkap Valery seraya menunjukan 5 jarinya. Gadis itu seolah menunjukan bahwa dia mampu membawa pacar namun tak mampu membawa suami untuk dirinya.


"Dasar Playgirl jadi selama kau menitipkan Alpha dengan seenaknya kau pergi dengan 5 pria berbeda..." Valery mengangguk dengan santai, "Kukira kau benar-benar jatuh cinta dengan satu pria saja."


"Tak mungkin. Satu pria tak akan cukup." ungkap gadis berambut sebahu itu begitu jujur, "Oh iya tunggulah pria itu sedang ke toilet tadi, sepertinya dia juga mual karena aku membawanya ketempat seperti ini."


Ailee hanya menggeleng hanya bisa memaklumi sikap Valery. Gadis itu berubah banyak saat kuliah dengan sekarang, memang dia masihlah tetap Valery yang selalu supel kepada siapapun namun sepertinya Valery yang dulu lebih tomboy bahkan jarang sekali berpacaran. Ia kira Valery benar-benar memiliki pacar dan hanya satu yang jelas sanggup meluluhkan hati siramah itu.


"Kak sudah datang ini temanku juga sudah datang..." saut Valery membuyarkan lamunan Ailee. Gadis itu menatap seseorang dibelakang Ailee, membuat ia begitu penasaran dan ingin melihat siapakah gerangan pria yang akan dikenalkan Valery pada Ailee.


"Kau!"


"Kau!"


Gamma menghampiri Valery, ia menatap tajam adik iparnya, "Apa-apaan jadi temanmu itu dia Val?"


"Iya dia... Ailee kak. Kakak sudah bertemu dengannya waktu makan malam."


"Kau tak mengatakan padaku jika itu dia," Gamma jelas sekali terlihat tak suka akan fakta bahwa wanita yang ingin mencari suami kontrak adalah Ailee.


"Ya sekarang baru aku mau mengatakannya kan..."


Pria itu menggeram kesal, "Ahh lupakan. Aku tak ingin menjadi suaminya bahkan meski sekedar suami kontrak!" Dia mendelik ke arah Ailee, "Wanita penghibur seperti dia mana pantas menjadi ibu sambung untuk Alpha. Menjadi pengantinku saja dia tak pantas..."


Telinga Ailee panas begitu mendengar ucapan Gamma yang seolah mencubit hatinya. Kata-kata itu jelas sangat menghina seperti saat malam pria itu mengembalikan sapu tangan putih bersih milik Ailee. Sebuah kalimat penuh ejekan yang jelas sangat tak disukai Ailee.


"Apa masalahmu hah?! Kau sejak bertemu selalu saja mengataiku wanita penghibur..." ungkapnya mengingat saat makan malam dimana Gamma baru bertemu untuk kedua kalinya sudah mengatakan yang tidak-tidak, "Kau bahkan tak tau kebenarannya tuan!"


Gamma berbalik menghadap Ailee, "Kebenaran apa? Dress seksimu malam itu di bar jelas membuktikan semuanya kan... Dan juga apaan kau ini mencari suami? Kau jelas sekali tidak kekurangan pria..." ia menatap dari bawah sampai atas seluruh tubuh Ailee yang tertutup dibalik dress biru dongkernya.

__ADS_1


Ailee yang memperhatikan itu merasa tindakan Gamma sudah terlihat berlebihan dan merasa pria itu melecehkannya. Tangan kirinya tanpa sadar tergerak hendak meloloskan tamparan mulus di pipi pemuda kurang ajar dihadapannya itu namun gagal karena tangan Ailee kalah cepat dengan tangan Gamma. Ia membuang tangan gadis dihadapannya itu dengan kasar.


"Hendak menamparku... Lihatlah dulu apakah kau pantas menyentuhku nona!" Gamma pergi begitu saja meninggalkan Ailee dengan perasaan marahnya dan seorang Valery yang terlihat bingung dengan adegan demi adegan yang disaksikannya.


"Sebenarnya kalian ini kenapa?" Ailee duduk sembari membuang nafasnya begitu keras. Ia berusaha meredam amarahnya karena Gamma.


"Kakak iparmu itulah yang seharusnya kau tanyakan... Dia bahkan tak tau kejadian yang sebenarnya dan malah mengataiku terus-menerus..." protes Ailee. Hatinya terluka mendengar Gamma mengatainya 'wanita penghibur' bagaimanapun harga dirinya adalah seorang wanita terhormat, hanya karena beberapa pertemuan yang salah dia sudah diklaim seperti itu oleh pria yang ingin ia ajak berteman.


"Coba ceritakanlah padaku. Sebenarnya makan malam bukan pertemuan pertama kalian bukan?" dan disanalah dimulai sesi bercerita Ailee tentang pertemuan tak sengajanya dengan Gamma didalam Cafe Romansa yang seharusnya diisi oleh sepasang yang sedang jatuh cinta.


Valery menatap iba dan merasa bersalah setelah mendengar pengakuan Ailee, "Maafkan kakak iparku lee... Dia salah paham sebesar itu padamu, aku akan menjelaskan padanya nanti." janji Valery.


"Tak perlu... Baru pertama bertemu saja sudah sesalah paham itu padaku. Mana mungkin dia mau percaya dengan omonganmu itu..."


"Dia harus percaya..." karena jika tidak Kak Gamma akan menikah dengan wanita lain, aku tak mau Ailee yang harus jadi ibu untuk keponakanku, ungkap Valery dalam hati tanpa diketahui Ailee. Ia merasa kesempitan Ailee dan Gamma adalah kesempatan emas yang harus dimanfaatkan untuk kebahagiaan Alpha. Diam-diam Valery berharap kakaknya disurga sana merestui rencananya karena memilih Ailee sebagai ibu baru bagi Alpha.


"Jadi apakah kau punya pria lain selain kakak iparmu itu... aku tak tahu jika ayahku bertanya nanti dia pasti akan memaksaku mengalah dan rujuk dengan Ars..." ungkap Ailee menatap penuh harap.


Sedangkan Valery yang saat itu sedikit melamun tersadar dan memberikan Ailee senyuman meyakinkan, "Tenang saja aku mencarikan calon yang baik seribu kali lebih baik dari calon suamimu itu..."


"Aku tak perlu yang terbaik Vale..."


"Apa salahnya aku ingin yang terbaik untuk sahabatku..." kekeh Valery, Ailee menyelingi itu dengan tawa syahdunya rasa kesalnya pada Gamma mulai sedikit menghilang karena Valery, "Tapi Lee... berjanjilah satu hal padaku,"


"Janji apa?"


"Sembunyikan fakta bahwa kau pernah menikah sebelumnya..."


[][]


Jempolnya mohon di pencet setelah membaca habis ceritanya hehehe.


Bismillah semoga viewsnya makin banyak ya. Ayo bantu supaya karya author jadi banyak yang minat.


Btw makasih yang udah ngevote Author, aku cinta kalian...

__ADS_1


:*


__ADS_2